Monday, January 14, 2019

Pemasangan 1000 Spanduk, Dukung Terwujudnya Pemilu 2019

Sekarang ini, kita sudah memasuki masa-masa mendekati pemilu 2019, seperti biasa media sosial sarana yang paling cepat untuk melakukan kampenya. Apalagi Pesta Demokrasi akan digelar pada April 2019 mendatang, so, kampenya sudah mulai gencar dilakukan oleh masing-masing tim sukses.


Bukan hanya tim sukses saja, media sosial biasanya juga digunakan oleh para netizen yang maha benar, untuk meningkatkan minat orang lain agar memilih juga calon presiden yang didukungnya. Herannya, gara-gara beda pilihan yang tadinya teman malah jadi musuh, yang berujung saling unfriend di media sosial. Duch pemandangan seperti ini tuch, kayaknya akan lumrah kita temukan jelang Pemilu. 

Selain media sosial dan televisi, berita mengenai pemberitaan ini, biasanya disuguhi juga lewat Baliho dan spanduk. Ingat banged dech, dulu tuch waktu masih duduk di bangku SMP menjelang pemilu udah mulai ngumpulin atribut buat kampanye, mulai dari kaos, topi, bendera sampai spanduk. Meskipun saat itu belum terlalu paham dengan apa yang terjadi, tapi senang ajah karna ramai ikut pawai keliling-keliling kota Jakarta.

Tapi perlahan pemandangan seperti itu sudah tak seramai era saya ketika masih duduk di bangku SMP dulu. Pemanfaatan media sosial sebagai media kampenya dinilai dapat lebih efektif. Lewat media sosial sekarang ini banyak dimanfaatkan sebagai tempat lintas generasi untuk saling bertukar ide dan permasalahan.

Karena sejatinya politik itu merupakan cara untuk mempertahankan eksistensi suatu negara. Untuk menjaga keutuhan negara dan menghindari terciptanya sesuatu kekuasaan tanpa batas, dibutuhkan peran aktif dari seluruh elemen masyarakat.


Hal inilah yang terjadi, ketika Hari Jum'at tanggal 11 Januari 2019, bertempat di Masjid Raya Al-Amanah jalan Indraloka 1 no. 55 Wijaya Kusuma. Grogol, Petamburan Jakarta Barat, bersama dengan teman-teman dari Kelas Blogger, saya hadir di acara pernyataan Sikap Forum Kerukunan Umat Beragama se-Jakarta Barat menolak penggunaan tempat ibadah sebagai tempat kegiatan kampenya, isu, hoax, SARA dan radikalisme.

Pemasangan 1000 Spanduk, Untuk Terwujudnya Pemilu 2019 yang Aman dan Damai

Menjelang pesta demokrasi, segenap jajaran pemuka agama, walikota Jakarta barat, serta kepolisian Jakarta Barat mengajak masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat wilayah Jakarta Barat untuk melaksanakan pemilu 2019 ini dengan aman dan damai.

Langkah yang diambil oleh Polres Jakarta Barat serta jajaran pemuka agama, melakukan upaya preventif untuk mencegah digunakannya SARA dalam pesta demokrasi yang akan digelar tanggal 17 April 2019 mendatang patut kita apresiasi.

Langkah yang diambil bersama pemerintah dan Polres Jakarta Barat dengan memasang spanduk larangan kampenya di tempat ibadah merupakan langkah positif untuk terwujudnya pemilu yang aman. Harapannya melalui kampenya pemasangan spanduk yang dilakukan bersama-sama DKM (Dewan Kemakmuran Masjid) dan pengurus tempat ibadah lainnya, menimbulkan awarness untuk tidak ada lagi sorak-sorak kampenya berbasis agama.


Lebih lanjut Kapolres Jakarta Barat, Kombes Pol Hengki Hariyadi pada kesempatan siang hari itu menyatakan mendukung penuh komitmen bersama FKUB dan tokoh lintas agama Jakarta Barat untuk bersama-sama menjaga demokrasi. Adanya pemilu 2019 nanti bukan menciptakan permusuhan baru melainkan masyarakat harus saling menghormati perbedaan dan menyambut Pemilu ini dengan suka cita.

Karena kita sadar bahwa tempat ibadah digunakan hanya untuk beribadah dan digunakan untuk kegiatan keagamaan. Jadi sangat dilarang keras untuk dijadikan sebagai tempat provokatif atau penyebar isu SARA, dan isu hoax.


Dalam kampenya ini, turut hadir pula ketua Bawaslu yang mengatakan, sudah ada UU pemilu yang melarang kampanye di tempat ibadah
Disebutkan dalam pasal 280 ayat 1 huruf h Undang-Undang nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu yang berbunyi "Pelaksana, peserta, dan tim kampanye pemilu dilarang menggunakan fasiitas pemerintah, tempat ibadah dan tempat pendidikan".
Namun tak jarang kita temukan dilapangan masih banyak kejadian yang menggunakan fasilitas diatas tersebut sebagai tempat melakukan kampanye dan penyebaran isu kebencian dan berita hoax. Padahal Bawaslu dalam hal ini sudah memiliki langkah-langkah untuk menindak lanjuti kenakalan dalam berkampenya.

Ada kegiatan CHT yaitu, cegah, awasi dan tindak. Bentuk pencegahan dilakukan dengan cara melakukan sosialisasi larangan untuk kampanye di tempat ibadah. Pengawasan, tindakan mengumpulkan saksi dan bukti jika terbukti adanya kenakalan dalam kampanye. Langkah selanjutnya yaitu Penindakan, dilakukan sesuai dengan UU Pemilu.

Berkampenya Boleh, Namun dilakukan Dengan Benar dan Sesuai Aturan

Jadi, dengan adanya UU Pemilu tersebut jelas sekali kita harus bersikap hati-hati jika ingin melakukan kampanye. Silakan saja melakukan kampanye asalkan dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku dan tidak dilakukan di tempat ibadah dan pendidikan. Jika sampai ditemukan maka sanksi akan dijatuhkan kepada pihak yang melanggar aturan tersebut.

Sebenarnya, sesuai amanat dari Menteri Agama membolehkan tempat ibadah dijadikan tempat politik, tapi dengan catatan politik yang sifatnya subtantif, dalam artian hanya berbicara mengenai kenegaraan, berbicara tentang bangsa, tidak dalam sasaran politik untuk memilih calon si A dan calon si B. 



Sebagai warga yang tinggal di Jakarta Barat, kegiatan pemasangan 1000 spanduk, nantinya spanduk tersebut akan dipasang di 860 masjid, 237 gereja, 85 wihara dan satu pura, harapannya melalui kampanye ini, bisa menjaga kerukunan antar agama menjelang pemilu 2019.

Pemasangan spanduk ini juga di dukung oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Jakarta Barat, beserta jajaran 3 pilar, Polres Jakarta Barat, Dandim 0503, Wakil Wali kota Jakarta Barat, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari), Ketua Pengadilan, Kakanwil Jakarta Barat, Ketua KPUD beserta komisioner Jakarta Barat, Ketua MUI Jakbar, PGI (Persatuan Gereja Indonesia), KAJ (Keuskupan Agung Jakarta), Walubi (Wali Umat Budha Indonesia), PHDI (Parisada Hindu Dharma Indonesia), serta MATAKIN (Majelis Tinggi Agama Konghuchu Indonesia).

Now, bukan saatnya lagi kita menebar kebencian, menyebarkan berita hoax dan radikalisme. Yukk, kita sambut Pemilu 2019 dengan terus menjaga, mempertahankan, dan memperkokoh Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, dalam bingkai Kesatuan Republik Indonesia.

Ingat! Kita boleh berbeda pilihan bukan berarti itu alasan untuk kita terpecah belah. Stop sebar berita hoax, SARA dan Radikalisme. Mari sama-sam kita ciptakan salam damai untuk menyambut pesta Demokrasi 2019.


Sunday, January 13, 2019

Berangkat dari Sinetron Preman Pensiun kini Hadir di Layar Bioskop

Kalau ditanya siapa yang mengikuti serial Preman Pensiun di layar kaca RCTI, maka saya akan langsung angkat tangan. Pertama kali nonton sinetron ini awalnya karna iseng ajah cari tontonan sore hari sambil menikmati pisang goreng dan teh manis hangat. Kebetulan juga pemainnya ada Almarhum Didi Petet dan Epy Kusnandar, yang menjadi pemeran utama dalam sinetron tersebut dan salah satu aktor favorit saya juga.



Pada dasarnya saya termasuk orang yang nggak suka melihat tayangan sinetron di televisi, alasannya selain alur ceritanya yang panjang dan terkadang terkesan absurd, trus juga biasanya sering mengangkat tentang cinta-cintaan anak muda gitu khan!

Kalau dulu di akhir tahun 1990-an hinga awal 2000, ada sinetron yang saya tonton juga karna memang ceritanya bagus dan banyak pesan moral yang bagus didalam ceritanya. Misalnya sinetron Keluarga Cemara dan Si Doel Anak Sekolahan, kedua sinetron ini meggambarkan kesederhanaan dan sinetron ini juga lebih natural dan nggak berlebihan.

Nah, kesan ini juga yang saya dapati ketika nonton serial Preman pensiun di layar kaca, dalam hati qo ini sinetron beda ya? Jadilah saya terus lanjut menonton serial ini. 

Selain jalan cerita yang unik, kelucuan menjadi bumbu utama dari sinetron debutan MNC Picture ini. Sinetron ini ternyata cukup diterima oleh masyarakat, makanya nggak heran siy kalau ratingnya tinggi. Setelah tayang selama 3 musim di RCTI, sekarang kita bisa melihat Preman Pensiun di layar lebar.

Berangkat dari Sinetron, Now Preman Pensiun hadir di Layar Bioskop

Berangkat dari suksesnya sinetron Preman Pensiun, hingga akhirnya serial tersebut kini bisa kita saksikan di layar bioskop seluruh Indonesia.

Seperti halnya dengan sinetron, yang pengambilan gambanya bertempat di Bandung yang memang terkenal dengan segala pernik kota tersebut dan logat dialog yang kental khas Sunda, hal ini pun yang masih dipertahankan di Film Preman Pensiun.



Film ini sarat akan budaya Sunda, dimana pengambilan adegan di kota Bandung bukan hanya sebagai set saja, tapi para pemain Film Pensiun ini, mereka benar-benar berbaur dengan kota tersebut. Belum lagi iringan musik khas Sunda seperti angklung dan seruling semakin membuat Film ini berasa banged Bandungnya euyy.

Nah, masih sama seperti versi serial telivisinya, Film Preman Pensiun ini tetap dipercayakan oleh Aris Nugraha sebagai sang sutradara sekaligus penulis skenario. Bahkan niy ya script dialog Film ini ditulis hanya dalam waktu 14 hari dan tanpa di revisi pula, trus script terakhir baru selesai 2 hari sebelum syuting. Gila siy ini Kang Aris!

Tapi jangan salah skenario ini tetap apik dan keren. Kekuatan dari continity dialognya masih menjadi ciri khas dari Film ini, sehingga Film Preman Pensiun ini menarik untuk ditonton. Jadi ini juga sih yang menjadi salah satu keunikan dari film Preman Pensiun, alur dialog yang menyambung percakapan -percakapan dalam situasi berbeda menjadi kelucuan tersendiri dan unik siy!

Untuk para pemainnya sendiri sebagian besar ternyata memang preman asli lho, dan susunan pemainnya juga tak jauh berbeda dari versi sinetronnya. Cuma ada salah satu pemain yang tidak ada dalam film ini, yaitu sosoknya kang Komar, karna bagi saya Komar ini menjadi salah satu ikon dari Preman Pensiun. 



saya sendiri ketika mendapatkan kesempatan untuk hadir di Gala Premiere Film Preman Pensiun bersama dengan Komunitas ISB, pada tanggal 10 Januari 2017 bertempat di Epicentrum XXI Kuningan Jakarta sangat antusias, sekaligus juga mengobati kerinduan saya sama serial Preman Pensiun.

Film Preman Pensiun ini melanjutkan cerita yang telah terjadi di versi sinetronnya, meskipun Kang Bahar yang diperankan oleh Alm. Didi Petet, dimana karakternya digambarkan sebagai preman yang paling berkuasa dan disegani di daerah Bandung, namun sudah pensiun. Sesuai dengan kenyataannya dalam Film Preman Pensiun ini juga mengenang kepergian Alm. Didi Petet yang telah meninggal 3 tahun lalu.

Oiya meskipun kamu nggak pernah nonton serial sinetronnya, jangan khawatir Film Preman Pensiun ini tetap nyambung qo. Film Preman Pensiun ini untuk semua umur dan bagi kamu yang masih muda juga cocok lho!

Yang saya suka ketika menonton Fiml Preman Pensiun ada beberapa moment yang bikin terenyuh dan memberikan pesan moral yang dalam. Well, meskipun Film ini bergenre drama komedi dan dikemas dengan ringan tapi lugas mampu memberikan insight yang sangat dalam. 

So, buat kamu pecinta Film Indonesia Film Preman Pensiun ini sudah bisa kamu tonton di tanggal 17 Januari 2019 nanti. Kamu sudah siap buat ketawa bareng sama Preman Pensiun? Liat trailernya ajah dulu disini http://bit.ly/filmpremanpensiun



Siap-siap ya kamu dibikin ketawa sama aksi kocaknya Murad dan Pipit. Yupp, mereka ini satu paket yang sukses bikin penonton satu studio ngakak..
Thanks MNCP_Movie for having Us!





Tuesday, January 8, 2019

Ini Cara Kemnaker Dorong Peningkatan Kualitas SDM Indonesia

Berbicara mengenai kualitas SDM Indonesia sudah menjadi permasalahan umum. Rendahnya kualitas SDM Indonesia ada di semua sektor, baik di sektor pemerintah maupun di sektor swasta. Oleh karena itu permasalahan ini perlu mendapat dukungan dari semua pihak, tak bisa ditangani sendiri oleh pemerintah.



Lantas, bagaimana kita harus menyiapkan diri? Kementerian Ketanagakerjaan sejak tahun 2018 lalu terus memberikan perhatian pada peningkatan kualitas SDM dan perbaikan kualifikasi tenaga kerja Indonesia agar menjadi tenaga yang terlatih dan terampil sehingga mampu terserap di semua industri.

Jadi ingat setelah lulus kuliah dan memasuki dunia kerja di bidang pelayanan, saat itu posisinya saya tidak dibekali dengan keahlian yang cukup untuk bekerja di dunia perbankan. Apa yang terjadi? Seminggu berada di dunia baru ini, kerap membuat saya menangis setelah pulang kerja, dan hal ini berlangsung kurang lebih selama 1 minggu lebih.

Apa yang menyebabkan saya menangis? Saat itu saya tidak siap untuk berhadapan dengan para nasabah yang berasal dari latar belakang yang berbeda.  Salah memberikan informasi dan bersikap kurang ramah sedikit saja, bisa berakibat fatal bagi saya. Belum lagi harus terus update dengan produk-produk dan peraturan-peraturan perusahaan yang jumlahnya tidak sedikit.

Saya masih ingat betul, pernah saya salah memberikan informasi produk kepada nasabah, ternyata nasabah tersebut memiliki jabatan yang penting di salah satu Bank Swasta. Alhasil orang tersebut langsung melayangkan complaint kepada atasan saya.

Tapi bukan atasan namanya jika tidak memberikan dukungan dan semangat kepada bawahannya. Sejak kejadian tersebut, saya semakin rajin untuk terus update informasi mengenai produk yang ada di Bank tempat saya bekerja. Saya terus mengasah keterampilan dan pengetahuan saya. Perusahaan juga turut andil untuk terus mendukung dan memfasilitasi karyawannya untuk meningkatkan skill mereka menjadi lebih baik.

Begitu juga dengan Kemnaker, yang menaruh perhatian khusus untuk mendorong peningkatan kualitas SDM di Indonesia. Dimana untuk meningkatkan kualitas SDM ini Kemnaker meminta agar semua pihak ikut berinvestasi.

Tantangan yang dihadapi Kemnaker Terkait Kualitas SDM Indonesia

Seperti di tahun-tahun sebelumnya, pada tahun 2018 Kemnaker juga masih menghadapi tantangan yang sama. Terutama menghadapi tantangan kemiskinan, kesenjangan sosial dan tantangan pengangguran. Tantangan lain yang dihadapi pada tahun 2018 lalu adalah pemerintah menghadapi tantangan hubungan industrial mengenai digitalisasi yang berpengaruh pada sejumlah sektor dan sejumlah profesi.

Sekitar 63% tenaga kerja di Indonesia merupakan lulusan sekolah menengah pertama atau lebih rendah. Kondisi ini berdampak terhadap produktivitas dan daya saing tenaga kerja yang relatif rendah.

Selain itu ketidakcocokan antara kebutuhan pasar ketenagakerjaan dengan keterampilan pekerja yang berujung pada sulitnya perusahaan atau industri untuk memperkerjakan tenaga kerja yang berkualitas tinggi, akibatnya banyak posisi terisi oleh pekerja dengan kemampuan di bawah kualifikasi.

Kalau sumber daya alam akan habis dieksploitasi, yang nantinya akan berdampak pada permasalahan lingkungan. Tidak demikian dengan sumber daya manusia yang tidak terbatas dan terus dinamis.

Di lain sisi, pemerintah juga meghadapi beberapa tantangan yang harus diatasi, yaitu yang terkait permasalahan perbaikan produktivitas tenaga kerja dan perluasan kesempatan kerja. Bukan rahasia lagi jika jumlah pengangguran di Indonesia jumlahnya tidak sedikit. Apakah kamu tau berapa jumlah tenaga kerja yang di PHK pada tahun 2018 lalu?


Ruang Parkir Kementerian Ketenagakerjaan yang disulap menjadi Innovation Room

Bapak Khairul Anwar, Sekjen Kemnaker yang Menyampaikan Terobosan Kemnaker
untuk Meningkatkan Kualitas SDM Indonesia

Jawaban ini, saya dapatkan langsung saat hadir di acara Jumpa Pers Akhir Tahun 2018, yang bertempat di Innovation Room lantai M, Gedung Parkir Kementrian Ketenagakerjaan, tanggal 28 Desember 2018. Pada kesemptan itu hadir Bapak Khairul Anwar Sekjen Kemnaker yang memberikan jawaban kepada awak media dan Blogger yang hadir.

Selama ini kita dibuat penasaran berapa angka pasti jumlah tenaga kerja yang di PHK? Ternyata berdasarkan data yang ada di pihak Kemnaker setiap tahunnya terus mengalami penurunan. Pada tahun 2018, totalnya kurang lebih mencapai 3.362 orang, dimana pada tahun sebelumnya mencapai sekitar 9.700 orang.

Alhamdulillah jumlah tersebut sudah menurun, meskipun jumlah yang di PHK terbilang angkanya masih banyak. Bukan berarti pemerintah berhenti sampai disini saja. Untuk menghadapi tantangan tersebut ada beberapa hal yang menjadi perhatian pemerintah untuk meningkatkan kualitas SDM masyarakat Indonesia agar menjadi tenaga yang terlatih dan terampil.

Kemnaker Dorong Peningkatan Kualitas SDM Indonesia, dengan cara berikut!

Untuk menjadikan SDM Indonesia yang berkualitas, sehingga mampu terserap semuanya di berbagai industri, pihak Kemnaker terus melakukan beberapa terobosan. Dengan begitu, jika pemerintah ingin membangun SDM ini menjadi tanggung jawab bersama, yaitu menjadi tanggung jawab pemerintah, menjadi tanggung jawab dunia usaha, masyarakat dan serikat pekerja.

Semua pihak harus melakukan investasi untuk meningkatkan kualitas SDM, agar mereka memiliki daya saing yang baik, Kemnaker melakukan beberapa cara, diantaranya sebagai berikut :
  • Kemnaker Genjot Pelatihan Vokasi Melalui Balai Latihan Kerja (BLK)
Apa itu Vokasi? Jadii, vokasi itu merupakan pelatihan kelak untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan kualifikasi dan keahlian, dimana nantinya lulusan yang ada sesuai dengan kebutuhan industri.

Hal ini dilakukan setelah adanya arahan dari Presiden Jokowi bahwa tahun 2019 adalah prioritas pembangunan kualitas SDM. Prioritas pembangunan SDM ini dilakukan dalam rangka untuk menyelamatkan bonus demografi yang puncaknya akan terjadi  pada tahun 2025-2030. 

Untuk menghadapi persaingan global ini, Indonesia harus menyiapkan tenaga-tenaga kerja yang terampil dan kompoten sesuai dengan lapangan pekerjaan yang tersedia. Oleh karena itu perancangan program vokasi ini meliputi beberapa hal, seperti standar pelatihan, penyelenggaraan pelatihan kerja dan pemagangan.

Selain itu Kemnaker terkait masifikasi pelatihan kerja dibingkainya melalui kebijakan triple skilling, yaitu skilling, up-skilling, dan re-skilling, kamu tahu nggak apa perbedaannya? 

Oke, saya akan jelaskan, jadi skilling itu untuk para angkatan kerja yang ingin mendapatkan skill. Nah, biasanya siy ini dibutuhkan oleh fresh graduated atau mereka yang belum pernah bekerja.

Terus melakukan Up-skilling dan re-skilling agar Dapat Bersaing di Dunia

Up-skilling itu untuk pekerja yang ingin meningkatkan skill, jadi meskipun bagi mereka yang sudah mendapatkan pekerjaan, harus terus mengasah skillnya agar menjadi lebih baik lagi. Sedangkan untuk re-skilling untuk para pekerja yang ingin mendapatkan keterampilan baru. 

Ketiga kebijakan ini dianggap penting untuk memastikan bahwa Indonesia dapat memenuhi kebutuhan tenaga kerja terampil untuk saat ini dan di masa yang akan datang.
Makanya, saat ini masyarakat Indonesia dapat mengikuti pelatihan di BLK tanpa dipungut biaya serta tanpa pembatasan maksimal usia dan jenjang pendidikan.

Kenapa Kemnaker qo getol banged ya untuk melakukan pelatihan ini? Alasannya karena saat ini kita telah masuk revolusi industri 4.0. Makanya kualitas SDM Indonesia itu menjadi penting. Jelas Kemnaker juga tidak mau kalah dari SDM Bangsa lain, ya tidak jauh-jauh dari negara tetangga seperti Singapur dan Malaysia.

  • Kemnaker Dukung Program Pemagangan dan Sertifikasi
Melihat fakta yang ada bahwa jumlah angkatan kerja Indonesia masih didominasi oleh lulusan SD-SMP yang mencapai hingga 60%, Kemnaker mendorong peningkatan kualitas SDM melalui program pemagangan.

Dimana Kemnaker telah bekerjasama dengan 107 lembaga Pengirim Pemagangan Luar Negeri. Sedangkan pemagangan dalam negeri, pelaksanaan tersebar di 32 provinsi, setidaknya dengan melibatkan sedikitnya 7 kawasan industri.

Pada tahun 2018 untuk pemagangan sejak 2015-Oktober 2018 mencapai 149.064 orang, secara akumulasi jumlahnya naik menjadi 360.864. Program pemagangan ini dilakukan sebagai acuan baik untuk pihak pengguna tenaga kerja maupun pencari kerja itu sendiri.

Setelah mendapat pelatihan, kemudian mendapatkan kesempatan untuk magang, berikutnya adalah sertifikasi tenaga kera, ini penting karena bisa menjadi suatu quality control dari SDM.

  • Kemnaker Mengoptimalkan Informasi Pasar Kerja di Indonesia
Perlunya transparasi mengenai pasar kerja di Indonesia, menjadi salah satu faktor untuk mendukung kualitas SDM di Indonesia. Harapannya dengan adanya transparasi ini dapat memberikan informasi mengenai pekerjaan ataupun jumlah tenaga kerja yang tersedia untuk pelaku industri.


Aplikasi Berbasis Online untuk Para Pencari Kerja yang sedang dikembangkan oleh Pihak Kemnaker
untuk Mendorong Kualitas SDM Indonesia menjadi Lebih Baik

Bahkan untuk mendukung hal tersebut saat ini dan kedepannya Kemnaker sudah menyiapkan aplikasi yang dapat mengakses mengenai informasi lowongan kerja di mana saja, kapan saja, dan pastinya aplikasi ini dapat diakses oleh seluruh masyarakat Indonesia. 

Harapannya dengan menggunakan sistem layanan yang berbasis online ini, informasi pasar kerja di Indonesia semakin optimal.

Bahkan Kemnaker juga sudah mengagendakan antarlitas kementrian untuk menyampaikan informasi pasar kerja yang riil, untuk mereka para pencari kerja agar lebih terarah.

Akhirnya semua terobosan yang dilakukan oleh pemerintah tersebut akan terwujud jika mendapatkan dukungan dari seluruh pihak, supaya di tahun 2019 ini menjadi era pembangunan kualitas SDM Indonesia.