Thursday, November 14, 2019

Generasi Milenial, yuk Cerdas Memilih Pangan yang Aman Untuk Dikonsumsi Sehari-hari

Bisakah makan enak sekaligus makan sehat? 

Biasanya yang namanya makanan sehat itu rasanya kurang enak, apalagi sekarang ini jenis makanan semakin banyak dan bervariatif.

Banyak Tempat Makan Kekinian
dengan Menu yang Bervariatif

Tampilannya juga instagramable banged, hal ini nggak bisa dipungkiri menarik konsumen terutama para generasi milenial. Demi eksis di dunia maya dan nggak mau kudet alias kurang update, mereka tergiur untuk nyobain makan-makanan yang kekinian. Bahkan rela antri berjam-jam untuk mencicipi makanan tersebut.

Padahal belum tentu makanan kekinian tersebut aman dan sehat untuk kita konsumsi? Di satu sisi makanan dan minuman tersebut sedang ngehits, tapi di sisi lain kandungan gizinya tidak seimbang, dimana kandungan gula, garam dan lemaknya tinggi.

Nah, bagaimana menyikapi hal tersebut?

Generasi Milenial, yuk Cerdas Memilih makanan yang Aman dan Sehat

Aku pribadi sebagai generasi milenial pasti ingin hidup sehat dan cerdas. Jangan sampai karna tergiur dengan promo makanan yang murah, kita mengabaikan kualitasnya.

Kalau yang berhubungan dengan promo, siapa siy yang bisa menolaknya. Di tambah lagi dengan pelayanan yang praktis dan cepat, cukup pesan secara online, kita tinggal duduk manis menunggu pesanan diantar.

Dengan kemajuan teknologi saat ini, masyarakat termasuk generasi milenial dengan mudah busa mendapatkan produk obat dan makanan yang dijual secara langsung maupun online.

Oleh karena itu, kita harus hati-hati memilih produk pangan yang akan kita konsumsi untuk sehari-hari. Masalahnya jika kita tidak memperhatikan aspek keamanan, gizi, dan mutu dari pangan tersebut bisa berdampak bagi kesehatan tubuh kita.


Soalnya pangan yang bermasalah tersebut dapat menimbulkan masalah kesehatan, diantaranya penyakit tidak menular (diabetes, hipertensi, kolesterol, dll) dan kejadian luar biasa akibat pangan (diare, muntah, dan sebagainya).

Berbicara mengenai pangan, kalian tau nggak siy apa yang dimaksud dengan pangan itu? Kalau aku pribadi biasanya mengelompokan apapun yang berhubungan dengan makanan, yaitu pangan.

Tapi tepatnya, pangan itu adalah segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati dan air baik yang diolah, yang diperuntukan sebagai makanan atau minuman untuk dikonsumsi manusia. Termasuk bahan tambahan pangan, bahan baku pangan dan bahan lain yang digunakan dalam proses penyiapan, pengolaham atau pembuatan makanan dan minuman.

Nah, kamu tau nggak siy ternyata di Indonesia ada sekitar 4000 makanan lokal, dimana makanan tersebut akan menentukan makanan kita di masa depan. Tapi sayang sekarang ini hanya ada 9 komuditas yang diproduksi di dunia ini. Tentu hal ini menjadi tantangan kita bersama. 

Belum lagi permasalahan tentang gizi makanan yang kita konsumsi, apakah bagi kita yang tinggal di kota-kota besar sudah terbebas dari masalah kekurangan gizi? Jawabannya, adalah masalah gizi bukan hanya dihadapi oleh kota-kota kecil saja, tapi kota-kota besar juga qo!

Penyebab dari kekurangan atau masalah gizi biasanya disebabkan dari makanan yang kita konsumsi itu 
* Tidak sehat
* Nutrisi tidak tercukupi
* Bakteri atau kuman yang ada di dalam makanan ikut kita makan

Makanya BPOM dengan gencar mengajak seluruh masyarakat Indonesia khususnya generasi milenial agar mengkomsumsi makana  sehat.

Peran BPOM Menjaga Keamanan Makanan yang Kita Konsumsi

Dalam rangka memperingati hari pangan sedunia yang jatuh pada tanggal 16 Oktober, BPOM mengadakan bincang-bincang bersama para milenial tentang "Makan Sehat ala Generasi Cerdas".

Acara yang berlokasi di Mitra Terrace Jl. Gatot Subroto Kav. 21 Jakarta selatan dihadiri oleh Dr. Ir. Penny K. Lukito, MCP, Kepala Badan BPOM, Prof. Dr. Purwiyatno Hariyadi, Guru Besar Teknologi Pangan IPB dan dipandu oleh Kemal Gen FM.

Sebelumnya, keseruan acara ini dimulai dengan lomba yel-yel dari beberapa Sekolan Menengah Atas yang ada di Jakarta. Mereka menampilkan yel-yel dengan tema memperingati Hari Pangan Sedunia.

Hadirnya teman-teman SMA ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai Pangan yang Sehat dan Aman. Jadi, mereka tidak hanya sekedar menerima informasi saja, tapi sebagai generasi milenial bisa berpikir kritis dengan melakukan pengecekan kebenaran informasi tersebut.


Jadi ketika mereka ingin menyebarkan informasi tersebut, mereka sudah tahu apakah itu berdampak positif atau negatif? Intinya harus kritis dan cerdas dalam menerima dan menyebarkan informasi.

Kenapa siy masalah pangan ini penting, soalnya seperti penjelasan aku diatas kalau sekarang itu trennya penyakit tidak menular, selain itu ada juga malnutrition.

Makanya kehadiran BPOM sangat penting, untuk menjaga agar makanan yang beredar di tengah masyarakat aman dan sehat. Agar masyarakat bisa mengetahuinya maka perlu dicantumkannya nilai gizi dan nutrisi di label makanan dan minuman yang kita konsumsi. Lalu perlu juga dicantumin kandungan gula, garam, dan lemak.

Bukan hanya saat kita beli makanan secara langsung ajah, tapi ketika kita membelinya secara online juga harus kita cek dan ricek terlebih dahulu.

Sebagai konsumen kita harus cerdas kenali label gizi untuk pilihan lebih sehat, dan konsumsi dalam jumlah yang wajar yang sesuai dengan kebutuhan kita.

Bagaimana caranya? Kamu bisa memastikan Obat, makanan dan minuman itu aman atau tidak melalui Cek klik yaitu :
Kemasan, dalam kondisi baik tidak bocor, tidak sobek, tidak penyok, dan tidak mengembung.
Label, baca semua informasi pada label termasuk informasi nilai gizi.
Izin Edar, periksa izin edar produk dengan menggunakan aplikasi cek BPOM atau dengan scan 2D barcode di BPOM Mobile.
Kedaluwarsa, pastikan tidak melebihi kedaluwarsa.

So, guys Ingin hidup Sehat? Yuk, jadi konsumen yang cerdas mulai dari diri sendiri, keluarga dan lingkungan.

Kalau kamu menemukan berita-berita yang terkait dengan produk makanan, minuman, obat berbahaya, yang belum jelas kebenarannya. Jangan pernah ragu ya untuk menghubungi langsung Badan POM melalui Halo BPOM 1500533 atau melalui flatform media sosial mereka di :

Website : pom.go.id
IG : bpom_ri
FB : bpomRi
Twitter : bpom_ri

Sunday, November 10, 2019

Bagaimana Produktivitas dan Daya Saing Pertanian dan Industri Makanan di Indonesia Saat Ini?

Kamu tau nggak siy, bagaimana Produktivitas dan Daya Saing Pertanian dan Industri Makanan di Indonesia saat ini?


Sedangkan jumlah populasi pertumbuhan penduduk dunia di tahun 2045 diperkirakan akan menembus angka 9 miliar jiwa.. Wow

Tentu saja masalah pangan menjadi tantangan bagi Indonesia bahkan kebutuhan dunia juga. Mampukah ketahanan pangan Indonesia memenuhi kebutuhan masyarakat, sementara jumlah penduduk di Indonesia sendiri terus meningkat.

So, sebelum kita membahas hal tersebut. Kalian sudah tau belum apa ketahanan pangan itu? Jadi ketahanan pangan menurut UU No. 18/2012 yaitu kondisi terpenuhinya Pangan bagi negara sampai dengan perseorangan, yang tercermin dari tersedianya Pangan yang cukup baik jumlah maupun mutunya.

Selain itu pangan tersebut juga harus aman, bergizi, merata, dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat untuk dapat hidup sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan.

Sehingga masalah ketahanan pangan ini menjadi fokus utama pemerintah untuk terus melakukan peningkatan sekaligis pendampingan para pelaku usaha, yang diharapkan melalui industri pangan ini dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan perekonomian bangsa.

Berbicara mengenai ketahanan pangan jelas suatu hal yang menarik. Oleh karena itu Kadin Indonesia mengadakan Rakornas Agribisnis Kadin 2019 dengan tema Produktivitas dan Daya Saing Pertanian dan Industri Pangan.


Acara ini diadakan pada tanggal 5 November 2019, bertempat di Bali Room Hotel Indonesia Kempinski. Acara yang dihadiri oleh para Ketua dan anggota Kadin Indonesia ini terdiri dari 3 panel diskusi, yaitu :
  • Panel Diskusi I : Meningkatkan Produktivitas melalui penyedia lahan, bibit dan teknologi dalam menghadapi perubahan iklim
  • Panel Diskusi II : Ekosistem investasi ketahanan Pangan dan daya saing ekspor
  • Panel Diskusi III : Access to Finance
Dalam acara ini hadir Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P Roeslani, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Agrabinis, Pangan & Kehutanan Franky O Widjaja, serta Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Pengolahan Makanan dan Industri Peternakan Juan P. Adoe.




Selain itu hadir pula Deputi Bidang Koordinasi Pangan & Pertanian Kemenko Bidang Perekonomian Musdhalifah Mahmud, serta hadir pula Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang Broedjonegoro.

Rakornas Agribisnis Kadin 2019, Kita Butuh Pemikiran dan juga Aksi

Meskipun Sumber Daya Manusia (SDM) berlimpah tapi hal tersebut tidaklah cukup. Kita butuh pemikiran dan juga aksi apalagi pertumbuhan penduduk Indonesia terus bertambah, jadi kita juga harus meningkatkan produksi untuk memenuhi kebutuhan Pangan Nasional.

Hal ini juga disampaikan oleh Bapak Juan Permata Adoe selaku Wakil Ketua umum Kadin Indonesia bidang PMIP (Pengolahan Makanan & Industri Peternakan) yang mengatakan bahwa ruang pertumbuhan ekonomi berada di bidang pertanian dan pangan.


Dalam Rakornas Kadin 2019 ini juga membahas faktor-faktor kebijakan serta pelaksanaan bisnis yang memerlukan terobosan baru di era digital 4.0.

Kalian tau nggak, ternyata bidang pertanian menyumbang 1% untuk GDP, meskipun mayoritas produktivitas masih tinggi dari kelapa sawit, karena komoditas yang lain masih belum optimal.


Bapak Franky O.Widjaja selaku Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang APK (Agribisnis, Pangan, dan Kehutanan) berharap dalam 5 tahun kedepan Indonesia dapat mengoptimakkan bidang Agribisnis.

Beliau juga mengatakan meskipun di bidang agribisnis telah memperkerjakan 500 ribu pekerja namun produktivitas Indonesia cenderung masih kurang dibandingkan dengan negara Thailand, Vietnam dan Filipina.

Tapi Indonesia masih memiliki potensi untuk meningkatkan sektor agribisnis ini menjadi 1,5% dalam 5 tahun kedepan dengan 5 program yang menjadi fokus, yaitu :

  • SDM
  • Melanjutkan infrastruktur
  • Penyederhanaan Regulasi
  • Reformasi birokrasi dalam hal memprioritaskan investasi dalam menciptakan lapangan pekerjaan
  • dan Transformasi ekonomi
Untuk mewujudkan program tersebut perlu adanya dukungan teknologi yang dapat digunakan untuk meningkatkan bidang Pertanian dan juga Pangan. Senada dengan yang disampaikan oleh Ibu Musdhalifah Mahmud dari Menko Perekonomian yang menyatakan bahwa penting menyinergikan inovasi dan teknologi dalam bidang ini agar Produktivitas dan Ekonomi dapat meningkat.


Lantas, seberapa kuat ketahanan pangan Indonesia? Berdasarkan data The Economist Intelligence Unit tahun 2014-2018, indeks ketahanan pangan di Indonesia mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Dimana pada tahun 2014 indeks ketahanan pangan di Indonesia mencapai 46,5 indeks, dan pada tahun 2018 mencapai 54,8 indeks. It means ada kenaikan yang lumayan. Bahkan, berdasarkan data dari Global Food Security Index (GFSI), Indonesia berada pada peringkat ke-65 dunia dan ke-5 di ASEAN.

Tentunya usaha pemerintah melalui Kementrian Pertanian ini patut untuk kita apresiasi. Dimana pencapaian indeks ketahanan Pangan tersebut bisa dilakukan meskipun laju pertumbuhan penduduk setiap tahunnya selalu meningkat.

Bagaimana Produktivitas dan Daya Saing Pertanian dan Industri Makanan di Indonesia saat ini?

Meskipun indeks ketahanan pangan di Indonesia meningkat, tetap saja harus ditingkatkan lagi dan dibutuhkan adanya kerjasama dari seluruh lapisan.

Apalagi tantangan di dunia mengenai pertanian dan pangan ini cukup banyak, diantaranya :
▪ Tuntutan kualitas dari konsumen
▪ Trend dan pilihan konsumen
▪ Menurunya kualitas SDM

Maka dari itu, Menristek RI, Bapak Bambang Broedjonegoro membahas tentang bagaimana meningkatkan produktivitas dan daya saing pertanian melalui bibit dan teknologi dalam menghadapi perubahan iklim.


Kamu tau siapa itu Petani? Petani adalah pengusaha di bidang pertanian, jadi tidak terbatas dengan orang yang bekerja di sawah dan lahan .

Oleh karena itu kita dorong para petani mulai dari level yang paling kecil untuk berpikir seperti pengusaha di bidang pertanian, kita libatkan mereka dan mulai bermitra bersama. Pendekatan kemitraan ini perlu dilakukan bahkan harus diperluas dan lebih diintensifkan.

Kenapa? Soalnya melalui pendekatan ini dapat meningkatkan kesejahteraan dan menekan inflasi plus bisa menekan angka kemiskinan.

Lalu, industri yang berbasis pertanian juga harus dijadikan prioritas dalam konteks transformasi ekonomi, segingga automatis produktivitas juga harus lebih ditingkatkan.

Makanya arah research & development di Indonesia akan lebih diarahkan ke riset yang ;
1. Dapat dikembangkan secara komersial
2. Hasilnya bisa dirasakan langsung hasil/dampaknya oleh masyarakat

Selama ini memang banyak inovasi yang dilakukan, tapi masih banyak prototype hasil research & development yang tidak menjadi produk komersil. Seharusnya prinsip efisiensi dan kebutuhan pasar perlu dipergitungkan.

Salah satu contoh riset yang diprioritaskan yaitu rekayasa genetika dan juga pemuliaan tanaman. Riset pertanian yang dilakukan ini juga harus berbasis kawasan, yaitu dengan dilakukan spesifik lokasi. Mengingat iklim dan kondisi di Indonesia yang majemuk jadi harus tahan terhadap perubahan iklim.

Oleh karena itu sangat diharapkan para pengusaha juga melirik teknologi dan inovasi yang ada di Indonesia dan juga dapat berinteraksi dengan para tim penelitian.

Karena adanya perubahan iklim yang majemuk di Indonesia, BMKG saat ini memiliki Sekolah Lapang Iklim untuk para penyeluruh agar dapar meneruskan informasi mengenai perubahan iklim.

Selain beberapa hal diatas, ada yang harus diperhatikan dan tidak kalah penting untuk meningkatkan kreativitas dan daya saing pertanian dan Industri makanan di Indonesia, yaitu Penanaman Modal Asing (PMA) di sektor pangan dimana pada kuartal I/2019 mencapai nilai US$376 juta. Harapannya di masa depan sektor ini dapat lebih menarik banyak investor.

Langkah lainnya yaitu access to finance bagi petani, yang saat ini masih menjadi masalah utama dalam mewujudkan program-program ketahanan pangan, terutana bagi mereka petani-petani yang ada di daerah terpencil.

Untungnya saat ini sudah banyak bermunculan perusahaan fintech yang diawasi oleh OJK, sehingga hal ini bisa menjadi solusi layanan keuangan bagi masyarakat yang belum memiliki akses ke instusi perbankan.


Harapannya dengan hadirnya peserta yang lebih dari 200 orang dari sektor agribisnis, asosiasi petani, perbankan dan lain-lain dari seluruh Indonesia ini semua masukan dan rekomendasi yang dihasilkan dari Rakornas Agrabisnis Kadin 2019 ini bisa membawa perubahan yang lebih baik untuk bangsa Indonesia.

Aamiin

Friday, November 1, 2019

Menabung di SOBATKU Berpeluang Menjadi Seorang Jutawan Baru

Menabung bisa menjadi Jutawan, emang bisa? Sekarang kalau kamu menabung di SOBATKU, kamu bisa berpeluang menjadi jutawan baru lho! Keren nggak tuch..


Kemajuan dunia digital saat ini nggak bisa kita hindari, dengan ada teknologi ini tentu memberikan kita banyak manfaat. Salah satunya adalah kemudahan untuk menabung. Ini salah satu keunggulan yang dimiliki dari SOBATKU. Nah, ngomong-ngomong kalian sudah pada tahu apa belum tentang SOBATKU?

Jadi, SOBATKU ini singkatan dari Simpanan Online Sahabatku, yang merupakan tabungan online berbasis aplikasi dari KSP Sahabat Mitra Prestasi.

Nah, kali ini SOBATKU mendatangi kota Pontianak untuk memperkenalkan tabungan online dan membagikan hadiah grand prize.
Acara yang selalu dinantikan dan ditunggu-tunggu oleh nasabahnya. Kenapa? Secara hadiah yang diberikan lumayan banged guys!

SOBATKU Mendatangi Kota Pontianak

Minggu pagi tanggal 27 Oktober 2019 lalu SOBATKU mendatangi Kota Pontianak dan mengajak masyarakat sekitar Alun-alun Kapuas Pontianak untuk menjadi saksi hadirnya jutawan-jutawan baru.


Alasan undian grand prize ke-9 SOBATKU ini, karena bertepatan dengan perayaan HUT ke -248 kota Pontianak yang mengambil tema "Khatulistiwa Jalan Sehat Nasional Pontianak 2019"


Sesuai dengan temanya, acara ini diawali dengan kegiatan jalan sehat bersama masyarakat sekitar, selain itu juga ada hiburan Tari Melayu dan acara undian dengan total hadiah miliaran rupiah yang paling ditunggu.

Acara yang dihadiri oleh puluhan masyarakat ini, mendapatkan dukungan penuh dari Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dan ini merupakan acara grand prize 3 bulanan yang memberikan hadiah  uang tunai 100 juta untuk satu orang pemenang, 4 paket umroh untuk 4 orang pemenang, serta ratusan hadiah lainnya yang mencapai total milyaran rupiah.




Thursday, October 31, 2019

Mola TV, Cara Mudah untuk Menyaksikan Liga Inggris

Dunia sepak bola bukan hanya dekat dengan kaum adam saja, tapi olahraga yang satu ini juga menjadi tontonan favorit kaum hawa. Yupp, aku sendiri senang menyaksikan pertandingan sepak bola ketika duduk dibangku sekolah kelas 1 SMP.


Saat itu sedang berlangsung piala dunia. Awalnya yang membuat saya menarik, jujur karna tampang dari para pemain bolanya. Namun, seiring waktu ternyata olahraga ini serru juga untuk di tonton. 

Dari situlah saya lanjut menonton Liga Itali, Liga Inggris dan Liga Jerman, liga champion dan yang lainnya. Tak jarang saya bergadang untuk menonton klub sepakbola kesayangan saya.

Meskipun suka badmood sendiri kalau klub kesayangan kita kalah, tapi namanya sebuah permainan pasti ada yang menang dan kalah. Lebih sayang lagi kalau nggak bisa menyaksikan pertandingan group kesayangan kita.

Sempat tidak semangat untuk tidak menonton liga-liga sepak bola lagi, soalnya kalau dulu kita bisa menyaksikan di salah satu tv swasta tapi belakangan ini sudah tidak lagi.

Sampai beberapa waktu lalu, adik saya memberitahu kalau ada cara asik buat nonton liga sepak bola dunia, yaitu melalui layanan Mola TV.

Kenapa Nonton di Mola TV?

Semua tayangan yang ada di Mola TV tersedia tanpa perlu bayar alias gratis seumur hidup kecuali Liga Inggris. Jadi kalau kita sudah berlangganan Mola semua tayangan film dan yang lainnya akan selalu tersedia tanpa harus bayar.

MOLA TV yang resmi mengudara pada Agustus 2019 dan telah mencapai 12 juta pengguna di Indonesia dengan 2,5 juta subscribers untuk penonton /pengakses Liga Inggris. Selain itu MOLA TV juga menyajikan program yag memberikan pengetahuan, inspiratif positif tanpa meninggalkan unsure entertainment.

Menariknya Mola TV memiliki semua pertandingan di Eropa, ada 52 tayangan dan Mola TV punya memiliki tayangan esklusif. 

Selain penayangan langsung pertandingan, Mola TV juga akan memproduksi dan mengelola penayangan beragam konten lain seperti dokumenter, profil dan acara acara menarik lainnya seputar kegiatan nasional PSSI.


Mirwan Suwarso, perwakilan dari Mola TV, menyatakan pihaknya bertekad membantu meningkatkan perkembangan industri sepak bola nasional, bukan mengeksploitasi PSSI dengan mengambil hak siar pertandingan saja.

Mola TV, tegasnya, berkomitmen serius membantu PSSI menggarap industri sepak bola dan dilakukan bukan dari sekadar lingkup pengelolaan hak siar seperti produksi liputan dan distribusi penayangan pertandingan, namun juga membantu dalam peningkatan program PSSI seperti mengelola program Garuda Select di Eropa dan juga membantu mencari lawan tanding bagi timnas di setiap jenjang usia.

Program Unggulan Garuda Select-The Series hanya di Mola TV

Garuda Select - The Series adalah program serial dokumenter eksklusif MOLA TV yang mengikuti cerita kehidupan para pemain tim Garuda Select selama mereka berada di Eropa. Direkrut dari seluruh pelosok Indonesia.


Untuk selanjutnya mereka mengikuti program akselerasi pengembangan pemain muda yang diselenggarakan di Inggris dan Italia, para pemain Garuda Select dipilih langsung oleh Dennis Wise, mantan pemain Timnas Inggris yang juga mantan kapten Chelsea sebagai Technical Director dan Des Walker, mantan pemain Timnas Inggris yang pernah mengikuti ajang Piala Dunia 1990 yang turut bergabung menjadi Head Coach.

Program Garuda Select - The Series digarap serius dengan kualitas pengambilan gambar setara dokumenter dokumenter serupa di platform streaming sekelas Netflix dan Amazon. 

Hal ini memang karena Mola TV pun merupakan pemasok program untuk konsumsi pasar internasional melalui konten originalnya, diantaranya serial dokumenter Dream Chasers yang mengikuti kehidupan pemain muda di akademi Inter Milan dan Borussia Dortmund yang juga sudah bisa dilihat di aplikasi Mola TV saat ini.


Jadi kamu sekarang tinggal duduk manis di depan TV untuk menyaksikan pertandingan tim sepak bola kesayangan bareng sama teman, keluarga dan gebetan dech!!

Coba dech kamu liat disini dulu,https://mola.tv dijamin bakalan serru!!




Wednesday, October 30, 2019

Memilih Popok Dewasa untuk Orang Tua Tercinta

Masih segar dalam ingatan saya bagaimana Ibu berjuang melawan rasa takutnya untuk menjalani perawatan di rumah sakit di Jakarta. Bisa dikatakan itu adalah untuk pertama kalinya beliau di rawat. 

Ibu yang tak pernah mengeluh dan mengatakan rasa sakit yang dirasakannya, harus menerima kenyataan bahwa tubuhnya harus terbaring lemas di tempat tidur rumah sakit. Terpaksa beliau harus rehat dari segala aktivitas dan harus makan masakan rumah sakit.


Selama hidupnya, ibu akan merasakan mulas, bahkan sampai panas dingin ketika mendengar anak atau sanak saudaranya masuk rumah sakit. Tiba-tiba hal itu menimpa dirinya. Bisa dibayangkan begitu menolaknya beliau untuk dirawat di rumah sakit dan meminta untuk dirawat di rumah saja.



Selama 5 hari beliau dirawat di rumah sakit, akhirnya dokter mengizinkan Ibu untuk melakukan rawat jalan. Selama masa re-covery ini Ibu diminta untuk istirahat dan tidak melakukan banyak aktivitas. Karena sakit yang menyerang bagian hati dan pencernaanya maka kami anak-anaknya berusaha menyediakan segala kebutuhan ibu, mulai dari asupan makanan, obat-obatan yang diberikan dari rumah sakit, serta popok dewasa untuk orangtua.

Kenapa Kita Harus Jeli dalam Memilih Popok Orang Dewasa?

Biasanya popok sering digunakan untuk anak-anak, namun dalam kondisi tertentu penggunaan popok orang dewasa diperlukan. Oleh karena itu dalam hal ini biasanya dalam memilih dijamin kita harus lebih jeli dan teliti soal popok dewasa, kenapa?

Karena berbekal dari merek, kualitas dan reputasi yang baik, akan memberikan rasa aman, nyaman dan tenang dalam menggunakannya.

Dalam memilih popok orang dewasa, ada beberapa faktor yang harus kita perhatikan dan sesuaikan dengan kondisi tubuh dan aktivitas. Karena jika salah memilih maka masalah baru akan timbul.

Sunday, October 27, 2019

Awas, Penggunaan Medsos yang Tak Bijak Bisa Menghancurkan Keluarga

Biasanya dalam satu hari berapa lama kamu berseluncur di dunia maya..?? Kemajuan teknologi saat ini tak bisa kita hindari dan menjadikan penggunaan media sosial menjadi konten yang banyak diakses oleh masyarakat Indonesia melalui jaringan internet.

Perempuan dan Media Sosial

Makanya nggak heran kalau saat bangun tidur yang pertama kali dicari pasti handphone, betul nggak?

Sebenarnya penggunaan media sosial itu bukanlah suatu hal yang buruk, asalkan kita menggunakan dengan bijak, justru akan mendatangkan banyak manfaat bagi diri kita. 

Kalau dulu mulutmu adalah harimaumu, kalau sekarang ini media sosial itu ibarat mata pisau yang tajam, lidah dan jemari bisa menjadi silet yang menusuk. 

Apalagi Isu media sosial belakangan ini punya pengaruh besar untuk menjaga ketahanan keluarga. Oleh karena itu latar belakang inilah yang menjadi alasan Kementrian Agama mengadakan Seminar Sehari.

Seminar Sehari pada tanggal 17 Oktober 2019 bertempat di Aula Rasjidi Kementrian Agama, Jakarta, dihadiri oleh anggota Dharma Wanita, Majelis Ta'lim dan perwakilan dari BloggerCronny mengajak kita untuk menimba ilmu Seminar Sehari Pengarustamaan Gender, penasaran nggak siy, ini membahas tentang apa?

Seminar Sehari Pengarustamaan Gender

Dalam acara ini hadir Prof. Dr. H. Muhammadiyah Amin, MA dalam sambutannya mengatakan bukan hanya perempuan tapi media sosial juga memiliki pengaruh buruk pada siapapun. Oleh karena itu sangat penting untuk menanamkan edukasi penggunaan media sosial dengan baik.


Nah, kalau kita sudah menggunakan media sosial berarti kita siap-siap nggak boleh BAPER!! Soalnya media sosial bukan berpengaruh untuk diri kita sendiri tapi juga berpengaruh ke keluarga, lingkungan bahkan bangsa dan negara.

Apalagi fenomena pengaruh dari media sosial saat ini banyak mengakibatkan terjadinya perceraian, semua ini berawal dari apakah kalian tahu?

Jadi, bukan hanya faktor ekonomi saja, tapi adanya pengaruh dari media sosial ini bisa menyebabkan terjadinya perceraian. Sereem nggak siy!!

Mengingat perempuan mempunyai peran yang setara dalam rumah tangga, makanya kita sebagai kaum perempuan harus lebih bijak lagi dalam menggunakan media sosial.


Pesan ini juga disampaikan oleh Ibu Trisna Willy Lukman Hakim S, selaku Penasihat Dharma Wanita Kementrian Agama mengatakan kalau masyarakat sudah teredukasi dengan baik dalam menggunakan medis sosial maka ada beberapa tips yang harus dijalankan, yaitu :

  • Saring sebelum Sharing
  • Pilih-pilih teman dalam bermedia sosial
  • Menjaga kenyamanan keluarga dengan menjaga privasi individu keluarga dalam bermedsos.
Kita harus dapat berpikir terbuka dan selalu membiasakan diri untuk selalu membaca dan saring terlebih dahulu informasi yang kita dapat, pastikan kalau berita tersebut bukan hoax.

Terlebih lagi kita kaum perempuan harus bisa menjaga agar pasangan kita selalu on the track dalam bermedsos, sekaligus menjadi pengawas penggunaan media sosial di lingkup keluarga.

Intinya sah-sah ajah kita main media sosial asalkan harus pintar mengatur waktu, jangan asik sendiri, terlebih lagi lebih mementingkan gadgednya daripada orang-orang yang ada disekitarnya.

Awas, Penggunaan Medsos yang Tak Bijak Bisa Menghancurkan Keharmonisan Keluarga

Jika kita telaah kembali menggunakan media sosial nggak selalu negatif dan serem qo, yang penting kita bisa memanfaatkan fiturnya dengan benar dan bijak. Jadi pahami terlebih dahulu bain buruknya, sebab teknologi hanya membantu sedangakan kita yang menggunakannya jangan sampai mau dibodohi dan diperbudak

Melalui acara ini, yuk sama-sama aktif dalam gerakan bersama untuk memproduksi content positif yang bermanfaat bagi orang banyak, dan ingat ada yang namanya jejak rekam digital.




Monday, October 14, 2019

10 Oktober Diperingati sebagai Hari Kesehatan Jiwa Sedunia, Ayo Cegah Bunuh Diri

Setiap 40 detik, ada 1 kematian akibat bunuh diri, percaya nggak? Tercatat 800.000 orang meninggal karena bunuh diri setiap tahunnya di seluruh dunia dan bunuh diri ini adalah penyebab utama kematian kedua diantara usia 15-29 tahun.


10 Oktober, Hari Kesehatan Jiwa Sedunia
Yupp, tanggak 10 Oktober diperingati sebagai Hari Kesehatan Jiwa sedunia, dimana peringatan ini berfokus kepada pencegahan bunuh diri yang kebanykan terjadi pada remaja atau di usia produktif. Namun, isu mengenai kesehatan jiwa di Indonesia ini masih kurang mendapatkan perhatian. Meskipun jumlahnya cukup tinggi tapi dokter spesialis kesehatan jiwa masih minim selain itu juga jika ingin berkonsultasi ke psikiater biaya yang dikeluarkan juga lumayan mahal.

Depresi yang dirasakan oleh Novi setelah melahirkan anak pertamanya (postpartum syndrom) secara caesar membuatnya beberapa kali ingin melakukan bunuh diri. Rasa depresi yang begitu berat membuat dirinya tidak mau merawat anak kandungnya. Hal ini berawal ketika dokter memutuskan kalau dirinya harus melahirkan secara caesar, sedangkan yang ada dibenaknya harus melahirkan secara normal dan ini yang merasa dirinya bersalah karna melahirkan caesar.

Apalagi ditambah Asi yang keluar tidak banyak semakin menambah rasa stressnya. Rasa depresi yang dihadapi oleh Ibu Novi ini disimpannya sendiri bahkan dirahasiakan dari suaminya. Meskipun diluar dia tampak tersenyum, tapi dalam jiwanya selalu bergejolak. Padahal beliau seorang psikolog, akhirnya faktor ini yang membuat dirinya semakin menutup penyakitnya ini.

Menyadari ada yang salah dalam dirinya, akhirnya Ibu Novi menceritakan depresinya ini kepada dosen pembimbingnya dan bergabung dengan komunitas MotherHope Indonesia, yang merupakan komunitas dengan permasalahan yang sama. Komunitas ini sangat membantu dirinya untuk terlepas dari tingkat depresi tinggi yang dialaminya, karena sering mengadakan seminar, psikoedukasi, home visit dan support group. 


Pengalaman yang dialami oleh Ibu Novi ini, menyadarkan kita kalau kondisi gangguan jiwa ini bisa terjadi pada siapa saja, termasuk profesional sekalipun. Kisah pengalaman Ibu Novi ini beliau ceritakan di acara Hari Kesehatan Mental pada hari Rabu 9 Oktober bertempat di gedung Kemenkes Jl. Rasuna Said Kuningan Jakarta.

10 Oktober, Diperingati sebagai Hari Kesehatan Jiwa Sedunia

Kamu udah tau belum, kalau setiap tanggal 10 Oktober itu diperingati sebagai hari Kesehatan Jiwa sedunia, dan yang menjadi pertanyaanya adalah, jiwa kita sudah sehat belum ya? Karna kesehatan jiwa menurut Kemenkes RI adalah kondisi seorang individu yang dapat berkembang baik secara fisik, mental, spiritual dan sosial. Sehingga individu tersebut dapat mengatasi tekanan, dapat bekerja secara produktif dan mampu memberikan kontribusi bagi orang banyak.


Sehat Jiwa dimulai dari Diri Sendiri, Keluarga dan Masyarakat

Intinya kita bukan hanya menjaga kesehatan tubuh saja, tapi kesehatan jiwa juga harus diperhatikan karena kuduanya saling berkaitan. 

Apalagi setiap pribadi pasti pernah merasakan yang namanya depresi, perbedaanya adalah respon setiap orang terhadap stress dan depresi ini berbeda-beda. Terkadang penyakit ini suka tidak disadari oleh penderitanya bahkan berusaha untuk menutupinya dengan berbagai alasan. Ada banyak hal yang menyebabkan seorang memiliki gangguan jiwa dan hal ini nggak bisa dianggap remeh, karena penyakit ini bisa mempengaruhi emosi, pola pikir dan juga perilaku penderitanya.

Tidak menutup kemungkinan si penderita bisa stress, depresi berat dan berujung pada bunuh diri. Karena sikap dan perilaku yang sering diluar nalar, seringkali penderita gangguan jiwa ini dijauhkan, dihina bahkan dikucilkan dari lingkungannya. Seharusnya penderita gangguan jiwa ini dibawa kerumah sakit untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

Seperti apa yang dialami oleh Ibu Novi, bahwa depresi, gangguan jiwa ini bisa berisiko kepada siapa saja, ini disebabkan karena beberapa hal berikut :
  • Adanya predisposisi kerentanan
  • Adanya masalah hubungan awal yang tidak harmonis atau terputus dengan ibu
  • Mengalami kekerasan, bullying, trauma atau diskriminasi
  • Mengalami tekanan hidup berat
  • Minim dukungan sosial
  • Sejarag anggota bunuh diri
  • Mudah mendapatkan alat untuk bunuh diri
Faktanya kematian akibat bunuh diri di Indonesia masih tinggi, dibalik satu kematian ada 20 percobaan bunuh diri yang tidak terdata. Woww, serem juga yaa!!

Bukan hanya itu ternyata bunuh diri juga menular lho!

Bukan Penyakit, kenapa Bunuh Diri bisa Menular?

Tindakan bunuh diri ini bukan karena kurang beriman saja, tapi juga biasanya karena nggak mampu untuk membahas masalah yang dia miliki, nggak berani untuk bercerita ke orang lain tentang tekanan-tekanan yang dia hadapi. Soalnya sudah lebih dahulu takut di judge sama oranglain dan lingkungannya.

Sedihnya lagi, bukan penyakit tapi bunuh diri ini bisa menular, tanpa mereka sadari dengan melakukan bunuh diri akan menyelesaikan permasalahannya padahal malah menimbulkan masalah baru. Padahal pada dasarnya setiap orang memiliki insting untuk bertahan hidup, insting manusia ini dirancang sedemikian rupa untuk mengedepankan keselamatan, namun bagi mereka yang kondisi mentalnya rentan mereka percaya dengan bunuh diri masalah dan rasa sakitmereka akan hilang juga.

karena setiap orang memiliki respon yang berbeda maka risiko tertular bunuh diri semakin besar, terutama jika seseorang sudah memiliki faktor risiko tertentu dan berada pada posisi yang dapat memicu untuk bunuh diri. Oleh karenaitu waspadai anak dan remaja yang pernah melakukan hal berikut ini :


Selain sikap waspada jika kita melihat ada tanda teman atau siapapun yang menunjukan tanda-tanda ingin melakukan bunuh diri, jangan dicuekin yaa tapi harus ditanggapi dengan serius dan juga harus didampingin dan kita bantu dengan,
  • Tunjukan rasa empati kita kepada mereka
  • Berinteraksi secara positif, ajak mereka berbicara
  • Bukan hanya sebagai pendengar yang baik, usahakan bantu menyelesaikan permasalahan mereka
  • Mengajak mereka untuk mencari bantuan sosial
Pokoknya jangan sampai mereka merasa kesepian, merasa nggak berguna, merasa putus asa dan tertekan dalam jangka waktu yang berkepanjangan. Banyak cara yang bisa kita lakukan untuk mencegah bunuh diri, salah satunya aplikasi Sehat Jiwa dari Kemenkes yang di dalamnya banyak informasi-informasi bermanfaat bagi masyarakat.

Yuk guys, sama-sama kita cegah bunuh diri.

Usahakan selalu memperhatikan kesehatan fisik dan jiwa dimulai dari diri sendiri, keluarga dan lingkungan. Jangan sampai stress menguasai kita, lebih baik isi kegiatan sehari-hari dengan hal positif dan selalu bersyukur.

Ingat! Jika ada orang di sekitar kita yang depresi berat, jangan dianggap remeh yaa tapi harus kita rangkul.

Salam sehat!!