Thursday, November 14, 2019

Generasi Milenial, yuk Cerdas Memilih Pangan yang Aman Untuk Dikonsumsi Sehari-hari

Bisakah makan enak sekaligus makan sehat? 

Biasanya yang namanya makanan sehat itu rasanya kurang enak, apalagi sekarang ini jenis makanan semakin banyak dan bervariatif.

Banyak Tempat Makan Kekinian
dengan Menu yang Bervariatif

Tampilannya juga instagramable banged, hal ini nggak bisa dipungkiri menarik konsumen terutama para generasi milenial. Demi eksis di dunia maya dan nggak mau kudet alias kurang update, mereka tergiur untuk nyobain makan-makanan yang kekinian. Bahkan rela antri berjam-jam untuk mencicipi makanan tersebut.

Padahal belum tentu makanan kekinian tersebut aman dan sehat untuk kita konsumsi? Di satu sisi makanan dan minuman tersebut sedang ngehits, tapi di sisi lain kandungan gizinya tidak seimbang, dimana kandungan gula, garam dan lemaknya tinggi.

Nah, bagaimana menyikapi hal tersebut?

Generasi Milenial, yuk Cerdas Memilih makanan yang Aman dan Sehat

Aku pribadi sebagai generasi milenial pasti ingin hidup sehat dan cerdas. Jangan sampai karna tergiur dengan promo makanan yang murah, kita mengabaikan kualitasnya.

Kalau yang berhubungan dengan promo, siapa siy yang bisa menolaknya. Di tambah lagi dengan pelayanan yang praktis dan cepat, cukup pesan secara online, kita tinggal duduk manis menunggu pesanan diantar.

Dengan kemajuan teknologi saat ini, masyarakat termasuk generasi milenial dengan mudah busa mendapatkan produk obat dan makanan yang dijual secara langsung maupun online.

Oleh karena itu, kita harus hati-hati memilih produk pangan yang akan kita konsumsi untuk sehari-hari. Masalahnya jika kita tidak memperhatikan aspek keamanan, gizi, dan mutu dari pangan tersebut bisa berdampak bagi kesehatan tubuh kita.


Soalnya pangan yang bermasalah tersebut dapat menimbulkan masalah kesehatan, diantaranya penyakit tidak menular (diabetes, hipertensi, kolesterol, dll) dan kejadian luar biasa akibat pangan (diare, muntah, dan sebagainya).

Berbicara mengenai pangan, kalian tau nggak siy apa yang dimaksud dengan pangan itu? Kalau aku pribadi biasanya mengelompokan apapun yang berhubungan dengan makanan, yaitu pangan.

Tapi tepatnya, pangan itu adalah segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati dan air baik yang diolah, yang diperuntukan sebagai makanan atau minuman untuk dikonsumsi manusia. Termasuk bahan tambahan pangan, bahan baku pangan dan bahan lain yang digunakan dalam proses penyiapan, pengolaham atau pembuatan makanan dan minuman.

Nah, kamu tau nggak siy ternyata di Indonesia ada sekitar 4000 makanan lokal, dimana makanan tersebut akan menentukan makanan kita di masa depan. Tapi sayang sekarang ini hanya ada 9 komuditas yang diproduksi di dunia ini. Tentu hal ini menjadi tantangan kita bersama. 

Belum lagi permasalahan tentang gizi makanan yang kita konsumsi, apakah bagi kita yang tinggal di kota-kota besar sudah terbebas dari masalah kekurangan gizi? Jawabannya, adalah masalah gizi bukan hanya dihadapi oleh kota-kota kecil saja, tapi kota-kota besar juga qo!

Penyebab dari kekurangan atau masalah gizi biasanya disebabkan dari makanan yang kita konsumsi itu 
* Tidak sehat
* Nutrisi tidak tercukupi
* Bakteri atau kuman yang ada di dalam makanan ikut kita makan

Makanya BPOM dengan gencar mengajak seluruh masyarakat Indonesia khususnya generasi milenial agar mengkomsumsi makana  sehat.

Peran BPOM Menjaga Keamanan Makanan yang Kita Konsumsi

Dalam rangka memperingati hari pangan sedunia yang jatuh pada tanggal 16 Oktober, BPOM mengadakan bincang-bincang bersama para milenial tentang "Makan Sehat ala Generasi Cerdas".

Acara yang berlokasi di Mitra Terrace Jl. Gatot Subroto Kav. 21 Jakarta selatan dihadiri oleh Dr. Ir. Penny K. Lukito, MCP, Kepala Badan BPOM, Prof. Dr. Purwiyatno Hariyadi, Guru Besar Teknologi Pangan IPB dan dipandu oleh Kemal Gen FM.

Sebelumnya, keseruan acara ini dimulai dengan lomba yel-yel dari beberapa Sekolan Menengah Atas yang ada di Jakarta. Mereka menampilkan yel-yel dengan tema memperingati Hari Pangan Sedunia.

Hadirnya teman-teman SMA ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai Pangan yang Sehat dan Aman. Jadi, mereka tidak hanya sekedar menerima informasi saja, tapi sebagai generasi milenial bisa berpikir kritis dengan melakukan pengecekan kebenaran informasi tersebut.


Jadi ketika mereka ingin menyebarkan informasi tersebut, mereka sudah tahu apakah itu berdampak positif atau negatif? Intinya harus kritis dan cerdas dalam menerima dan menyebarkan informasi.

Kenapa siy masalah pangan ini penting, soalnya seperti penjelasan aku diatas kalau sekarang itu trennya penyakit tidak menular, selain itu ada juga malnutrition.

Makanya kehadiran BPOM sangat penting, untuk menjaga agar makanan yang beredar di tengah masyarakat aman dan sehat. Agar masyarakat bisa mengetahuinya maka perlu dicantumkannya nilai gizi dan nutrisi di label makanan dan minuman yang kita konsumsi. Lalu perlu juga dicantumin kandungan gula, garam, dan lemak.

Bukan hanya saat kita beli makanan secara langsung ajah, tapi ketika kita membelinya secara online juga harus kita cek dan ricek terlebih dahulu.

Sebagai konsumen kita harus cerdas kenali label gizi untuk pilihan lebih sehat, dan konsumsi dalam jumlah yang wajar yang sesuai dengan kebutuhan kita.

Bagaimana caranya? Kamu bisa memastikan Obat, makanan dan minuman itu aman atau tidak melalui Cek klik yaitu :
Kemasan, dalam kondisi baik tidak bocor, tidak sobek, tidak penyok, dan tidak mengembung.
Label, baca semua informasi pada label termasuk informasi nilai gizi.
Izin Edar, periksa izin edar produk dengan menggunakan aplikasi cek BPOM atau dengan scan 2D barcode di BPOM Mobile.
Kedaluwarsa, pastikan tidak melebihi kedaluwarsa.

So, guys Ingin hidup Sehat? Yuk, jadi konsumen yang cerdas mulai dari diri sendiri, keluarga dan lingkungan.

Kalau kamu menemukan berita-berita yang terkait dengan produk makanan, minuman, obat berbahaya, yang belum jelas kebenarannya. Jangan pernah ragu ya untuk menghubungi langsung Badan POM melalui Halo BPOM 1500533 atau melalui flatform media sosial mereka di :

Website : pom.go.id
IG : bpom_ri
FB : bpomRi
Twitter : bpom_ri

Sunday, November 10, 2019

Bagaimana Produktivitas dan Daya Saing Pertanian dan Industri Makanan di Indonesia Saat Ini?

Kamu tau nggak siy, bagaimana Produktivitas dan Daya Saing Pertanian dan Industri Makanan di Indonesia saat ini?


Sedangkan jumlah populasi pertumbuhan penduduk dunia di tahun 2045 diperkirakan akan menembus angka 9 miliar jiwa.. Wow

Tentu saja masalah pangan menjadi tantangan bagi Indonesia bahkan kebutuhan dunia juga. Mampukah ketahanan pangan Indonesia memenuhi kebutuhan masyarakat, sementara jumlah penduduk di Indonesia sendiri terus meningkat.

So, sebelum kita membahas hal tersebut. Kalian sudah tau belum apa ketahanan pangan itu? Jadi ketahanan pangan menurut UU No. 18/2012 yaitu kondisi terpenuhinya Pangan bagi negara sampai dengan perseorangan, yang tercermin dari tersedianya Pangan yang cukup baik jumlah maupun mutunya.

Selain itu pangan tersebut juga harus aman, bergizi, merata, dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat untuk dapat hidup sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan.

Sehingga masalah ketahanan pangan ini menjadi fokus utama pemerintah untuk terus melakukan peningkatan sekaligis pendampingan para pelaku usaha, yang diharapkan melalui industri pangan ini dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan perekonomian bangsa.

Berbicara mengenai ketahanan pangan jelas suatu hal yang menarik. Oleh karena itu Kadin Indonesia mengadakan Rakornas Agribisnis Kadin 2019 dengan tema Produktivitas dan Daya Saing Pertanian dan Industri Pangan.


Acara ini diadakan pada tanggal 5 November 2019, bertempat di Bali Room Hotel Indonesia Kempinski. Acara yang dihadiri oleh para Ketua dan anggota Kadin Indonesia ini terdiri dari 3 panel diskusi, yaitu :
  • Panel Diskusi I : Meningkatkan Produktivitas melalui penyedia lahan, bibit dan teknologi dalam menghadapi perubahan iklim
  • Panel Diskusi II : Ekosistem investasi ketahanan Pangan dan daya saing ekspor
  • Panel Diskusi III : Access to Finance
Dalam acara ini hadir Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P Roeslani, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Agrabinis, Pangan & Kehutanan Franky O Widjaja, serta Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Pengolahan Makanan dan Industri Peternakan Juan P. Adoe.




Selain itu hadir pula Deputi Bidang Koordinasi Pangan & Pertanian Kemenko Bidang Perekonomian Musdhalifah Mahmud, serta hadir pula Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang Broedjonegoro.

Rakornas Agribisnis Kadin 2019, Kita Butuh Pemikiran dan juga Aksi

Meskipun Sumber Daya Manusia (SDM) berlimpah tapi hal tersebut tidaklah cukup. Kita butuh pemikiran dan juga aksi apalagi pertumbuhan penduduk Indonesia terus bertambah, jadi kita juga harus meningkatkan produksi untuk memenuhi kebutuhan Pangan Nasional.

Hal ini juga disampaikan oleh Bapak Juan Permata Adoe selaku Wakil Ketua umum Kadin Indonesia bidang PMIP (Pengolahan Makanan & Industri Peternakan) yang mengatakan bahwa ruang pertumbuhan ekonomi berada di bidang pertanian dan pangan.


Dalam Rakornas Kadin 2019 ini juga membahas faktor-faktor kebijakan serta pelaksanaan bisnis yang memerlukan terobosan baru di era digital 4.0.

Kalian tau nggak, ternyata bidang pertanian menyumbang 1% untuk GDP, meskipun mayoritas produktivitas masih tinggi dari kelapa sawit, karena komoditas yang lain masih belum optimal.


Bapak Franky O.Widjaja selaku Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang APK (Agribisnis, Pangan, dan Kehutanan) berharap dalam 5 tahun kedepan Indonesia dapat mengoptimakkan bidang Agribisnis.

Beliau juga mengatakan meskipun di bidang agribisnis telah memperkerjakan 500 ribu pekerja namun produktivitas Indonesia cenderung masih kurang dibandingkan dengan negara Thailand, Vietnam dan Filipina.

Tapi Indonesia masih memiliki potensi untuk meningkatkan sektor agribisnis ini menjadi 1,5% dalam 5 tahun kedepan dengan 5 program yang menjadi fokus, yaitu :

  • SDM
  • Melanjutkan infrastruktur
  • Penyederhanaan Regulasi
  • Reformasi birokrasi dalam hal memprioritaskan investasi dalam menciptakan lapangan pekerjaan
  • dan Transformasi ekonomi
Untuk mewujudkan program tersebut perlu adanya dukungan teknologi yang dapat digunakan untuk meningkatkan bidang Pertanian dan juga Pangan. Senada dengan yang disampaikan oleh Ibu Musdhalifah Mahmud dari Menko Perekonomian yang menyatakan bahwa penting menyinergikan inovasi dan teknologi dalam bidang ini agar Produktivitas dan Ekonomi dapat meningkat.


Lantas, seberapa kuat ketahanan pangan Indonesia? Berdasarkan data The Economist Intelligence Unit tahun 2014-2018, indeks ketahanan pangan di Indonesia mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Dimana pada tahun 2014 indeks ketahanan pangan di Indonesia mencapai 46,5 indeks, dan pada tahun 2018 mencapai 54,8 indeks. It means ada kenaikan yang lumayan. Bahkan, berdasarkan data dari Global Food Security Index (GFSI), Indonesia berada pada peringkat ke-65 dunia dan ke-5 di ASEAN.

Tentunya usaha pemerintah melalui Kementrian Pertanian ini patut untuk kita apresiasi. Dimana pencapaian indeks ketahanan Pangan tersebut bisa dilakukan meskipun laju pertumbuhan penduduk setiap tahunnya selalu meningkat.

Bagaimana Produktivitas dan Daya Saing Pertanian dan Industri Makanan di Indonesia saat ini?

Meskipun indeks ketahanan pangan di Indonesia meningkat, tetap saja harus ditingkatkan lagi dan dibutuhkan adanya kerjasama dari seluruh lapisan.

Apalagi tantangan di dunia mengenai pertanian dan pangan ini cukup banyak, diantaranya :
▪ Tuntutan kualitas dari konsumen
▪ Trend dan pilihan konsumen
▪ Menurunya kualitas SDM

Maka dari itu, Menristek RI, Bapak Bambang Broedjonegoro membahas tentang bagaimana meningkatkan produktivitas dan daya saing pertanian melalui bibit dan teknologi dalam menghadapi perubahan iklim.


Kamu tau siapa itu Petani? Petani adalah pengusaha di bidang pertanian, jadi tidak terbatas dengan orang yang bekerja di sawah dan lahan .

Oleh karena itu kita dorong para petani mulai dari level yang paling kecil untuk berpikir seperti pengusaha di bidang pertanian, kita libatkan mereka dan mulai bermitra bersama. Pendekatan kemitraan ini perlu dilakukan bahkan harus diperluas dan lebih diintensifkan.

Kenapa? Soalnya melalui pendekatan ini dapat meningkatkan kesejahteraan dan menekan inflasi plus bisa menekan angka kemiskinan.

Lalu, industri yang berbasis pertanian juga harus dijadikan prioritas dalam konteks transformasi ekonomi, segingga automatis produktivitas juga harus lebih ditingkatkan.

Makanya arah research & development di Indonesia akan lebih diarahkan ke riset yang ;
1. Dapat dikembangkan secara komersial
2. Hasilnya bisa dirasakan langsung hasil/dampaknya oleh masyarakat

Selama ini memang banyak inovasi yang dilakukan, tapi masih banyak prototype hasil research & development yang tidak menjadi produk komersil. Seharusnya prinsip efisiensi dan kebutuhan pasar perlu dipergitungkan.

Salah satu contoh riset yang diprioritaskan yaitu rekayasa genetika dan juga pemuliaan tanaman. Riset pertanian yang dilakukan ini juga harus berbasis kawasan, yaitu dengan dilakukan spesifik lokasi. Mengingat iklim dan kondisi di Indonesia yang majemuk jadi harus tahan terhadap perubahan iklim.

Oleh karena itu sangat diharapkan para pengusaha juga melirik teknologi dan inovasi yang ada di Indonesia dan juga dapat berinteraksi dengan para tim penelitian.

Karena adanya perubahan iklim yang majemuk di Indonesia, BMKG saat ini memiliki Sekolah Lapang Iklim untuk para penyeluruh agar dapar meneruskan informasi mengenai perubahan iklim.

Selain beberapa hal diatas, ada yang harus diperhatikan dan tidak kalah penting untuk meningkatkan kreativitas dan daya saing pertanian dan Industri makanan di Indonesia, yaitu Penanaman Modal Asing (PMA) di sektor pangan dimana pada kuartal I/2019 mencapai nilai US$376 juta. Harapannya di masa depan sektor ini dapat lebih menarik banyak investor.

Langkah lainnya yaitu access to finance bagi petani, yang saat ini masih menjadi masalah utama dalam mewujudkan program-program ketahanan pangan, terutana bagi mereka petani-petani yang ada di daerah terpencil.

Untungnya saat ini sudah banyak bermunculan perusahaan fintech yang diawasi oleh OJK, sehingga hal ini bisa menjadi solusi layanan keuangan bagi masyarakat yang belum memiliki akses ke instusi perbankan.


Harapannya dengan hadirnya peserta yang lebih dari 200 orang dari sektor agribisnis, asosiasi petani, perbankan dan lain-lain dari seluruh Indonesia ini semua masukan dan rekomendasi yang dihasilkan dari Rakornas Agrabisnis Kadin 2019 ini bisa membawa perubahan yang lebih baik untuk bangsa Indonesia.

Aamiin

Friday, November 1, 2019

Menabung di SOBATKU Berpeluang Menjadi Seorang Jutawan Baru

Menabung bisa menjadi Jutawan, emang bisa? Sekarang kalau kamu menabung di SOBATKU, kamu bisa berpeluang menjadi jutawan baru lho! Keren nggak tuch..


Kemajuan dunia digital saat ini nggak bisa kita hindari, dengan ada teknologi ini tentu memberikan kita banyak manfaat. Salah satunya adalah kemudahan untuk menabung. Ini salah satu keunggulan yang dimiliki dari SOBATKU. Nah, ngomong-ngomong kalian sudah pada tahu apa belum tentang SOBATKU?

Jadi, SOBATKU ini singkatan dari Simpanan Online Sahabatku, yang merupakan tabungan online berbasis aplikasi dari KSP Sahabat Mitra Prestasi.

Nah, kali ini SOBATKU mendatangi kota Pontianak untuk memperkenalkan tabungan online dan membagikan hadiah grand prize.
Acara yang selalu dinantikan dan ditunggu-tunggu oleh nasabahnya. Kenapa? Secara hadiah yang diberikan lumayan banged guys!

SOBATKU Mendatangi Kota Pontianak

Minggu pagi tanggal 27 Oktober 2019 lalu SOBATKU mendatangi Kota Pontianak dan mengajak masyarakat sekitar Alun-alun Kapuas Pontianak untuk menjadi saksi hadirnya jutawan-jutawan baru.


Alasan undian grand prize ke-9 SOBATKU ini, karena bertepatan dengan perayaan HUT ke -248 kota Pontianak yang mengambil tema "Khatulistiwa Jalan Sehat Nasional Pontianak 2019"


Sesuai dengan temanya, acara ini diawali dengan kegiatan jalan sehat bersama masyarakat sekitar, selain itu juga ada hiburan Tari Melayu dan acara undian dengan total hadiah miliaran rupiah yang paling ditunggu.

Acara yang dihadiri oleh puluhan masyarakat ini, mendapatkan dukungan penuh dari Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dan ini merupakan acara grand prize 3 bulanan yang memberikan hadiah  uang tunai 100 juta untuk satu orang pemenang, 4 paket umroh untuk 4 orang pemenang, serta ratusan hadiah lainnya yang mencapai total milyaran rupiah.