Wednesday, November 27, 2019

Kolaborasi Dian Sastro dan SGE Live Untuk Tumbuh Kembang Anak dengan Autisme

Siapa yang tidak mengenal sosok Dian Sastrowardoyo, pemeran Cinta dalam Film AADC ini memang tidak ada yang meragukan akting dan bakatnya di bidang Film.

Belum lama ini Dian akhirnya Open Up tentang anaknya yang penyitas autism Spectrum disorder (ASD). Kenapa akhirnya Dian berbicara, karna untuk mendapatkan pertolongan yang paling tepat untuk anak kita adalah dengan menerima terlebih dahulu faktanya.

Pic by : Dede Ariyanto

Stop denial! Karena pada saat kita menerima kita akan jauh lebih terbuka untuk menerima banyaknya informasi baru. 

Bertepatan dengan Hari Anak Sedunia yang jatuh pada 20 November 2019, Dian ingin memyampaikan kepada seluruh dunia bahwa anak-anak dengan autism berhak untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik, jauh dari kata-kata terlantar dan memperoleh pendidikan yang baik.

Bagi Dian sendiri yang berkecimpung di dunia seni, ternyata putranya dengan spectrum autism ternyata anaknya lebih tertarik kepada visual daripada audio. Sang putra jauh lebih tertarik tentang sesuatu yang dijelaskan secara visual gambar daripada diceritakan secara verbal.

Sehingga Dian bisa menggunakan seni untuk berkomumikasi dengan anaknya, lebih bisa fokus. Anak dengan Autism mereka biasanya memiliki kehambatan perilaku dalam hal bersosialisasi kepada orang lain, tapi biasanya mereka punya kekhususan yang sangat menarik bagi anak dengan autism.

Diluar sana memang banyak orangtua yang memiliki anak dengan autism, sebenarnya apa yang menjadi penyebabnya? Apakah ini faktor genetik?

Bantuan Khusus Orangtua dengan Anak Autism

Dian tau bahwa diluar sana banyak orangtua yang senasib dengan dirinya, banyak orangtua yang membutuhkan bantuan khusus untuk anak-anak dengan berkebutuhan spesial ini.

Karena anaknya sendiri banyak mendapatkan bantuan dari sekolah Drisana. 
Drisana sendiri merupakan sekolah khusus anak autism dimana sebagian besar muridnya berasal dari keluarga tidak mampu.


Sekolah Drisana awalnya berdiri pada tahun 2014 dengan nama awal sekolah Keana. Karena adanya keterbatasan dana sekolah ini mengalami penggusuran pada awal tahun 2019 lalu. Hingga akhirnya sekolah ini berubah menjadi Sekolah Drisana yang memiliki 9 orang murid dan 4 orang guru.

Seiring waktu jumlah murid di sekolah Drisana bertambah, namun karena keterbatasan ruangan, mereka tidak dapat menerima lebih banyak lagi.

Oleh karena itu Dian mengatakan kenapa sekolah ini perlu dibantu? Soalnya Sekolah Drisana ini memerlukan dukungan agar dapat berkembang dan memberikan bantuan yang lebih luas lagi bagi mereka yang membutuhkan.

Selain itu agar murid-murid di Sekolah Drisana dapat belajar dengan lebih nyaman dan menyenangkan.

Karena anak-anak dengan autisme memiliki hak untuk mendapatkan perlindungan dari kekerasan, keterlantaran dan mereka juga membutuhkan kasih sayang dan hak untuk bermain seperti anak-anak normal lainnya.

Sama halnya dengan Dian, pihak sekolah Drisana sangat bersyukur dan menyambut hangat kepeduliam SGE Live dan Dian Sastrowardhoyo terhadap sekolah Drisana.

Kolaborasi Dian Sastrowardoyo dan SGE Live untuk Tumbuh Kembang Anak dengan Autisme

Mayoritas anak-anak dengan autisme memiliki kesulitan  berkomunikasi dengan orang lain, sehingga membutuhkan dukungan dan perawatan agar mereka dapat hidup mandiri hingga dewasa.

Diluar sana kita sering mendengar, sebenarny apa siy yang menjadi penyebab anak menjadi Autisme? Apakah faktor keturunan?

Nyatanya belum ada hasil yang pasti oleh para peneliti mengenai penyebab dari Autisme ini, dan hal ini juga tidak dapat diketahui secara pasti saat anak ada dalam kandungan. Namun yang jelas ini bukan dari faktor keturunan orangtua, banyak faktor lain yang menyebabkan anak dengan autisme, salah satunya bisa disebabkan juga dari makanan.

Namun, anak dengan autisme ini dapat kita ketahui dan kenali ciri-ciri sebagai berikut :
  • Kesulitan komunikasi, anak dengan autisme cenderung kesulitan berkomunikasi dengan orang lain.
  • Gangguan dalam berhubungan sosial, biasanya anak dengan autisme asyik dengan dunianya sendiri.
  • Perilaku-perilaku khas lain, anak dengan autisme biasanya memiliki perilaku yang khas, antara lain cepat marah, kesulitan mengubah suatu aktivitas tertentu dan memilikiketerbatasan atau minat yang unik.
Selain itu ciri lainnya, sering memiliki pandangan kososng dan jika dipanggil namanya tidak langsung merespon. Oleh karena itu jika anak-anak kita memiliki tanda-tanda tersebut dapat segera membawa anak-anak untuk memperoleh diagnosis dan penangan yang tepat dengan berkonsultasi secara intensif dengan dokter spesialis dan tim medis lainnya.

Banyak diantara kita yang berpikir jika anak dengan autisme tidak memiliki kemampuan apapun, padahal mereka bisa berkembang melalui eksplorasi lewat seni.


Sehingga inilah yang mendorong Sorak Gemilang Entertainment (SGE Live), sebagai promotor 'teamla  Future Park and Animals of Flowers, Syimbiotic Lives' berkolaborasi dengan Dian Sastrowardhoyo mengedukasi masyarakat tentang pentingnya seni bagi tumbuh kembang anak dengan autisme.


Tuesday, November 26, 2019

Yakin, Sanitasi di Rumah Kamu Sudah Aman Bagi Kesehatan?

Kamu pernah nggak melihat kehidupan saudara-saudara kita yang tinggal di dekat kali? Bagaimana mereka memperoleh air bersih dan bagaimana dengan sanitasi mereka sehari-hari?



Terkadang kita yang melintas di sekitarnya saja, sudah tidak tahan dengan bau kurang sedap yang tercium, tapi nyatanya banyak masyarakat kita yang telah bertahun-tahun tinggal disana.

Pasti, ini bukan kemauan mereka juga tapi tingginya biaya hidup menjadi pilihan untuk bertahan hidup di tengah-tengah kota.

Mendengar langsung pengalaman dari saudara kita yang tinggal dekat dengan kali, bagaimana mereka menceritakan tentang hal yang dianggap remeh, padahal ini merupakan sesuatu yang sangat penting untuk kehidupan kita yang lebih baik.

Pengalaman tersebut aku dapatkan ketika hadir di acara Kumpul Blogger dan Vlogger "Sanitasi Aman, Mulai Kapan? Tepatnya pada tanggal 19 November 2019, bertempat di Comic Cafe, Tebet Raya No. 53D, Jakarta Selatan.

Bersama dengan teman-teman BloggerCrony lainnya kami diajak untuk melihat sanitasi masyarakat yang tinggal di sekitar daerah Kelurahan Tebet Timur yang rumahnya  berada di dekat pinggir kali.


Ini pertama kalinya bagi aku pribadi berkunjung ke daerah tersebut. Salah satu warga yang tinggal disana bercerita kepada kami bahwa baru 3 bulan terakhir ini mereka baru menggunakan pipa saluran menuju Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), lantas selama bertahun-tahun sebelumnya kemana limbah domestik mereka berakhir?

Kalian tau jawabannya, yup kotoran mereka berakhir di sepanjang kali tempat tinggal mereka. Jadi bagi masyarakat yang tinggal di daerah tersebut bukan sesuatu yang jijik jika di pagi hari melihat kotoran manusia melintas di air kali. 

Aku pribadi sedikit kaget, karna berpikir kalau yang mengalir langsung ke kali hanya limbah air saja, karena mikirnya mereka juga memiliki toilet dan septik tank untuk BAB. Tapi nyatanya kotoram yang mereka keluarkan tersebut langsung menuju ke kali.

Cerita Warga Daerah Tebet Timur

Mereka mengatakan kenapa baru 3 bulan terakhir ini menggunakan IPAL, ternyata kendalanya adalah mereka tidak memiliki dana untuk membuat toilet dan tangki septi tank, jadi sebagai jalan pintasnya mereka langsung membuang limbah domestik mereka ke kali.

Selain itu masih banyak masyarakat yang belum perduli dengan kesehatan dan kebersihan diri mereka, keluarga mereka dan lingkungan mereka. Apalagi mengenai sanitasi yang aman bagi kesehatan mereka. Hal ini dianggap sepela, padahal ini merupakan hal yang sangat penting untuk kebidupan masa depan kita semua.


Namun, apa yang membuat mereka akhirnya sadar dan mulai memiliki septi tank dirumah mereka. Hati nurani mereka mengatakan berawal ketika melihat petugas kebersihan membersihkan sampah yang ada di kali mereka sebagai makhluk hidup, tidak nyaman jika para petugas tersebut melihat dan membersihkan kotoran mereka.

Hingga akhirnya melalui kesadaran dan penyuluhan pemerintah setempat, warga yang tinggal dekat pinggir kali mulai membangun toilet yang dilengkapi dengan tangki septi tank secara gotong royong alias patungan.

Kendala biaya sedikit tertolong, dengan adanya bantuan APP Sinarmas dan kesadaran masyarakat akan sanitasi yang aman bagi kesehatan  tumbuh di diri mereka. Melalui bantuan ini masyarakat sekitar Tebet Timur bisa mengelola air limbah, dan mereka sadar bahwa sungai/kali si sekitar mereka sudah tercemar dan menimbulkan bau yang tidak sedap.

Faktanya, setelah memiliki sanitasi yang aman, warga merasakan adanya perbedaan dan merasa lebih nyaman. Pemandangan yang kurang enak dipagi hari pun sudah berangsur berkurang. Tapi memang belum semua warga di sekitar lingkungan Tebet Timur, khususnya di Rt.08 Rw.10 sudah memiliki IPAL untuk saluran limbah domestik mereka.

Kenapa kita langsung melakukan ke lapangan di daerah ini? Soalnya, ini merupakan lingkungan yang menjadi contoh kawasan yang mulai melakukan pengolahan limbah domestik.

Ini memang perlu waktu, tenaga, pikiran dan biaya agar masyarakat yang tinggal disana bisa membuat sanitasi yang aman bagi kesehatan mereka. Paling tidak saat ini mereka pada akhirnya mulai memasang instalasi agar ada biofilter dan limbah yang dihasilkan bisa dikelola.

Hari Toilet Sedunia

Kamu tau nggak, kalau ada Hari Toilet Sedunia? Mungkin banyak diantara kita yang masih belum mengetahui hal ini. Hari Toilet Sedunia yang jatuh pada tanggal 19 November, tapi justru masalah sanitasi ini sering dianggap 'urusan belakang' sayangnya hal ini sangat penting karena melibatkan kualitas hidup masyarakat.


Dalam acara kumpul Blogger dan Vlogger Hari Toilet Sedunia 2019 dipandu oleh Mbak Lina Damayanti, Moderator advisor Bidang Advokasi dan Komunikasi USAID IUWASH PLUS, dan hadir pula bebberapa narasumber :
  • Ika Fransisca, Advisor Bidang Pemasaran dan Perubahan Perilaku UDAID IUWASH PLUS,
  • Dr. Subekti SE, MM, Direktur Utama PD PAL JAYA
  • Zaidah Umami, Bidang Kesehatan Lingkungan Puskesmas Kecamatan Tebet

Pada tahun 2018 akses sanitasi ke toilet atau jamban mencapai lebih dari 74,5%, termasuk 7% sanitasi aman. Sayangnya pencapaian ini tidak dibarengi dengan penurunan diare dan stunting. 

Karena kenyataannya kejadian diare di Indonesia mencapai 7% dan stunting diatas 30% dan pada tahun 2017, Kementrian Lingkungan Hidup menyatakan bahwa 75% sungai yang ada di Indonesia sudah tercemar, dimana 60% polutam disumbangkan oleh air limbah domestik yang tidak diolah.

Berbicara hal ini, kalian tau nggak siy kemana berakhirnya kotoran domestik kita berakhir? Trus, apa semua rumah sudah memiliki toilet?

Kenyataannya, masih banyak toilet di Ibu kota yang tidak memiliki sanitasi yang aman. Ternyata daerah di Indonesia yang sudah memiliki sanitasi bagus dan tidak buang sembarangan itu adalah daerah Yogyakarta, kemudian disusul kota Jakarta yang berada di peringkat kedua.

Bagaimana dengan sanitasi daerah kalian guys??

Kalau dari pengalaman pribadi aku, pernah berkunjung ke beberapa daerah dan melihat langsung kondisi toilet disana, ya bisa dibilang miris melihat kondisinya, seperti yang aku lihat di sekitar daerah Tebet Timur kemaren.

Lantas, kapan Sanitasi Aman?

Pertanyaan ini mungkin selalu muncul di benak kita, karena di luar sana masih banyak masyarakat Indonesia yang BAB sembarangan.  Tentu kita nggak bisa berdiam diri dan nggak boleh pasif melihat kondisi seperti itu. Kita harus memiliki kesadaran dan memberikan edukasi bahwa kebersihan dan kesehatan harus tetap diperhatikan, terutama yang meyangkut dengan hal sanitasi.

Karena pengolaan yang berhubungan dengan air limbah ini sering diabaikan, padahal semua ini dapat berpengaruh kepada kualitas hidup masyarakat dan efeknya juga terhadap diare dan stunting.

Jika melihat fakta diatas, haruskah kita menungu semua sungai yang ada di sekitar kita tercemar? Lalu, sanitasi aman itu yang seperti apa siy?

Yakin, Sanitasi di Rumah Kamu Sudah Aman Bagi Kesehatan?

Sanitasi Aman itu merupakan sistem sanitasi yang memutus sumber pencemaran limbah domestik ke sumber air. Artinya, sanitasi aman mencakup penampungan air limbah domestik si tangki septi yang sesuai SNI.


Kamu tau nggak, kalau di Indonesia sendiri ternyata masih ada sekitar 25 juta penduduk yang masih BABS (Buang Air Besar Sembarangan). Ini bukan angka yang sedikit bukan, dan masalah Sanitasi Aman ini bukan saja persoalan kemiskinan, tapi Tahu, Mampu, dan Mau.


Permasalahan Sanitasi Aman ini adalah permasalahan yang hampir semua orang tidak mau tahu. Bagaimana berakhirnya limbah kotoran kita dibuang? Apakah sungai atau kali di sekitar kita cukup bersih dan terhindar dari limbah kita sendiri?

Padahal lingkungan yang baik adalah lingkungan yang tidak tercemari dengan kotoran manusia (limbah domestik) dan untuk mewujudkan lingkungan yang baik tersebut kita harus menjadi warga yang mematuhi peraturan dan tanyakan kepada diri sendiri apakah sanitasi di rumah kamu sudah aman? 

Mengapa rumah kita perlu toilet dan tangki septik yang aman? Alasannya adalah, 

  • Tinja adalah sumber penyakit, karena mengandung puluhan miliar mikroba, seperti bakteri E-coli dan salmonella, virus hepatitis, ribuan telur cacing, dan hal lainnya yang membahayakan kesehatan manusia, terutama anak-anak
  • Tangki Septi Memberikan solusi, agar tinja tidak mencemari sumber air dan lingkungan, serta menjadi sumber penyakit
  • Tangki Septi berfungsi sebagai tempat penampungan dan pengolahan tinja sementara.
Mengenai standar teknis tangki septik yang baik adalah :
1. Harus kedap air
2. Memiliki volume standar
3. Memiliki lubang kontrol
4. Memiliki ventilasi
5. Memiliki pipa masuk dan keluar
6. Harus dikuras/disedot, diangkut, dan dibuang dengan truk tinja secara reguler ke IPLT setiap 2-3 tahun sekali.


Kalau jamban sehat, maka sanitasi aman dan kualitas hidup kita juga akan lebih baik. Jangan sampai ya guys kita punya smartphone, motor, mobol kece tapi dalam rumah nggak punya toilet, urusan sanitasi tidak mendapatkan perhatian.

Dari sanitasi yang buruk inilah bisa mengakibatkan diare, jika anak-anak sudah terkena diare maka bisa timbul masalah selanjutnya permasalahan gizi buruk pada anak-anak hingga stunting.

Jangan sampai kita ini bukan MEMBIASAKAN yang benar, bukan MEMBENARKAN yang biasa. Gimana caranya membiasakan yang benar? Mulailah jadi blogger dan tetangga yang baik dengan membiasakan diri dan mengajak mereka untuk :
  • Mencuci tangan dengan sabun 
  • Membuang sampah pada tempatnya
  • Sedot WC secara teratur setiap 2-3 tahun sekali
So, yuk guys mari kita tidak membenarkan apa yang sudah terbiasa, dan membiasakan apa yang sudah benar. Bahwa hidup sehat dan bahagia itu adalah tujuan kita bersama.



Saturday, November 23, 2019

Yuk, Cegah Diabetes Sejak Dini

Kamu percaya nggak kalau anak-anak bisa terkena diabetes? Nyatanya saat ini seiring tingginya Penyakit Tidak Menular (PTM) di Indonesia, yang sekarang ini menjadi tren di usia 10 sampai 14 tahun.



 Almarhum bapak aku terkena penyakit diabetes dan ginjal, sempat dirawat dirumah sakit karna penyakit ini dan akhirnya meninggal. Makanya aku tuch ingin tahu lebih informasi mengenai penyakit ini.

Karena sebagai keluarga yang memiliki riwayat keturunan diabetes, tak menutup kemungkinan memiliki risiko yang lebih tinggi. Apalagi diabetes ini disebut dengan mother of diseas dan merupakan termasuk ke dalam Penyakit Tidak Menular.

Belakangan ini PTM mengambil tempat tertinggi dalam penyebab kematian di Indonesia. Serem nggak siy! Tren ini setiap tahun angkanya terus meningkat lho..

Kalau dulu tuch penyakit tidak menular ini identik dengan penyakit orang tua, tapi sekarang PTM ini sudah banyak menyerang usia produktivitas. Bahkan 3 dari 10 orang mengetahui kalau dia memiliki penyakit tidak menular. 1 diantara 3 orang tersebut rutin berobat sedangkan 7 orang lainnya tidak mengetahuinya.

Banyak faktor yang menyebabkan penyakit tidak menular ini terus meningkat, diantaranya malas bergerak, gaya hidup dan pola makan yang tidak baik.


Oleh karena itu Kementerian Kesehatan selalu mengajak masyarakat untuk melakukan Gerakan Masyarakat Sehat (GERMAS). Berikut ini beberapa tips perilaku hidup sehat :
  • Menerapkan kawasan bebas rokok
  • Tidak berganti pasangan
  • Kendalikan asupan gula, garam, dan lemak (ggl)
Dengan adanya peringatan Hari Diabetes yang jatuh pada tanggal 14 November, diharapkan masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan dan mencegah diabetes sejak dini.

Apa siy Diabetes?

Penyakit diabetes atau yang sering disebut juga dengan penyakit gula adalah penyakit yang berlangsung lama atau kronis ditandai dengan kadar gula (glukosa) darah tinggi atau di atas nilai normal. Dimana glukosa yang menumpuk di dalam darah tidak diserap sel tubuh dengan baik sehingga dapat menimbulkan berbagai gangguan organ tubuh lainnya.

Akibat fatal dari diabetes ini jika tidak diobati dengan benar, maka akan menimbulkan komplikasi penyakit lainnya yang membahayakan nyawa bagi penderitanya.


Pada kesempatan peringatan Hari Diabetes Sedunia ini peran individu sangat diharapkan sekali untuk bertanggung jawab, jangan menyerahkan kepada pemerintah terkait penyakit ini.

Salah satunya yaitu dengan melakukan deteksi sedini mungkin, jangan merasa diri sehat-sehat saja sehingga kita mengabaikan yang namanya medhical check up.

Lantas, bener nggak siy kalau diabetes ini diderita oleh anak-anak?

Yuk, Cegah Diabetes Sejak Dini

Siapapun berisiko terkena diabetes, hal ini bukan hanya disebabkan karna faktor keturunan saja. Karen kesehatan merupakan hal mendasar yang harus dicapai agar hidup kita produktif, oleh karena itu dibutuhkan komitmen dan perubahan perilaku yang revolusioner untuk menerapkan budaya hidup bersih dan sehat.

Mengingat diabetes ini berisiko terkena pada anak-anak, yang disebut dengan diabetes tipe 1, sedangkan pada orang dewasa biasanya diabetes Melitus tipe 2.

Diabetes Melitus tipe 1 ini terjadu karena berkurang atau tidak adanya produksi insulin dalam tubuh akibat sel-sel yang memproduksi insulin dirusak oleh sel-sel imun.

Karena DM tipe 1 ini menyerang anak-anak dan remaja, maka bagi penderitanya memerlukan insulin seumur hidupnya. Duch kebayang nggak siy kalau anak, adik, saudara, tetangga kita yang selama hidupnya tidak bisa lepas dari obat.

Sesih dunk pastinya, dan tidak ingin hal tersebut terjadi dengan orang-orang terdekat kita.

So, yuk kita cegah diabetes sejak dini. Bagaimana caranya? Ketahui terlebih dahulu gejalanya biasanya anak-anak akan merasakan hal ini,
  • Sering kencing
  • Sering merasa haus
  • Berat badan menurun
Ketika kita menemukan tanda-tanda tersebut pada anak, apa yang harus kita lakukan? Segera konsultasikan ke dokter anak terdekat, cek gula darah sewaktu dan cek kencing anak.

Jika anak-anak yang sudah terkena diabetes, sebaiknya ajak untuk berolahraga dan mereka juga membutuhkan insulin seumur hidupnya bukan obat-obatan. 

Makanya, jangan pernah menyepelekan penyakit DM tipe 2 pada anak-anak, masalahnya jika mereka tidak mendapatkan pengobatan yang tepat dan tidak mendapatkan insulin maka bisa berakibat fatal, diantaranya :
  • Gangguan pertumbuhan
  • Pubertas terlambat
  • Harapan hidup pendek
  • Kualitas hidup anak menurun
Jadi ingat, selain almarhum bapak, abang aku juga saat ini menderita diabetes dan ternyata penyakit ini sudah mempengaruhi penglihatannya. 

Maka dari itu selain penderita menjaga pola hidup sehat, dukungan dari orang sekitar sangat dibutuhkan oleh mereka. Dukungan dan nasehat positif sangat diperlukan untuk menghindari kecemasan bagi penderita diabetes.

Now, mari sama-sama kita menjaga kesehatan dan menangani masalah diabetes ini bukan hanya teori saja tapi diperlukan tekad, usaha bahkan perhitungan tertentu agar mencapai hasil yang maksimal.

Apalagi dalam menghadapi diabetes, yuk #CegahDiabetes sejak dini dimulai dari diri sendiri, keluarga dan tetangga.


Wednesday, November 20, 2019

Nonton Semakin Asik dan Praktis dengan M-Tix

Kalau kamu lebih suka nonton ke bioskop atau nonton TV cabel dirumah?

Pasti kita memiliki selera yang beragam, kalau aku pribadi nyaman siy dengan keduanya tapi ada beberapa film tertentu yang lebih asik nonton di bioskop. Apalagi sekarang ini film-film Indonesia sudah banyak dan semakin beragam, so dengan menonton ke bioskop-bioskop kesayangan kita, ini sudah termasuk mendukung perfilman Indonesia siy!


Apalagi kalau sekarang, dengan kemajuan teknologi kita sudah dimudahkan banged, mau beli tiket nonton sekarang kita juga nggak perlu lagi ngantri panjang, udah ada cara yang lebih asik dan praktis. 

Yupp, kita sekarang udah bisa beli tiket nonton secara online. Coba ngacung siapa yang sudah memanfaatkan fasilitas ini?

Ini lah yang dipahami betul oleh pihak Cinema XXI, selaku perusahaan jaringan bioskop terbesar di Indonesia dengan merangkul kebutuhan pasar ini dengan baik dan meluncurkan dua fitur terbaru mobile ticketing M-Tix.

Nonton Semakin Asik dan Praktis dengan M-Tix

Inget banged siy kalau dulu tuch mau nonton di bioskop harus dateng lebih awal trus harus antri  cukup lama juga, begitu sudah antri ternyata tempat duduk yang tersedia hanya bagian paling depan, nyesek nggak siy! 

Tapi sekarang nggak perlu lagi dunk, sekarang ini dengan kemajuan teknologi yang semakin canggih dan banyaknya bermunculan aplikasi-aplikasi yang semakin memudahkan kita untuk membeli tiket bioskop secara online.

Dengan adanya fasilitas ini, kita jadi punya waktu untuk nongkrong dulu, makan, belanja atau sekedar cuci mata keliling mall. Mau dateng mepet-mepet jam tayang juga nggak masalah, tinggal print out tiket trus masuk ke dalam bioskop.

Apalagi generasi milenial sekarang ini nggak bisa lepas dari yang namanya gadget, dan mereka maunya yang praktis dan cepat. Paham dengan kondisi ini makanya Cinema XXI meluncurkan fitur terbaru mereka, yaitu e-voucher dan pembelian F&B


Jadi, kamu nggak usah takut kehabisan ticket dan batal nonton film favorit kita dan akhirnya bikin mood kita jelek seharian. Pengalaman seperti ini nggak akan kamu jumpai lagi kalau sudah menggunakan fitur terbaru mobile ticketing M-Tix ini.

Melalui aplikasi ini kita bisa melihat film yang sedang tayang, di mana tayangnya, dan tayang sampai di jam berapa, sekaligus kita bisa memilih tempat duduk yang kita inginkan.

Jadi nggak heran siy kalau pembelian ticket online menunjukan peningkatan, dimana data berdasarkan Webedia Movies Pro dan Vertigo Research pada tahun 2018 mengatakan penjualan tiket bioskop secara online pada tahun 2018 naik sekitar 18,7% jika dibandingkan pada tahun sebelumnya dan hal tersebut juga terjadi di Indonesia.

Begitu juga berdasarkan data yang dimiliki Cinema XXI, transaksi penjualan tiket online versus offline pada kuartal II 2019 mencapai lebih dari 40% atau mengalami pertumbuhan lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

Kemudahan menggunakan platform yang serba digital sekarang ini, memang dirasakan betul oleh generasi milenial dan antusias mereka untuk pergi ke bioskop juga semakin tinggi. 

So, wajar jika pihak Cinema XXI ingin merangkul dan merespon pertumbuhan tersebut, agar para genesi penonton usia produktif Gen Y atau milenial dan Gen Z semakin asik dan praktis untuk membeli tiket bioskop secara online.

Mengapa Beli Tiket Bioskop di M-Tix

M-Tix yang telah hadir untuk pemesanan tiket bioskop secara online sehak tahu 2006, terus menyempurkan fiturnya agar dapat memenuhi kebutuhan pasar. 

Sudah jelas didorong dengan generasi milenial dan Gen-Z yang mencapai lebih dari 60% yang sangat menjunjung tinggi praktis, mudah dan cepat. Ini lah yang coba dijawab oleh pihak Cinema XXI dengan hadirnya e-voucher dan pembelian F&B.

Jadi ada beberapa keunggulan yang dimiliki oleh 2 fitur ini yaitu

1. Nggak perlu antri atau keabisan ticket
2. Tinggal pilih tempat duduk
3. Dapat memesan makanan dan minuman tanpa harus mengantri.

Dengan adanya e-voucher ini ingin memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi penikmat film.




Thursday, November 14, 2019

Generasi Milenial, yuk Cerdas Memilih Pangan yang Aman Untuk Dikonsumsi Sehari-hari

Bisakah makan enak sekaligus makan sehat? 

Biasanya yang namanya makanan sehat itu rasanya kurang enak, apalagi sekarang ini jenis makanan semakin banyak dan bervariatif.

Banyak Tempat Makan Kekinian
dengan Menu yang Bervariatif

Tampilannya juga instagramable banged, hal ini nggak bisa dipungkiri menarik konsumen terutama para generasi milenial. Demi eksis di dunia maya dan nggak mau kudet alias kurang update, mereka tergiur untuk nyobain makan-makanan yang kekinian. Bahkan rela antri berjam-jam untuk mencicipi makanan tersebut.

Padahal belum tentu makanan kekinian tersebut aman dan sehat untuk kita konsumsi? Di satu sisi makanan dan minuman tersebut sedang ngehits, tapi di sisi lain kandungan gizinya tidak seimbang, dimana kandungan gula, garam dan lemaknya tinggi.

Nah, bagaimana menyikapi hal tersebut?

Generasi Milenial, yuk Cerdas Memilih makanan yang Aman dan Sehat

Aku pribadi sebagai generasi milenial pasti ingin hidup sehat dan cerdas. Jangan sampai karna tergiur dengan promo makanan yang murah, kita mengabaikan kualitasnya.

Kalau yang berhubungan dengan promo, siapa siy yang bisa menolaknya. Di tambah lagi dengan pelayanan yang praktis dan cepat, cukup pesan secara online, kita tinggal duduk manis menunggu pesanan diantar.

Dengan kemajuan teknologi saat ini, masyarakat termasuk generasi milenial dengan mudah busa mendapatkan produk obat dan makanan yang dijual secara langsung maupun online.

Oleh karena itu, kita harus hati-hati memilih produk pangan yang akan kita konsumsi untuk sehari-hari. Masalahnya jika kita tidak memperhatikan aspek keamanan, gizi, dan mutu dari pangan tersebut bisa berdampak bagi kesehatan tubuh kita.


Soalnya pangan yang bermasalah tersebut dapat menimbulkan masalah kesehatan, diantaranya penyakit tidak menular (diabetes, hipertensi, kolesterol, dll) dan kejadian luar biasa akibat pangan (diare, muntah, dan sebagainya).

Berbicara mengenai pangan, kalian tau nggak siy apa yang dimaksud dengan pangan itu? Kalau aku pribadi biasanya mengelompokan apapun yang berhubungan dengan makanan, yaitu pangan.

Tapi tepatnya, pangan itu adalah segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati dan air baik yang diolah, yang diperuntukan sebagai makanan atau minuman untuk dikonsumsi manusia. Termasuk bahan tambahan pangan, bahan baku pangan dan bahan lain yang digunakan dalam proses penyiapan, pengolaham atau pembuatan makanan dan minuman.

Nah, kamu tau nggak siy ternyata di Indonesia ada sekitar 4000 makanan lokal, dimana makanan tersebut akan menentukan makanan kita di masa depan. Tapi sayang sekarang ini hanya ada 9 komuditas yang diproduksi di dunia ini. Tentu hal ini menjadi tantangan kita bersama. 

Belum lagi permasalahan tentang gizi makanan yang kita konsumsi, apakah bagi kita yang tinggal di kota-kota besar sudah terbebas dari masalah kekurangan gizi? Jawabannya, adalah masalah gizi bukan hanya dihadapi oleh kota-kota kecil saja, tapi kota-kota besar juga qo!

Penyebab dari kekurangan atau masalah gizi biasanya disebabkan dari makanan yang kita konsumsi itu 
* Tidak sehat
* Nutrisi tidak tercukupi
* Bakteri atau kuman yang ada di dalam makanan ikut kita makan

Makanya BPOM dengan gencar mengajak seluruh masyarakat Indonesia khususnya generasi milenial agar mengkomsumsi makana  sehat.

Peran BPOM Menjaga Keamanan Makanan yang Kita Konsumsi

Dalam rangka memperingati hari pangan sedunia yang jatuh pada tanggal 16 Oktober, BPOM mengadakan bincang-bincang bersama para milenial tentang "Makan Sehat ala Generasi Cerdas".

Acara yang berlokasi di Mitra Terrace Jl. Gatot Subroto Kav. 21 Jakarta selatan dihadiri oleh Dr. Ir. Penny K. Lukito, MCP, Kepala Badan BPOM, Prof. Dr. Purwiyatno Hariyadi, Guru Besar Teknologi Pangan IPB dan dipandu oleh Kemal Gen FM.

Sebelumnya, keseruan acara ini dimulai dengan lomba yel-yel dari beberapa Sekolan Menengah Atas yang ada di Jakarta. Mereka menampilkan yel-yel dengan tema memperingati Hari Pangan Sedunia.

Hadirnya teman-teman SMA ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai Pangan yang Sehat dan Aman. Jadi, mereka tidak hanya sekedar menerima informasi saja, tapi sebagai generasi milenial bisa berpikir kritis dengan melakukan pengecekan kebenaran informasi tersebut.


Jadi ketika mereka ingin menyebarkan informasi tersebut, mereka sudah tahu apakah itu berdampak positif atau negatif? Intinya harus kritis dan cerdas dalam menerima dan menyebarkan informasi.

Kenapa siy masalah pangan ini penting, soalnya seperti penjelasan aku diatas kalau sekarang itu trennya penyakit tidak menular, selain itu ada juga malnutrition.

Makanya kehadiran BPOM sangat penting, untuk menjaga agar makanan yang beredar di tengah masyarakat aman dan sehat. Agar masyarakat bisa mengetahuinya maka perlu dicantumkannya nilai gizi dan nutrisi di label makanan dan minuman yang kita konsumsi. Lalu perlu juga dicantumin kandungan gula, garam, dan lemak.

Bukan hanya saat kita beli makanan secara langsung ajah, tapi ketika kita membelinya secara online juga harus kita cek dan ricek terlebih dahulu.

Sebagai konsumen kita harus cerdas kenali label gizi untuk pilihan lebih sehat, dan konsumsi dalam jumlah yang wajar yang sesuai dengan kebutuhan kita.

Bagaimana caranya? Kamu bisa memastikan Obat, makanan dan minuman itu aman atau tidak melalui Cek klik yaitu :
Kemasan, dalam kondisi baik tidak bocor, tidak sobek, tidak penyok, dan tidak mengembung.
Label, baca semua informasi pada label termasuk informasi nilai gizi.
Izin Edar, periksa izin edar produk dengan menggunakan aplikasi cek BPOM atau dengan scan 2D barcode di BPOM Mobile.
Kedaluwarsa, pastikan tidak melebihi kedaluwarsa.

So, guys Ingin hidup Sehat? Yuk, jadi konsumen yang cerdas mulai dari diri sendiri, keluarga dan lingkungan.

Kalau kamu menemukan berita-berita yang terkait dengan produk makanan, minuman, obat berbahaya, yang belum jelas kebenarannya. Jangan pernah ragu ya untuk menghubungi langsung Badan POM melalui Halo BPOM 1500533 atau melalui flatform media sosial mereka di :

Website : pom.go.id
IG : bpom_ri
FB : bpomRi
Twitter : bpom_ri

Sunday, November 10, 2019

Bagaimana Produktivitas dan Daya Saing Pertanian dan Industri Makanan di Indonesia Saat Ini?

Kamu tau nggak siy, bagaimana Produktivitas dan Daya Saing Pertanian dan Industri Makanan di Indonesia saat ini?



Sedangkan jumlah populasi pertumbuhan penduduk dunia di tahun 2045 diperkirakan akan menembus angka 9 miliar jiwa.. Wow

Tentu saja masalah pangan menjadi tantangan bagi Indonesia bahkan kebutuhan dunia juga. Mampukah ketahanan pangan Indonesia memenuhi kebutuhan masyarakat, sementara jumlah penduduk di Indonesia sendiri terus meningkat.

So, sebelum kita membahas hal tersebut. Kalian sudah tau belum apa ketahanan pangan itu? Jadi ketahanan pangan menurut UU No. 18/2012 yaitu kondisi terpenuhinya Pangan bagi negara sampai dengan perseorangan, yang tercermin dari tersedianya Pangan yang cukup baik jumlah maupun mutunya.

Selain itu pangan tersebut juga harus aman, bergizi, merata, dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat untuk dapat hidup sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan.

Sehingga masalah ketahanan pangan ini menjadi fokus utama pemerintah untuk terus melakukan peningkatan sekaligis pendampingan para pelaku usaha, yang diharapkan melalui industri pangan ini dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan perekonomian bangsa.

Berbicara mengenai ketahanan pangan jelas suatu hal yang menarik. Oleh karena itu Kadin Indonesia mengadakan Rakornas Agribisnis Kadin 2019 dengan tema Produktivitas dan Daya Saing Pertanian dan Industri Pangan.



Acara ini diadakan pada tanggal 5 November 2019, bertempat di Bali Room Hotel Indonesia Kempinski. Acara yang dihadiri oleh para Ketua dan anggota Kadin Indonesia ini terdiri dari 3 panel diskusi, yaitu :
  • Panel Diskusi I : Meningkatkan Produktivitas melalui penyedia lahan, bibit dan teknologi dalam menghadapi perubahan iklim
  • Panel Diskusi II : Ekosistem investasi ketahanan Pangan dan daya saing ekspor
  • Panel Diskusi III : Access to Finance
Dalam acara ini hadir Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P Roeslani, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Agrabinis, Pangan & Kehutanan Franky O Widjaja, serta Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Pengolahan Makanan dan Industri Peternakan Juan P. Adoe.




Selain itu hadir pula Deputi Bidang Koordinasi Pangan & Pertanian Kemenko Bidang Perekonomian Musdhalifah Mahmud, serta hadir pula Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang Broedjonegoro.

Rakornas Agribisnis Kadin 2019, Kita Butuh Pemikiran dan juga Aksi

Meskipun Sumber Daya Manusia (SDM) berlimpah tapi hal tersebut tidaklah cukup. Kita butuh pemikiran dan juga aksi apalagi pertumbuhan penduduk Indonesia terus bertambah, jadi kita juga harus meningkatkan produksi untuk memenuhi kebutuhan Pangan Nasional.

Hal ini juga disampaikan oleh Bapak Juan Permata Adoe selaku Wakil Ketua umum Kadin Indonesia bidang PMIP (Pengolahan Makanan & Industri Peternakan) yang mengatakan bahwa ruang pertumbuhan ekonomi berada di bidang pertanian dan pangan.


Dalam Rakornas Kadin 2019 ini juga membahas faktor-faktor kebijakan serta pelaksanaan bisnis yang memerlukan terobosan baru di era digital 4.0.

Kalian tau nggak, ternyata bidang pertanian menyumbang 1% untuk GDP, meskipun mayoritas produktivitas masih tinggi dari kelapa sawit, karena komoditas yang lain masih belum optimal.


Bapak Franky O.Widjaja selaku Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang APK (Agribisnis, Pangan, dan Kehutanan) berharap dalam 5 tahun kedepan Indonesia dapat mengoptimakkan bidang Agribisnis.

Beliau juga mengatakan meskipun di bidang agribisnis telah memperkerjakan 500 ribu pekerja namun produktivitas Indonesia cenderung masih kurang dibandingkan dengan negara Thailand, Vietnam dan Filipina.

Tapi Indonesia masih memiliki potensi untuk meningkatkan sektor agribisnis ini menjadi 1,5% dalam 5 tahun kedepan dengan 5 program yang menjadi fokus, yaitu :
  • SDM
  • Melanjutkan infrastruktur
  • Penyederhanaan Regulasi
  • Reformasi birokrasi dalam hal memprioritaskan investasi dalam menciptakan lapangan pekerjaan
  • dan Transformasi ekonomi
Untuk mewujudkan program tersebut perlu adanya dukungan teknologi yang dapat digunakan untuk meningkatkan bidang Pertanian dan juga Pangan. Senada dengan yang disampaikan oleh Ibu Musdhalifah Mahmud dari Menko Perekonomian yang menyatakan bahwa penting menyinergikan inovasi dan teknologi dalam bidang ini agar Produktivitas dan Ekonomi dapat meningkat.


Lantas, seberapa kuat ketahanan pangan Indonesia? Berdasarkan data The Economist Intelligence Unit tahun 2014-2018, indeks ketahanan pangan di Indonesia mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Dimana pada tahun 2014 indeks ketahanan pangan di Indonesia mencapai 46,5 indeks, dan pada tahun 2018 mencapai 54,8 indeks. It means ada kenaikan yang lumayan. Bahkan, berdasarkan data dari Global Food Security Index (GFSI), Indonesia berada pada peringkat ke-65 dunia dan ke-5 di ASEAN.

Tentunya usaha pemerintah melalui Kementrian Pertanian ini patut untuk kita apresiasi. Dimana pencapaian indeks ketahanan Pangan tersebut bisa dilakukan meskipun laju pertumbuhan penduduk setiap tahunnya selalu meningkat.

Bagaimana Produktivitas dan Daya Saing Pertanian dan Industri Makanan di Indonesia saat ini?

Meskipun indeks ketahanan pangan di Indonesia meningkat, tetap saja harus ditingkatkan lagi dan dibutuhkan adanya kerjasama dari seluruh lapisan.

Apalagi tantangan di dunia mengenai pertanian dan pangan ini cukup banyak, diantaranya :
▪ Tuntutan kualitas dari konsumen
▪ Trend dan pilihan konsumen
▪ Menurunya kualitas SDM

Maka dari itu, Menristek RI, Bapak Bambang Broedjonegoro membahas tentang bagaimana meningkatkan produktivitas dan daya saing pertanian melalui bibit dan teknologi dalam menghadapi perubahan iklim.


Kamu tau siapa itu Petani? Petani adalah pengusaha di bidang pertanian, jadi tidak terbatas dengan orang yang bekerja di sawah dan lahan .

Oleh karena itu kita dorong para petani mulai dari level yang paling kecil untuk berpikir seperti pengusaha di bidang pertanian, kita libatkan mereka dan mulai bermitra bersama. Pendekatan kemitraan ini perlu dilakukan bahkan harus diperluas dan lebih diintensifkan.

Kenapa? Soalnya melalui pendekatan ini dapat meningkatkan kesejahteraan dan menekan inflasi plus bisa menekan angka kemiskinan.

Lalu, industri yang berbasis pertanian juga harus dijadikan prioritas dalam konteks transformasi ekonomi, segingga automatis produktivitas juga harus lebih ditingkatkan.

Makanya arah research & development di Indonesia akan lebih diarahkan ke riset yang ;
1. Dapat dikembangkan secara komersial
2. Hasilnya bisa dirasakan langsung hasil/dampaknya oleh masyarakat

Selama ini memang banyak inovasi yang dilakukan, tapi masih banyak prototype hasil research & development yang tidak menjadi produk komersil. Seharusnya prinsip efisiensi dan kebutuhan pasar perlu dipergitungkan.

Salah satu contoh riset yang diprioritaskan yaitu rekayasa genetika dan juga pemuliaan tanaman. Riset pertanian yang dilakukan ini juga harus berbasis kawasan, yaitu dengan dilakukan spesifik lokasi. Mengingat iklim dan kondisi di Indonesia yang majemuk jadi harus tahan terhadap perubahan iklim.

Oleh karena itu sangat diharapkan para pengusaha juga melirik teknologi dan inovasi yang ada di Indonesia dan juga dapat berinteraksi dengan para tim penelitian.

Karena adanya perubahan iklim yang majemuk di Indonesia, BMKG saat ini memiliki Sekolah Lapang Iklim untuk para penyeluruh agar dapar meneruskan informasi mengenai perubahan iklim.

Selain beberapa hal diatas, ada yang harus diperhatikan dan tidak kalah penting untuk meningkatkan kreativitas dan daya saing pertanian dan Industri makanan di Indonesia, yaitu Penanaman Modal Asing (PMA) di sektor pangan dimana pada kuartal I/2019 mencapai nilai US$376 juta. Harapannya di masa depan sektor ini dapat lebih menarik banyak investor.

Langkah lainnya yaitu access to finance bagi petani, yang saat ini masih menjadi masalah utama dalam mewujudkan program-program ketahanan pangan, terutana bagi mereka petani-petani yang ada di daerah terpencil.

Untungnya saat ini sudah banyak bermunculan perusahaan fintech yang diawasi oleh OJK, sehingga hal ini bisa menjadi solusi layanan keuangan bagi masyarakat yang belum memiliki akses ke instusi perbankan.


Harapannya dengan hadirnya peserta yang lebih dari 200 orang dari sektor agribisnis, asosiasi petani, perbankan dan lain-lain dari seluruh Indonesia ini semua masukan dan rekomendasi yang dihasilkan dari Rakornas Agrabisnis Kadin 2019 ini bisa membawa perubahan yang lebih baik untuk bangsa Indonesia.

Aamiin

Friday, November 1, 2019

Menabung di SOBATKU Berpeluang Menjadi Seorang Jutawan Baru

Menabung bisa menjadi Jutawan, emang bisa? Sekarang kalau kamu menabung di SOBATKU, kamu bisa berpeluang menjadi jutawan baru lho! Keren nggak tuch..


Kemajuan dunia digital saat ini nggak bisa kita hindari, dengan ada teknologi ini tentu memberikan kita banyak manfaat. Salah satunya adalah kemudahan untuk menabung. Ini salah satu keunggulan yang dimiliki dari SOBATKU. Nah, ngomong-ngomong kalian sudah pada tahu apa belum tentang SOBATKU?

Jadi, SOBATKU ini singkatan dari Simpanan Online Sahabatku, yang merupakan tabungan online berbasis aplikasi dari KSP Sahabat Mitra Prestasi.

Nah, kali ini SOBATKU mendatangi kota Pontianak untuk memperkenalkan tabungan online dan membagikan hadiah grand prize.
Acara yang selalu dinantikan dan ditunggu-tunggu oleh nasabahnya. Kenapa? Secara hadiah yang diberikan lumayan banged guys!

SOBATKU Mendatangi Kota Pontianak

Minggu pagi tanggal 27 Oktober 2019 lalu SOBATKU mendatangi Kota Pontianak dan mengajak masyarakat sekitar Alun-alun Kapuas Pontianak untuk menjadi saksi hadirnya jutawan-jutawan baru.


Alasan undian grand prize ke-9 SOBATKU ini, karena bertepatan dengan perayaan HUT ke -248 kota Pontianak yang mengambil tema "Khatulistiwa Jalan Sehat Nasional Pontianak 2019"


Sesuai dengan temanya, acara ini diawali dengan kegiatan jalan sehat bersama masyarakat sekitar, selain itu juga ada hiburan Tari Melayu dan acara undian dengan total hadiah miliaran rupiah yang paling ditunggu.

Acara yang dihadiri oleh puluhan masyarakat ini, mendapatkan dukungan penuh dari Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dan ini merupakan acara grand prize 3 bulanan yang memberikan hadiah  uang tunai 100 juta untuk satu orang pemenang, 4 paket umroh untuk 4 orang pemenang, serta ratusan hadiah lainnya yang mencapai total milyaran rupiah.