Thursday, October 31, 2019

Mola TV, Cara Mudah untuk Menyaksikan Liga Inggris

Dunia sepak bola bukan hanya dekat dengan kaum adam saja, tapi olahraga yang satu ini juga menjadi tontonan favorit kaum hawa. Yupp, aku sendiri senang menyaksikan pertandingan sepak bola ketika duduk dibangku sekolah kelas 1 SMP.


Saat itu sedang berlangsung piala dunia. Awalnya yang membuat saya menarik, jujur karna tampang dari para pemain bolanya. Namun, seiring waktu ternyata olahraga ini serru juga untuk di tonton. 

Dari situlah saya lanjut menonton Liga Itali, Liga Inggris dan Liga Jerman, liga champion dan yang lainnya. Tak jarang saya bergadang untuk menonton klub sepakbola kesayangan saya.

Meskipun suka badmood sendiri kalau klub kesayangan kita kalah, tapi namanya sebuah permainan pasti ada yang menang dan kalah. Lebih sayang lagi kalau nggak bisa menyaksikan pertandingan group kesayangan kita.

Sempat tidak semangat untuk tidak menonton liga-liga sepak bola lagi, soalnya kalau dulu kita bisa menyaksikan di salah satu tv swasta tapi belakangan ini sudah tidak lagi.

Sampai beberapa waktu lalu, adik saya memberitahu kalau ada cara asik buat nonton liga sepak bola dunia, yaitu melalui layanan Mola TV.

Kenapa Nonton di Mola TV?

Semua tayangan yang ada di Mola TV tersedia tanpa perlu bayar alias gratis seumur hidup kecuali Liga Inggris. Jadi kalau kita sudah berlangganan Mola semua tayangan film dan yang lainnya akan selalu tersedia tanpa harus bayar.

MOLA TV yang resmi mengudara pada Agustus 2019 dan telah mencapai 12 juta pengguna di Indonesia dengan 2,5 juta subscribers untuk penonton /pengakses Liga Inggris. Selain itu MOLA TV juga menyajikan program yag memberikan pengetahuan, inspiratif positif tanpa meninggalkan unsure entertainment.

Menariknya Mola TV memiliki semua pertandingan di Eropa, ada 52 tayangan dan Mola TV punya memiliki tayangan esklusif. 

Selain penayangan langsung pertandingan, Mola TV juga akan memproduksi dan mengelola penayangan beragam konten lain seperti dokumenter, profil dan acara acara menarik lainnya seputar kegiatan nasional PSSI.


Mirwan Suwarso, perwakilan dari Mola TV, menyatakan pihaknya bertekad membantu meningkatkan perkembangan industri sepak bola nasional, bukan mengeksploitasi PSSI dengan mengambil hak siar pertandingan saja.

Mola TV, tegasnya, berkomitmen serius membantu PSSI menggarap industri sepak bola dan dilakukan bukan dari sekadar lingkup pengelolaan hak siar seperti produksi liputan dan distribusi penayangan pertandingan, namun juga membantu dalam peningkatan program PSSI seperti mengelola program Garuda Select di Eropa dan juga membantu mencari lawan tanding bagi timnas di setiap jenjang usia.

Program Unggulan Garuda Select-The Series hanya di Mola TV

Garuda Select - The Series adalah program serial dokumenter eksklusif MOLA TV yang mengikuti cerita kehidupan para pemain tim Garuda Select selama mereka berada di Eropa. Direkrut dari seluruh pelosok Indonesia.


Untuk selanjutnya mereka mengikuti program akselerasi pengembangan pemain muda yang diselenggarakan di Inggris dan Italia, para pemain Garuda Select dipilih langsung oleh Dennis Wise, mantan pemain Timnas Inggris yang juga mantan kapten Chelsea sebagai Technical Director dan Des Walker, mantan pemain Timnas Inggris yang pernah mengikuti ajang Piala Dunia 1990 yang turut bergabung menjadi Head Coach.

Program Garuda Select - The Series digarap serius dengan kualitas pengambilan gambar setara dokumenter dokumenter serupa di platform streaming sekelas Netflix dan Amazon. 

Hal ini memang karena Mola TV pun merupakan pemasok program untuk konsumsi pasar internasional melalui konten originalnya, diantaranya serial dokumenter Dream Chasers yang mengikuti kehidupan pemain muda di akademi Inter Milan dan Borussia Dortmund yang juga sudah bisa dilihat di aplikasi Mola TV saat ini.


Jadi kamu sekarang tinggal duduk manis di depan TV untuk menyaksikan pertandingan tim sepak bola kesayangan bareng sama teman, keluarga dan gebetan dech!!

Coba dech kamu liat disini dulu,https://mola.tv dijamin bakalan serru!!




Wednesday, October 30, 2019

Memilih Popok Dewasa untuk Orang Tua Tercinta

Masih segar dalam ingatan saya bagaimana Ibu berjuang melawan rasa takutnya untuk menjalani perawatan di rumah sakit di Jakarta. Bisa dikatakan itu adalah untuk pertama kalinya beliau di rawat. 

Ibu yang tak pernah mengeluh dan mengatakan rasa sakit yang dirasakannya, harus menerima kenyataan bahwa tubuhnya harus terbaring lemas di tempat tidur rumah sakit. Terpaksa beliau harus rehat dari segala aktivitas dan harus makan masakan rumah sakit.


Selama hidupnya, ibu akan merasakan mulas, bahkan sampai panas dingin ketika mendengar anak atau sanak saudaranya masuk rumah sakit. Tiba-tiba hal itu menimpa dirinya. Bisa dibayangkan begitu menolaknya beliau untuk dirawat di rumah sakit dan meminta untuk dirawat di rumah saja.



Selama 5 hari beliau dirawat di rumah sakit, akhirnya dokter mengizinkan Ibu untuk melakukan rawat jalan. Selama masa re-covery ini Ibu diminta untuk istirahat dan tidak melakukan banyak aktivitas. Karena sakit yang menyerang bagian hati dan pencernaanya maka kami anak-anaknya berusaha menyediakan segala kebutuhan ibu, mulai dari asupan makanan, obat-obatan yang diberikan dari rumah sakit, serta popok dewasa untuk orangtua.

Kenapa Kita Harus Jeli dalam Memilih Popok Orang Dewasa?

Biasanya popok sering digunakan untuk anak-anak, namun dalam kondisi tertentu penggunaan popok orang dewasa diperlukan. Oleh karena itu dalam hal ini biasanya dalam memilih dijamin kita harus lebih jeli dan teliti soal popok dewasa, kenapa?

Karena berbekal dari merek, kualitas dan reputasi yang baik, akan memberikan rasa aman, nyaman dan tenang dalam menggunakannya.

Dalam memilih popok orang dewasa, ada beberapa faktor yang harus kita perhatikan dan sesuaikan dengan kondisi tubuh dan aktivitas. Karena jika salah memilih maka masalah baru akan timbul.

Sunday, October 27, 2019

Awas, Penggunaan Medsos yang Tak Bijak Bisa Menghancurkan Keluarga

Biasanya dalam satu hari berapa lama kamu berseluncur di dunia maya..?? Kemajuan teknologi saat ini tak bisa kita hindari dan menjadikan penggunaan media sosial menjadi konten yang banyak diakses oleh masyarakat Indonesia melalui jaringan internet.

Perempuan dan Media Sosial

Makanya nggak heran kalau saat bangun tidur yang pertama kali dicari pasti handphone, betul nggak?

Sebenarnya penggunaan media sosial itu bukanlah suatu hal yang buruk, asalkan kita menggunakan dengan bijak, justru akan mendatangkan banyak manfaat bagi diri kita. 

Kalau dulu mulutmu adalah harimaumu, kalau sekarang ini media sosial itu ibarat mata pisau yang tajam, lidah dan jemari bisa menjadi silet yang menusuk. 

Apalagi Isu media sosial belakangan ini punya pengaruh besar untuk menjaga ketahanan keluarga. Oleh karena itu latar belakang inilah yang menjadi alasan Kementrian Agama mengadakan Seminar Sehari.

Seminar Sehari pada tanggal 17 Oktober 2019 bertempat di Aula Rasjidi Kementrian Agama, Jakarta, dihadiri oleh anggota Dharma Wanita, Majelis Ta'lim dan perwakilan dari BloggerCronny mengajak kita untuk menimba ilmu Seminar Sehari Pengarustamaan Gender, penasaran nggak siy, ini membahas tentang apa?

Seminar Sehari Pengarustamaan Gender

Dalam acara ini hadir Prof. Dr. H. Muhammadiyah Amin, MA dalam sambutannya mengatakan bukan hanya perempuan tapi media sosial juga memiliki pengaruh buruk pada siapapun. Oleh karena itu sangat penting untuk menanamkan edukasi penggunaan media sosial dengan baik.


Nah, kalau kita sudah menggunakan media sosial berarti kita siap-siap nggak boleh BAPER!! Soalnya media sosial bukan berpengaruh untuk diri kita sendiri tapi juga berpengaruh ke keluarga, lingkungan bahkan bangsa dan negara.

Apalagi fenomena pengaruh dari media sosial saat ini banyak mengakibatkan terjadinya perceraian, semua ini berawal dari apakah kalian tahu?

Jadi, bukan hanya faktor ekonomi saja, tapi adanya pengaruh dari media sosial ini bisa menyebabkan terjadinya perceraian. Sereem nggak siy!!

Mengingat perempuan mempunyai peran yang setara dalam rumah tangga, makanya kita sebagai kaum perempuan harus lebih bijak lagi dalam menggunakan media sosial.


Pesan ini juga disampaikan oleh Ibu Trisna Willy Lukman Hakim S, selaku Penasihat Dharma Wanita Kementrian Agama mengatakan kalau masyarakat sudah teredukasi dengan baik dalam menggunakan medis sosial maka ada beberapa tips yang harus dijalankan, yaitu :

  • Saring sebelum Sharing
  • Pilih-pilih teman dalam bermedia sosial
  • Menjaga kenyamanan keluarga dengan menjaga privasi individu keluarga dalam bermedsos.
Kita harus dapat berpikir terbuka dan selalu membiasakan diri untuk selalu membaca dan saring terlebih dahulu informasi yang kita dapat, pastikan kalau berita tersebut bukan hoax.

Terlebih lagi kita kaum perempuan harus bisa menjaga agar pasangan kita selalu on the track dalam bermedsos, sekaligus menjadi pengawas penggunaan media sosial di lingkup keluarga.

Intinya sah-sah ajah kita main media sosial asalkan harus pintar mengatur waktu, jangan asik sendiri, terlebih lagi lebih mementingkan gadgednya daripada orang-orang yang ada disekitarnya.

Awas, Penggunaan Medsos yang Tak Bijak Bisa Menghancurkan Keharmonisan Keluarga

Jika kita telaah kembali menggunakan media sosial nggak selalu negatif dan serem qo, yang penting kita bisa memanfaatkan fiturnya dengan benar dan bijak. Jadi pahami terlebih dahulu bain buruknya, sebab teknologi hanya membantu sedangakan kita yang menggunakannya jangan sampai mau dibodohi dan diperbudak

Melalui acara ini, yuk sama-sama aktif dalam gerakan bersama untuk memproduksi content positif yang bermanfaat bagi orang banyak, dan ingat ada yang namanya jejak rekam digital.




Monday, October 14, 2019

10 Oktober Diperingati sebagai Hari Kesehatan Jiwa Sedunia, Ayo Cegah Bunuh Diri

Setiap 40 detik, ada 1 kematian akibat bunuh diri, percaya nggak? Tercatat 800.000 orang meninggal karena bunuh diri setiap tahunnya di seluruh dunia dan bunuh diri ini adalah penyebab utama kematian kedua diantara usia 15-29 tahun.


10 Oktober, Hari Kesehatan Jiwa Sedunia
Yupp, tanggak 10 Oktober diperingati sebagai Hari Kesehatan Jiwa sedunia, dimana peringatan ini berfokus kepada pencegahan bunuh diri yang kebanykan terjadi pada remaja atau di usia produktif. Namun, isu mengenai kesehatan jiwa di Indonesia ini masih kurang mendapatkan perhatian. Meskipun jumlahnya cukup tinggi tapi dokter spesialis kesehatan jiwa masih minim selain itu juga jika ingin berkonsultasi ke psikiater biaya yang dikeluarkan juga lumayan mahal.

Depresi yang dirasakan oleh Novi setelah melahirkan anak pertamanya (postpartum syndrom) secara caesar membuatnya beberapa kali ingin melakukan bunuh diri. Rasa depresi yang begitu berat membuat dirinya tidak mau merawat anak kandungnya. Hal ini berawal ketika dokter memutuskan kalau dirinya harus melahirkan secara caesar, sedangkan yang ada dibenaknya harus melahirkan secara normal dan ini yang merasa dirinya bersalah karna melahirkan caesar.

Apalagi ditambah Asi yang keluar tidak banyak semakin menambah rasa stressnya. Rasa depresi yang dihadapi oleh Ibu Novi ini disimpannya sendiri bahkan dirahasiakan dari suaminya. Meskipun diluar dia tampak tersenyum, tapi dalam jiwanya selalu bergejolak. Padahal beliau seorang psikolog, akhirnya faktor ini yang membuat dirinya semakin menutup penyakitnya ini.

Menyadari ada yang salah dalam dirinya, akhirnya Ibu Novi menceritakan depresinya ini kepada dosen pembimbingnya dan bergabung dengan komunitas MotherHope Indonesia, yang merupakan komunitas dengan permasalahan yang sama. Komunitas ini sangat membantu dirinya untuk terlepas dari tingkat depresi tinggi yang dialaminya, karena sering mengadakan seminar, psikoedukasi, home visit dan support group. 


Pengalaman yang dialami oleh Ibu Novi ini, menyadarkan kita kalau kondisi gangguan jiwa ini bisa terjadi pada siapa saja, termasuk profesional sekalipun. Kisah pengalaman Ibu Novi ini beliau ceritakan di acara Hari Kesehatan Mental pada hari Rabu 9 Oktober bertempat di gedung Kemenkes Jl. Rasuna Said Kuningan Jakarta.

10 Oktober, Diperingati sebagai Hari Kesehatan Jiwa Sedunia

Kamu udah tau belum, kalau setiap tanggal 10 Oktober itu diperingati sebagai hari Kesehatan Jiwa sedunia, dan yang menjadi pertanyaanya adalah, jiwa kita sudah sehat belum ya? Karna kesehatan jiwa menurut Kemenkes RI adalah kondisi seorang individu yang dapat berkembang baik secara fisik, mental, spiritual dan sosial. Sehingga individu tersebut dapat mengatasi tekanan, dapat bekerja secara produktif dan mampu memberikan kontribusi bagi orang banyak.


Sehat Jiwa dimulai dari Diri Sendiri, Keluarga dan Masyarakat

Intinya kita bukan hanya menjaga kesehatan tubuh saja, tapi kesehatan jiwa juga harus diperhatikan karena kuduanya saling berkaitan. 

Apalagi setiap pribadi pasti pernah merasakan yang namanya depresi, perbedaanya adalah respon setiap orang terhadap stress dan depresi ini berbeda-beda. Terkadang penyakit ini suka tidak disadari oleh penderitanya bahkan berusaha untuk menutupinya dengan berbagai alasan. Ada banyak hal yang menyebabkan seorang memiliki gangguan jiwa dan hal ini nggak bisa dianggap remeh, karena penyakit ini bisa mempengaruhi emosi, pola pikir dan juga perilaku penderitanya.

Tidak menutup kemungkinan si penderita bisa stress, depresi berat dan berujung pada bunuh diri. Karena sikap dan perilaku yang sering diluar nalar, seringkali penderita gangguan jiwa ini dijauhkan, dihina bahkan dikucilkan dari lingkungannya. Seharusnya penderita gangguan jiwa ini dibawa kerumah sakit untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

Seperti apa yang dialami oleh Ibu Novi, bahwa depresi, gangguan jiwa ini bisa berisiko kepada siapa saja, ini disebabkan karena beberapa hal berikut :
  • Adanya predisposisi kerentanan
  • Adanya masalah hubungan awal yang tidak harmonis atau terputus dengan ibu
  • Mengalami kekerasan, bullying, trauma atau diskriminasi
  • Mengalami tekanan hidup berat
  • Minim dukungan sosial
  • Sejarag anggota bunuh diri
  • Mudah mendapatkan alat untuk bunuh diri
Faktanya kematian akibat bunuh diri di Indonesia masih tinggi, dibalik satu kematian ada 20 percobaan bunuh diri yang tidak terdata. Woww, serem juga yaa!!

Bukan hanya itu ternyata bunuh diri juga menular lho!

Bukan Penyakit, kenapa Bunuh Diri bisa Menular?

Tindakan bunuh diri ini bukan karena kurang beriman saja, tapi juga biasanya karena nggak mampu untuk membahas masalah yang dia miliki, nggak berani untuk bercerita ke orang lain tentang tekanan-tekanan yang dia hadapi. Soalnya sudah lebih dahulu takut di judge sama oranglain dan lingkungannya.

Sedihnya lagi, bukan penyakit tapi bunuh diri ini bisa menular, tanpa mereka sadari dengan melakukan bunuh diri akan menyelesaikan permasalahannya padahal malah menimbulkan masalah baru. Padahal pada dasarnya setiap orang memiliki insting untuk bertahan hidup, insting manusia ini dirancang sedemikian rupa untuk mengedepankan keselamatan, namun bagi mereka yang kondisi mentalnya rentan mereka percaya dengan bunuh diri masalah dan rasa sakitmereka akan hilang juga.

karena setiap orang memiliki respon yang berbeda maka risiko tertular bunuh diri semakin besar, terutama jika seseorang sudah memiliki faktor risiko tertentu dan berada pada posisi yang dapat memicu untuk bunuh diri. Oleh karenaitu waspadai anak dan remaja yang pernah melakukan hal berikut ini :


Selain sikap waspada jika kita melihat ada tanda teman atau siapapun yang menunjukan tanda-tanda ingin melakukan bunuh diri, jangan dicuekin yaa tapi harus ditanggapi dengan serius dan juga harus didampingin dan kita bantu dengan,
  • Tunjukan rasa empati kita kepada mereka
  • Berinteraksi secara positif, ajak mereka berbicara
  • Bukan hanya sebagai pendengar yang baik, usahakan bantu menyelesaikan permasalahan mereka
  • Mengajak mereka untuk mencari bantuan sosial
Pokoknya jangan sampai mereka merasa kesepian, merasa nggak berguna, merasa putus asa dan tertekan dalam jangka waktu yang berkepanjangan. Banyak cara yang bisa kita lakukan untuk mencegah bunuh diri, salah satunya aplikasi Sehat Jiwa dari Kemenkes yang di dalamnya banyak informasi-informasi bermanfaat bagi masyarakat.

Yuk guys, sama-sama kita cegah bunuh diri.

Usahakan selalu memperhatikan kesehatan fisik dan jiwa dimulai dari diri sendiri, keluarga dan lingkungan. Jangan sampai stress menguasai kita, lebih baik isi kegiatan sehari-hari dengan hal positif dan selalu bersyukur.

Ingat! Jika ada orang di sekitar kita yang depresi berat, jangan dianggap remeh yaa tapi harus kita rangkul.

Salam sehat!!



Monday, October 7, 2019

Pertama di Indonesia, Menonton Atraksi Beri Makan Ikan Hiu Tanpa Kerangka Pengaman di Sea World Ancol

Butuh piknik supaya tetap waras, kalimat ini rasanya sering kita dengar ya, entah itu dari mulut kita sendiri, kerabat atau teman-teman yang ada disekitar kita. Karena memang banyak dampak positif yang kita rasakan jika pergi berlibur. Selain untuk menghabiskan waktu menikmati suasana berbeda pastinya akan membuat tubuh kita menjadi lebih fresh. 



Liburan biasanya bukan cuma milik orang dewasa ajah, tapi anak-anak juga butuh berlibur dimana biasanya mereka akan menemukan hal-hal yang baru dengan bersenang-senang hingga energi mereka terisi penuh kembali. Berlibur juga bukan berarti kita harus pergi ke tempat yang jauh dan mahal. Buat kita yang tinggal di Ibu kota Jakarta, sekarang ini sudah banyak tempat-tempat bermain yang ramah untuk anak-anak, meskipun terkadang tempat liburan tersebut berada di dalam pusat perbelanjaan.

Pasti kita merasa bosan dan jenuh kalau liburannya ke mall lagi, mall lagi. Pengen dunk menghabiskan waktu di Jakarta ini dengan cara yang berbeda, Taman Impian Jaya Ancol bisa lho jadi pilihan alternatif untuk tempat wisata. Salah satunya yaitu wahana di Ancol yang menarik dan disukai anak-anak adalah Sea World.

Yupp, Sea World merupakan miniatur pesona laut, yang berfungsi bukan hanya sebagai tempat rekreasi saja, tapi juga memperkenalkan kehidupan biota laut dan air tawar. 

Sea World Ancol Masa Kini

Sea World merupakan kawasan tempat wisata yang lengkap, kenapa? soalnya selain memberikan pendidikan tentang dunia laut, Sea World Ancol mengemban 3 misi yaitu, pendidikan, konservasi, dan hiburan. So, melalui misi ini, Sea World  Ancol menempatkan diri mereka sebagai tempat liburan yang berkualitas dan dapat dinikmati oleh semua umur, mulai dari anak-anak sampai orangtua.

Kalau kita ke Sea World ada beberapa aktivitas yang bisa kita lakukan disana, seperti di Arena Magic Aquarium, Touchpool Sea Turtle, Antasena Tunnel, dan Toucpool Bintang dan masih banyak aktivitas lainnya. Pastinya kegiatan memberi makan ikan menjadi bagian yang menarik perhatian pengunjung, ada banyak jenis ikan yang ada di dalam Aquarium besar ini, termasuk ikan Hiu.






Ikan Hiu yang identik dengan julukan predator ini, pasti banyak orang yang nggak mau dekat-dekat dengan hewan ini. Aku pun juga kayaknya termasuk yang bakalan menjauh dech, takut digigit jadi lebih milih mundur teratur dech alias menjauh. Tapi di Sea World ini mau memberikan kesan yang berbeda kepada masyarakat tentang sosok dari Ikan Hiu, beneran nggak siy mereka itu hewan ganas yang sering memangsa manusia? Atau lebih ganas manusia dibandingkan dengan ikan hiu?

Faktanya lebih banyak ikan hiu yang dibunuh oleh manusia,dari 500 jenis ikan hiu yang ada di dunia, tapi tidak semua ikan hiu itu ganas, tercatat ada 32 jenis ikan hiu yang tergolong ganas. Di antara 32 jenis tersebut ada 3 jenis yang berbahaya. Hammerhead Shark (hiu kepala martil) yang menempati urutan keganasan nomer 6 dunia, blacktip reef shark, ada diposisi 26 dan giant nurse shark diurutan 32. Dimana ke 3 jenis ikan hiu ini berada di dalam SharkAquarium Sea World Ancol.



Kesan hiu yang terkenal dengan keganasannya, tak lepas dari beberapa film terkenal dan beberapa video games yang menjadikan hewan inisebagai tokoh utama yang memangsa hewan lain bahkan manusia. Bahkan di antara 32 jenis ikan hiu yang ganas tersebut, hanya ada 4 jenis saja yang pernah menyerang manusia.

Ini juga buat aku penasaran, sebenarnya apa siy yang menyebabkan ikan hiu menyerang manusia.Ternyata alsannya hiu menyerang manusia yang sedang melakukan surfing, mereka mengira manusia sebagai singa laut. Sedangkan alasan lainnya yaitu sirip ikan hiu dijadikan sebagai makanan favorit yang harganya lumayan mahal. Mengenai pemburuan sirip hiu ini memang sudah aku sering dengar, padahal kita tahu kalau ikan hiu ini salah satu predator yang berada di urutan teratas dalam keseimbangan ekosistem. Jadi as we know ternyata malah manusianya yang lebih ganas dari ikan hiu ya!! Faktanya hiu diburu 100 juta ekor pertahunnya di Indonesia.

Jadi, lebih kejam hiu atau manusia? Hal ini lah yang menjadikan Sea World Ancol pada bulan Oktober menghadirkan pertunjukan spesial, yang pertama ada di Indonesia bahkan di dunia yang bertajuk Live Feeding Shark : Face to Face. 

Pertama di Indonesia, Live Feeding Show Shark

Tujuan dari atraksi terbaru Sea World ini, kita dapat melihat secara langsung pertunjukan aksi penyelam profesional Ancol dalam memberi makan ikan hiu di dalam aquarium tanpa kerangkan pengaman. Dalam atraksinya ini para penyelam akan memberi makan hiu dengan ikan segar 5-7 kilogram dalam sekali pemberian makan yang berlangsung kurang lebih selama 10 menit. Tahu sendiri dunk, kalau ikan hiu akan lebih agresif dengan mencium bau amis ikan segar.

Trus, gimana dengan pertunjukan Feeding Show Shark ini, apakah aman? qo, ngebayanginnya ajah ngeri yaa! Tapi tenang guys, aku udah menyaksikan sendiri pertunjukan ini. Meskipun nggak bisa disangkal deg-degan juga melihat pertunjukan ini, sekaligus juga salut siy sama penyelamnya. 



Jadi, untuk memberikan makan ikan hiu ganas dalam aquarium ini, penyelam profesional Sea World Ancol menggunakan pakaian spesial yang disebut dengan sharksuit. Dimana pakaian sharksuit ini terbuat dari stainless steel yang beratnya mencapai 15 kilogram. Kostum ini digunakan oleh penyelam mulai dari kepala, badan, telapak tangan, hingga menutupi semua bagian kaki, dan untuk menggunakan pakaian ini membutuhkan waktu selama 20 menit.

Terbayang ribetnya yaa... (Tapi semua ini demi keamanan penyelam)

Hemm, menyadari bahaya yang bisa di dapat oleh para penyelam profesional ini, tentu saja perlindungannya juga harus total dan benar-benar aman untuk keselamatan penyelam. Konon, untuk sharksuit yang khusus dibuat di Florida, Amerika Serikat ini hanya ada dua di dunia, yang pertama ada di Amerika yang digunakan untuk penelitian dan yang kedua di Indonesia, yang digunakan untuk memproteksi diri ketika melakukan atraksi Feeding Show Shark.

Meskipun sudah menggunakan pakaian yang keamananya sudah tidak diragukan lagi, tapi tetap saja kita yang menyaksikannya deg-degan lho! Bagaimana dengan penyelam yang memberi makan ikan hiu ganas ini ya? Ternyata, mereka juga sama merasa was-was juga. Tapi dengan pengalaman dan tetap menjaga SOP, kejadian-kejadian yang tidak diinginkan bisa diminalisir. 


Cerita dari penyelam yang memberi makan ikan hiu bercerita, bahwa ibu jarinya tergigit. Wadaww, serem ya.. 

Bersyukur karna menggunakan kostum sharksuit ini, nggak sampai berdarah dan rasanya seperti kejepit pintu ajah. Tetep yaa guys, ini tuch sakit juga rasanya. Karena berat dari kostum ini juga yang akhirnya membuat penyelam nggak bisa bergerak bebas, ditambah lagi dengan berat dari tabung oksigen.

Oleh karena itu melalui atraksi Live Feeding Show Shark ini, pihak Sea World Ancol ingin memberikan edukasi kepada para pengunjung kalau nggak sepenuhnya ikan hiu itu ganas. Mereka juga bisa bersahabat dengan manusia, asalkan kita nggak memprovokasi mereka, justru ikan hiu ini harus dilindungi dan dilestarikan.

Kamu penasaran pengen liat gimana serunya melihat atraksi beri makan Ikan hiu ganas ini? Kamu bisa langsung mengunjungi Sea World Ancol, karena atraksi ini ada setiap hari, tepatnya pada pukul 14.30 WIB.