Saturday, October 23, 2021

Satu Kebiasaan, yang Bisa Membawa Perubahan Bagi Hidup Kita, Apakah itu?

Alam bawah sadar kita seringkali menyimpan banyak misteri. Terkadang alam bawah sadar sering menunjukan pada diri kita apa yang mengganggu dan apa keinginan kita yang sebenarnya. Bukan cuma akan mempengaruhi kesehatan mental  ajah, tapi juga kesehatan emosional kita, dan semua itu ada pengaruh besar dari lingkungan.



Lingkungan yang sangat berbeda dengan generasi orangtua kita terdahulu. Makanya kadang aku tuch seneng kalau ngumpul dan ngobrol bareng sama orang-orang yang lebih tua. Pasti selalu ada hal menarik untuk kita dengarkan, entah itu kisah sekolah mereka, kisah kampung halaman mereka, maupun kisah lika-liku hidup mereka.

Cerita dari nenek sahabat saya pernah bilang, dan yang membuat saya manggut-mangut kepala, beliau bilang nggak meyangka akan ngalamin beli air mineral dalam kemasan. Ini suatu hal yang nggak pernah terpikirkan oleh beliau, karena air itu merupakan sumber alam yang sangat dibutuhkan, digunakan sehari-hari oleh manusia dan berlimpah pula. Iya pada zamannya dulu, nenek sahabat saya ini nggak pernah kesulitan untuk menemukan air minum. Karena kapanpun kita mau minum, pasti dengan mudah kita akan mendapatkannya dan gratis-tis.

Now, kita juga dengan mudah bisa mendapatkan air minum, bahkan bisa berbagai rasa tapi bayar! Bahkan harganya di beberapa negara bisa dibilang cukup mahal. Berdasarkan pengalaman saya pribadi saat traveling ke Singapura, membawa botol air sendiri ketika keluar rumah itu wajib banged, soalnya harga air mineral yang dijual disan cukup mahal.

Kenapa mahal? Soalnya ya supaya jadi lebih ramah lingkungan dan nggak banyak sampah plastik. Ya, akhirnya kebiasaan ini terbawa saat kembali ke Jakarta. Perlahan saya mulai membiasakan membawa bekal air minum dari rumah ketika akan pergi keluar, bukan ngerasa lebih aman tapi jadi lebih hemat juga.

Apalagi ketika kita makan di restoran, jarang banged yang menyediakan air minum, kebanyakan tempat makan yang saya datangi, kita harus membeli air minum tersebut dan harganya juga kadang nggak murah juga. 

Dari sebuah pengalaman, akhirnya sekarang menjadi kebiasaan, dan lingkungan yang terjadi sekarang ini juga sangat mendukung. 

Satu Benda yang Sangat Bermanfaat Untuk Bertahan Hidup

Selama ini kamu juga udah sering bawa botol air minum sendiri nggak siy? Emang jadi lebih ribet dan bikin tas kita jadi penuh dan lebih berat. Malah sekarang itu botol minum jadi barang yang wajib kita bawa kalau keluar rumah nggak siy! Manfaatnya juga banyak buat kita, terlebih lagi di kondosi seperti sekarang ini.

Banyaknya kebiasaan baru yang harus kita lakukan, membawa air botol minum sendiri saat keluar rumah membuat kita jadi bisa bertahan hidup, karena lebih hemat, lebih menyehatkan dan lebih aman juga, setuju nggak?

Selain alasan diatas, bagi saya yang sangat terpenting adalah bisa menjadi seorang pribadi yang peduli dan menjaga kelestarian bumi. As we know, berapa sampah plastik yang dihasilkan oleh penduduk Indonesia. So, untuk itu saya menghindari penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari, meskipun belum sepenuhnya tapi setidaknya saya mencoba untuk menguranginya.

Salah satunya caranya saya menghindari membeli air minum kemasan sekali pakai, dan sebagai gantinya saya tinggal minum dari air botol yang saya bawa dan bisa saya gunakan berulang kali.
Coba dech bayangin, dengan kebiasaan ini berapa banyak sampah botol yang bisa kita kurangi?

Kondisi Lingkungan saat ini juga sangat mendukung kita untuk terbiasa membawa botol minum sendiri, demi kesehatan tubuh kita juga. Bisa jadi air kemasan yang di jual di luar sana itu nggak sehat, palsu,  udah kadarluasa atau airnya belum dimasak. Nah, kalau kita bawa botol minum sendiri dari rumah, kita yakin lebih sehat dan aman untuk diminum.

Mungkin kebiasaan kita ini biasa, tapi tanpa kita sadari kita bisa memberikan yang terbaik bagi generasi kita selanjutnya dimana #UntukmuBumiku  kalau bukan #MudaMudiBumi yang menjaganya, lantas siapa yang harus kita percayakan.

Percaya siy setiap kebaikan yang kita tabur, pasti kebaikannya akan kembali ke diri kita sendiri.  Jadi kalau sekarang kamu mau memberikan kesempatan bagi diri kita untuk berbuat baik pada Bumi ini. Jawabannya, #TimeforActionIndonesia dan buktikan ke diri kamu sendiri, kalau kita bisa menjadi Hari sumpah Pemuda lebih bermakna.




Tuesday, October 19, 2021

Remember! Kental Manis Bukan Pengganti Asi dan Susu untuk Anak. Yuk, Terapkan Konsep Mindful Parenting Agar Tumbuh Kembang Anak Optimal

Beberapa hari ini isi Time Line sedang ramai, karna seorang influencer yang kabur saat dikarantina setelah kembali dari Amerika. Aku pribadi kurang tau banyak mengenai sosoknya, hanya beberapa kali melihat postingan instagram beliau tentang parenting. Nggak bisa disangkal follower dan viewnya memang ramai, dulu sebelum ada masalah ini, sering banged kepikiran kenapa siy, banyak yang bilang jadi panutan parenting? 


Ups, kita stop bahas mengenai hal itu sampai disini aja ya!



Ya begitu lah kalau jadi seorang publik figur atau seorang influencer membuat segala tindak-tanduk yang dilakukan akan menjadi perhatian banyak orang. Jadi ya harus siap mental.


Apalagi di era digital seperti sekarang ini, jejak rekam kita tak bisa hilang jadi memang harus hati-hati banged bermain di media sosial. Baik dari perkataan, perbuatan, pertemanan sampai perihal mendidik anak juga menjadi sorotan. Jika terjadi hal yang melenceng mereka kerap mendapatkan cibiran, bahkan cibiran tersebut bisa mendarat ke anggota keluarga  dan anak-anak mereka.


Suka sedih siy ini, kalau ada netizen yang suka kelewatan mencibir anak kecil gara-gara tidak suka sama orangtuanya. Tapi, banyak qo, artis yang gaya parentingnya bagus dan menuai pujian dari masyarakat. Salah satunya niy, sosok publik figur Rahayu Saraswati, beliau juga seorang aktivis, dan ibu dari  2 orang anak. Saya pertama kali melihat sosoknya di salah satu chanel yuotuber Indonesia, dan ketika beliau menjadi salah satu pembicara webinar Sahabat YAICI, I know bakalan dapet insight baru tentang parenting.


Selasa, 12 Oktober 2021, Komunitas Menata Keluarga (eMKa) bersama Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) mengadakan Webinar dengan tema "Membangun Karakter Kesadaran Gizi Keluarga Melalui Mindful Parenting". Dari temanya saja sudah bisa di tebak, ini menarik untuk disimak. Dalam Webinar ini menghadirkan beberapa narasumber yang ahli di bidangnya, yaitu :

  • Bapak Arif Hidayat SE, MM, Ketua Yayasan YAICI
  • Ibu Melly Amaya Kiong, founder Komunitas Menata Keluarga
  • Prof. Dr. Ali Alhadar dokter specialis anak
  • Ibu Rahayu Saraswati, Ibu dan Publig Figur

Kang Maman yang dipercaya sebagai moderator, megatakan Mindful Parenting itu  bagaimana kita mengasuh anak dengan penuh kesadaran yang merupakan strategi untuk terciptanya komunikasi yang efektif  dengan anak, untuk itu kita sebagai orangtua harus memperhatikan beberapa hal,  yaitu bisa mendengarkan dengan penuh perhatian, tidak menghakimi, dan diperlukan kesabaran.


Setuju banged, karena memang tugas sebagai orangtua itu tidak mudah, kita harus terus belajar dan juga harus mengikuti perkembangan jaman. Pola asuh yang kita terapkan ke anak-anak kita sekarang tidak bisa kita samakan dengan pola asuh yang kita dapatkan dari orangtua kita terdahulu. Jika dulu banyak orangtua yang memberikan susu kental manis sebagai susu kepada anak-anak mereka, namun saat ini kebiasaan tersebut harus kita hilangkan.

Kental Manis Bukan Susu

Memang perkembangan jaman dan kemajuan teknologi sekarang ini tidak menjadikan anak-anak kita terbebas dari kental manis sebagi pengganti ASI dan susu. Faktanya dari penelitian masih banyak masyarakat Indonesia yang percaya kalau kental manis sama dengan susu yang bisa diberikan kepada anak-anak mereka. Kita tidak bisa langsung menghakimi atau menyalahkan mereka begitu saja, disinilah peran kita untuk tidak putus dan berhenti memberikan informasi dan menyebarkannya ke masyarakat luas.


Kita paham betul keterbatasan informasi yang didapatkan oleh mereka menjadi tanggung jawab kita bersama. Salah satunya melalui webinar ini bertujuan agar edukasi mengenai pemberian kental manis kepada anak bukan sebagai pengganti ASI atau sebagai minuman susu, dan juga bertujuan agar tumbuh kembang anak-anak di Indonesia lebih optimal, karena mereka adalah generasi bangsa.

sumber : www.shurterstock.com



Perlu kita reminder terus niy, kalau kental manis itu hanya untuk pemanis atau toping makanan dan minuman saja. Informasi ini yang diharpakan bisa sampai ke masyarakat Indonesia.


Mengingat keluarga sebagai tiang negara memiliki peran penting dalam tumbuh kembang anak, dan membentuk karakter anak karena lebih dari 60 % waktu dihabiskan bersama keluarga. Konsep mindful ini adalah metode afektif pola asuh untuk mengajarkan  kebiasaan-kebiasaan baik dan baru kepada anak, semua itu harus dilakukan dengan penuh kesadaran.


Bagaimana caranya kita mengasuh dengan penuh kesadaran?

Penuhi Kecukupan Gizi dan Nutrisi Anak

dr. Ali Alhadar mengatakan anak yang usianya masih dibawah 2 tahun merupakan investasi, dimana di masa ini pertumbuhan otak anak sangat cepat dan setelah melewati usia 2 tahun  maka pertumbuhan otak mereka akan melambat. Oleh karena itu 2 tahun ini jangan pernah kita sia-siakan.

Permasalahan perumbuhan anak bukan hanya menjadi permasalahan orangtua saja, tapi pemerintah juga terus memantau permasalahan ini, nah bagaimana kita menyelamatkannya?
Pastinya di masa golden age ini kita dapat memenuhi kecukupan gizi dan nutrisi anak-anak, dengan memperhatikan asupan ASI dan MPASI mereka.




dr. Ali juga mengingatkan kita sebaiknya sebagai orangtua kita jangan memberikan peluang kepada anak-anak  untuk mengkonsumsi makanan dan minuman yang tinggi akan kandungan gula garam lemak (GGL), apalagi sampai memberikan kental manis sebagai pengganti ASI dan Susu formula. Big No!

Terkadang yang namannya anak-anak pasti suka dengan yang manis-manis, oleh karena itu kita harus bisa mengeremnya dan membiasakan anak-anak untuk makan dan minum yang bergizi. 


Tanamkan Anak-Anak untuk Filter Kebiasaan Baik Sejak Dini

Enggak mudah memang untuk membiasakan hal yang baik dan tidak baik, mana yang boleh dan tidak boleh kepada anak-anak. Ibu Melly Amaya Kiong sangat menyadari hal tersebut, makanya beliau sangat berharap agar konsep Mindful Parenting ini bisa diterapkan oleh orangtua kepada anak-anak mereka.

Karena berbicara tumbuh kembang anak bukan hanya soal fisik atau tubuhnya saha, tapi psikis mereka juga penting untuk diperhatikan, apalagi di masa pandemi seperti sekarang ini, tentu harus lebih serius lagi perhatian kita.

Dalam menanamkan hal tersebut memerlukan proses, dan dalam proses tersebut kita sebaiknya tetap membiarkan anak-anak untuk mencobanya, tapi jangan sampai berlebihan.  Setidaknya dengan melibatkan mereka, kita bisa menunjukan ada sebab dan akibatnya, dan harapannya dengan melewati satu proses tersebut anak-anak akan lebih mengerti alasannya.

Balada yang sering kita temukan untuk menciptakan kedisplinan kepada anak-anak sering datang karena faktor lingkungan yang kurang mendukung. Oleh karena itu Rahayu Saraswati, ketika menanamkan disiplin kepada anak-anak perlu adanya dukungan dari keluarga. Karena disiplin itu harus dilakukan secara konsisten dan kesabaran.

Kita harus menanamkan dan melihat bahwa anak-anak adalah pemimpin masa depan, jadi cara mendidik yang kita berikan kepada mereka juga merupakan bentuk kasih sayang kita kepada anak-anak.