Thursday, August 27, 2020

Tetap Gembira Menemani Anak Belajar di Rumah dengan Advan Tab Belajar

Halo Ibu-ibu hebat yang sedang menemani anak-anak belajar di rumah apa kabarnya?

Beberapa waktu lalu saya tergelitik membaca status salah seorang teman, "Baru 1 hari anak-anak belajar dirumah udah penuh drama, soalnya orangtuanya ternyata lebih horor". 



Kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah untuk anak-anak belajar dirumah memang sangat beralasan, karena hal ini merupakan cara yang paling efektif untuk mengurangi resiko penyebaran virus Covid-19, yaitu dengan mengurangi adanya interaksi sosial.


Namun, dibalik itu memang nggak bisa kita pungkiri, banyak diantara kita para orangtua yang tidak memiliki cukup bekal dalam mendampingi putra-putrinya belajar dirumah. Alhasil tes kesabaran para orangtua turut diuji juga. Saya pribadi ikut merasakannya, harus memiliki sabar yang ekstra ketika mengajarkan Key belajar. 


Saat kebijakan belajar di rumah diberlakukan, maka kita sebagai orangtua harus siap berperan menjadi seorang guru di rumah. Karena sifatnya mendadak, alhasil orangtua mau tidak mau harus beradaptasi dengan cepat, ya meskipun tidak semuanya siap dengan perubahan tersebut. Alokasi waktu pun saat ini otomatis jadi lebih banyak untuk mengawal anak-anak mengerjakan tugas sekolah.


Memang selama belajar dari rumah, saya pribadi jadi harus lebih meluangkan waktu untuk menemani Key mengerjakan tugas sekolah. Komunikasi dan interaksi dengan Key jadi jauh lebih banyak, jadi semakin memahami dan jadi bisa mengukur kemampuan kognitif dan emosi anak. Dari hasil komunikasi dan sedikit observasi inilah akhirnya sedikit memahami metode seperti apa yang mesti di gunakan saat menemani Key belajar dari rumah. Karena saya yakin tidak semua anak memiliki tingkah laku yang sama saat sedang berada di rumah dan di sekolah.

Nah, kalau begitu kita jangan melulu melihat kondisi ini sebagai beban ya! Kita juga jangan memasang ekspetasi yang berlebihan, supaya nggak stress. Karna perubahan ini serba mendadak, oleh karena supaya proses belajar anak-anak dari rumah berjalan dengan lancar jadi ada beberapa hal yang mesti kita persiapkan, dengan tujuan agar proses belajar jadi lebih nyaman dan maksimal.


Menciptakan Komunikasi Saat Belajar dari Rumah

Awal-awal menemani Key belajar dari rumah, memang nggak mudah dan penuh drama.  Sampai akhirnya saya bercerita kepada guru kelasnya dan seiring berjalannya waktu, akhirnya saya sudah mulai terbiasa dan lebih mudah saat menemani Key mengerjakan tugas sekolahnya. 


Yes, semua diawali dengan komunikasi dua arah yang baik, ternyata hal ini manjur. Mengajak Key berbicara dan mendengarkan apa yang diingankan dan penting untuk tidak memaksakan kehendak kita kepada anak-anak untuk terus belajar.  Soalnya sudah pasti, bukannya anak-anak semangat belajar tapi yang terjadi mereka malah jadi bad mood. Kita harus menyesuaikan durasi belajar anak-anak sesuai dengan usianya. Seperti Key, yang saat ini pada usianya biasanya rentang belajar yang dibutuhkan Key sekitar 15-25 menit.


Mengelola Emosi Saat Belajar

Awal menjadi guru dadakan, tidak paham bagaimana harus mendampingi Key selama belajar dari rumah, seringkali memaksa Key untuk cepat-cepat menyelesaikan tugas rutinitas dan jadwal belajarnya.


Jangan sampai yang seharusnya kita sebagai orangtua bisa memberikan motivasi kepada anak-anak supaya semangat untuk belajar, justru malah menambah beban baru bagi anak-anak. Karna pada dasarnya emosi bukan hanya perasaan marah saja, tapi juga meliputi rasa senang dan sedih.


Kalau anak-anak belajar dalam keadaan happy, mereka jadi lebih mudah mengerjakan tugas sekolahnya. Jadi, jika kondisi kita dalam keadaan emosi, sebaiknya kita menenangkan diri terlebih dahulu dan mengatur napas. Jika kita menemani anak-anak belajar dalam keadaan tenang, membuat diri kita bisa menyadari situasi yang sedang terjadi sekarang dan tidak melulu menganggap beban.


Hal ini saya lakukan dan ternyata berhasil, suasana menemani Key belajar jadi lebih menyenangkan.


Kehadiran Teknologi Sebagai Faktor Pendukung saat Belajar di Rumah

Selain keterlibatan orangtua, anak, dan guru, gadget menjadi hal yang paling dibutuhkan saat ini, agar proses belajar-mengajar dapat berjalan dengan baik dan lancar. Kemajuan teknologi sekarang ini tak bisa kita hindari dan kita dituntut untuk bisa mengekplorasi fitur-fitur yang ada.


Karena hampir sebagian besar tugas sekolah atau kegiatan belajar anak harus melalui gawai. Memahami kondisi yang dialami para orangtua ini, dimana pembelajaran secara online menggunakan gadget atau komputer melalui portal atau aplikasi pembelajaran online, maka dibutuhkan prasarana utama, diantaranya jaringan internet, gadget dan komputer. Semua itu supaya anak-anak bisa mengikuti pembelajaran secara online secara efektif.


Nah, untuk mendukung hal tersebut Advan meluncurkan produk terbaru Advan Tab Belajar.


Tetap Gembira Menemani Anak Belajar di Rumah dengan Advan Tab Belajar


Orangtua selain harus siap secara sosial-emosional, kehadiran gadget juga sangat penting untuk memotivasi anak-anak dalam belajar. Di tengah kondisi saat ini agar kita para orangtua tetap bisa gembira selama menemani anak-anak belajar di rumah, perlu di dukung dengan akomodasi digital yang mudah untuk diakses.


Maklum, kondisi sekarang ini memaksa orangtua untuk lebih akrab dengan gadget, agar proses belajar mengajar menjadi lancar dan bisa menciptakan suasana gembira saat menemani anak-anak belajar di rumah. Kehadiran Advan Tab Belajar diharapkan bisa menjadi upaya dalam memberikan solusi belajar jarak jauh dengan nyaman.


Fitur Advan Tab Belajar


Advan Tab Belajar merupakan tablet yang dirancang untuk memberikan pilihan tak terbatas, supaya dapat memberikan kemaksimalan bagi penggunanya, dan mengubah sebuah halangan menjadi sebuah peluang. Cakeppp


Advan Tab Belajar didukung oleh layar besar yang berkualitas high resolution berdiagonal 8 inch. Jadi saat anak-anak harus mengerjakan tugas atau membuka aplikasi belajar jadi lebih nyaman. Apalagi saat anak-anak harus menonton konten video jadi lebih mudah dan maksimal. Saat harus membaca teks yang ada dalam video juga jadi lebih jelas.



Untuk urusan performa dipercayakan pada CPU Octa-Core dibekali RAM 3 GB dan ROM 16 GB, dengan memori yang besar tersebut bisa menjadikan proses belajar anak-anak menjadi lebih atraktif. Tertolong banged bagi penggunanya karna harus menyimpan banyak data tugas anak-anak sekolah, belum lagi harus membuat video dan mengirimkan video tugas anak-anak. Selain itu berkat hadirnya dua kamera 5MP di bagian depan dan belakang, kegiatan tutorial atau video call dengan guru jadi lebih seru dan nyaman.


Faktor penting lainnya untuk menciptakan suasana gembira saat anak-anak sedang belajar, perlu di dukung dengan jaringan konektivitas wifi, dan Advan Tab 8 ini di dukung dengan perangkat koneksi jaringan 5G, dan juga tersedia teknologi Wi-Fi generasi terbaru, serta bluetooth 4.2. Dengan semua fitur tersebut kegiatan belajar online anak-anak diharapkan jadi terasa lebih menyenangkan.


Semua kemampuan tersebut, juga tidak akan berjalan dengan maksimal jika tidak didukung dengan daya tahan baterai yang baik. Yes, Advan Tab Belajar dilengkapi dengan baterai yang berkapasitas 4.300mAH. 


Benefit Advan Tab Belajar


Benefit lainnya yang bisa kita dapatkan dari Advan Tab Belajar yaitu adanya layanan Kelas Pintar Regular, yaitu solusi belajar online dengan metode pintar, personal, dan terintegrasi. Tersedia juga ribuan materi belajar, latihan soal, dan ujian untuk jenjang SD, SMP, SMA. Asik yaa!!


Lalu, tersedia juga modul latihan soal online yang diberikan lengkap dan sesuai dengan kurikulum terbaru yang dapat diakses secara gratis selama satu bulan. Dengan materi yang diberikan terdiri dari latihan soal ulangan harian, latihan soal ujian semester, latihan soal ujian nasional, kuis dan tryout. 



So, untuk mendukung proses belajar anak di rumah menjadi lebih menyenangkan coba gunakan Advan Tab Murah sekarang juga. Why? Soalnya Advan Tab Belajar dirilis dengan harga spesial Rp. 1.499.000, ditambah voucher cashback Rp. 100.000, jadi kita cukup membelinya dengan harga Rp. 1.399.000, khusus untuk 100 orang pembeli pertama dalam rangka Kemerdekaan 17 Agustus. 


Ups, bukan cuma itu ajah, kita juga bisa mendapatkan bonus kuota paket data 360 GB dari Smartfren.  Ayo beli sekarang juga dan dapatkan secara ekslusif hanya di Tokopedia. 



Sunday, August 16, 2020

Adaptasi Kebiasaan Baru Dengan Menerapkan 3M di Tengah Pandemi Covid-19

Jangan pernah bertanya kapan pandemi akan berakhir yaa! Tapi tanyakan pada diri sendiri, apakah kita sudah menjalankan protokol kesehatan dengan baik?


Jika melihat kondisi sekarang ini sebenarnya kita belum terbebas dari pandemi ya, justru kita dituntut untuk Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di berbagai bidang. Pada era pandemi ini, kita masih bisa beraktivitas secara Produktif, namun dengan menerapkan langkah pencegahan Covid-19.


Namun, bagaimana caranya di tengah pandemi seperti sekarang ini kita masih bisa produktif dengan aman. Hal ini ternyata menjadi perhatian USAID, pada hari Rabu, tanggal 12 Agustus 2020 USAID mengadakan Online Talkshow #3MPlus Perilaku Kunci Aman dan Produktif di masa pandemi dengan para pembicara :

  • dr. Kirana Pritasari. MQIH, Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat, Kementrian Kesehatan RI
  • dr. Pandu Riono, MPH, ph,D Ahli Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia
  • dr. Widyastuti MKM Kepala Dinas Kesehatan Pemerintah Propinsi DKI Jakarta 
  • dr. Falla Adinda Tenaga Medis dan Influencer
  • Harianto Ketua Bantaeng Runners Community (BRC) 
  • Mamik Pujiastutik, SKM Sanitarian Puskesmas Sidoarjo Lor Kota Salatiga
  • Lina Damayanti Advisor bidang Advokasi dan Komunikasi, USAID IUWASH PLUS, selaku Moderator


Banyak diantara kita yang bertanya-tanya, termasuk saya pribadi, berapa lama kita akan menghadapi pandemi seperti sekarang ini? Kita sudah bosan tinggal dirumah, namun langkah ini dianggap tepat agar kita tidak terpapar Covid-19. Oleh karena itu dr. Pandu mengatakan kita harus menegakkan 3MPlus. Apa siy itu?

Adaptasi Kebiasaan Baru dengan Menerapkan 3MPlus
  • Menggunakan Masker dengan benar

  • Menjaga Jarak

  • Mencuci Tangan


Memang dengan 3M ini kita dapat mengurangi resiko penularan Covid-19? Faktanya 3M ini sangat powerful agar kita tidak tertular Covid-19. Adaptasi kebiasaan ini harus diterapkan, dengan tujuan agar masyarakat dapat melakukan aktivitas di masa pandemi ini.

Adaptasi baru ini bukan berarti kita harus menghindari tempat tinggal, untuk pindah ke tempat baru yang terbebas dari Covid-19, bukan juga kita harus mengurung diri di rumah terus-menurus.Tapi harapannya meskipun kita sedang hidup di tengah pandemi, kita tetap dapat beraktivitas, dapat mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidup, bisa refresing dan beribadah dengan menerapkan kebiasaan baru.

Jadi yang kita butuhkan agar bisa beradaptasi kebiasaan baru di tengah pandemi ini, yaitu dengan  menjalankan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, dan semua protokol ini berlaku untuk seluruh lapisan masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari. Penerapan 3M ini harus kita ingatkan, harus kita edukasi terus-menerus.

Karena pada kenyataannya masih banyak masyarakat yang belum menjalankan adaptasi kebiasaan baru ini. Untuk penerapkan 3MPlus ini mereka yang berada di dinas kesehatan menjadi sangat penting, menjadi pilar utama dalam memberikan contoh kepada masyarakat.

Lantas, apakah dengan menerapkan 3MPlus ini resiko penularan bisa berkurang? Seharusnya iya, karena saat ini baru 50% masyarakat saja yang menerapkan 3MPlus ini. Seandainya seluruh masyarakat bisa menerapkan dan disiplin, yakin pasti kita bisa melewati pandemi ini. Nggak usah melihat orang lain dech, adaptasi kebiasaan baru ini dapat kita mulai dari diri kita sendiri terlebih dahulu, lalu keluarga dan orang-orang terdekat kita.

Oleh karena itu untuk mendukung penerapan 3MPlus ini tidak bisa lepas dari akses air minum dan sanitasi. 


Dalam hal ini Bapak Imran mengatakan meskipun di tengah pandemi masyarakat tidak berhenti untuk tetap menjalankan sanitasi total berbasis masyarakat (STBM). Agar pola hidup masyarakat ini dapat mereda penyebaran virus Covid-19.



Upaya yang dilakukan oleh Pemerintah DKI Jakarta dalam Implementasi 3M

Ibu Widyastuti mengatakan bahwa pemerintah sudah melakukan promosi kesehatan terkait dengan Covid-19 ini sejak 24 Januari lalu, ketika kita sudah mulai mendapatkan informasi adanya Covid-19 di Wuhan. Sosialisasi ini sudah di lakukan oleh pihak kesehatan, penyuluhan di sekolah-sekolah, di tempat keramaian seperti mal, terminal sudah mulai dilakukan sosialisasi.

Banyak faktor yang menyebabkan kasus pasien Covid-19 di Jakarta terus meningkat, dan lansia menjadi pasien yang paling banyak. Untuk penerapan 3MPlus ini pemerintah Jakarta juga sudah digalakkan terutama saat masa PSBB transisi dan sudah dilakukan oleh lintas sektor.

Tantangan yang dihadapi oleh pemerintah hadapi saat ini yaitu, dimana masih banyak informasi hoax yang beredar berkaitan dengan Covid-19 ini, selain itu yang paling menguras tenaga sikap masyarakat sendiri yang tidak patuh terhadap protokol kesehatan.

Oleh karena itu pemerintah telah menerapkan protokol kesehatan baik di pasar, perkantoran, hotel, transportasi, dan tempat kerja. Contoh, dibawah ini protokol kesehatan yang ada di pasar.

Salah satu protokol yang ada di Pasar



Tugas Tenaga Medis di Tengan Pandemi Covid-19

Untuk pandemi ini adalah persoalan masyarakat, para tenaga medis sebenarnya bukan berada di depan, tapi adanya di belakang untuk menangani masalah yang tidak teratasi oleh masyarakat. Jadi pandemi itu adalah ilmu dari kesehatan masyarakat dimana yang bisa menyelesaikan pandemi ini adalah masyarakat bukan tenaga kesehatan.

Menurut dr. Falla, anggapan bahwa tenaga medis adalah frontliner sebenarnya kurang tepat. Jadi kuncinya ada di masyarakat, dimana kita harus menerapkan pola hidup bersih dan sehat, menerapkan 3M, setelah itu baru tenaga medis bekerja.

Saatnya kita berbagi peran dengan, dimana pemerintah membuat regulasi, para scientist bekerja setiap hari untuk membuat obat, membuat vaksin, dokter bekerja di belakang UGD, mereka menyembuhkan orang-orang yang sakit, masyarakat bekerja untuk menurunkan angka pandemi ini, dan teman-teman blogger, influencer bekerja untuk menyerukan hal-hal baik kepada masyarakat, agar masyarakat dapat menerima informasi yang tepat dan baik.

Tips Agar Tetap Produktif selama Pandemi Covid-19

Selain menerapkan 3MPlus, ada hal lain yang perlu diperhatikan agar kita tetap produktif dengan aman selama pandemi, yaitu :

1. Istirahat yang Cukup
Meskipun di tengah pandemi kita tetap beraktivitas normal, meskipun ruang gerak kita terbatas. Namun jangan sampai karena begitu antusias dengan aktivitas dan adaptasi baru membuat kita lupa beristirahat.

2. Mengurangi Aktivitas yang tidak penting
Ketika kita terpaksa harus bekerja di luar rumah, maka protokol kesehatan harus dijalankan dengan baik. Namun jika kita beraktivitas dalam rumah sebaiknya hindari kegiatan yang kurang penting. Isilah hari-hari kita dengan kegiatan yang bermanfaat.

3. Berpikiran Positif
Hal ini sangat penting agar kita tetap waras dan sehat, karena dengan kita berpikiran positif akan meminimalisir perasaan stress dan dapat mengurangi kecemasan pula.

4. Mengkunsumsi Makanan Sehat dan Kaya Nutrisi
Meskipun di tengah pandemi, namun kebutuhan nutrisi dan protein kita harus terjaga, agar imunitas kita baik.

5. Berolahraga
Olahraga dapat kita lakukan di dalam rumah, dengan gerakan yang sederhana dan tidak perlu di ruang yang luas. Namun olahraga di luar rumah tetap bisa kita lakukan, asalkan protokol kesehatan tetap dilakukan dengan baik.

Ingat ya teman-teman adaptasi kebiasaan baru ini, harus kita terapkan dan lebih disiplin. Jangan pernah ada kata bosan untuk selalu melakukan 3M (Memakai Masker, Mencuci tangan dengan sabun dan Menjaga Jarak). Agar kehidupan sehari-hari kita bisa tetap produktif dengan aman dan nyaman.


Friday, August 14, 2020

Peran Ibu Milenial Dalam Mewujudkan Generasi Emas di Masa Pandemi

Setiap berjumpa dengan ibu-ibu yang memiliki anak usia sekolah, biasanya memiliki satu frekuensi keluhan yang sama. Dimana tugas ibu rumah tangga menjadi berlipat ganda selama pandemi ini.

Termasuk saya pribadi, merubah rutinitas sehari-hari itu memang tidak mudah, dimana rasa khawatir dan was-was membuat kita menjadi tidak nyaman. Harus siap dengan segala perubahan yang ada. Terutama dalam hal yang berkaitan dengan sekolah anak. Secara mendadak saat  ini tugas ibu menjadi guru, dari guru olahraga, berhitung, membaca dan agama.



Jangan ditanya rasanya seperti apa, pusing dan mumet sudah pasti. Belum lagi jika harus mengirimkan video tugas anak-anak kepada pihak sekolah. Adanya perubahan ini tak selamanya buruk qo! Adanya wabah ini setidaknya membawa hal positif bagi saya pribadi, jadi lebih dekat dengan keluarga dan Tuhan. 

Namun, ada tantangan lain yang harus dihadapi oleh para orangtua, bagaimana mewujudkan generasi emas di masa pandemi ini? Di tengah upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas SDM, muncul pandemi Covid-19, alhasil rencana untuk menciptakan generasi emas menjadi berpengaruh dan perlu ditata ulang kembali,  agar mimpi Bangsa Indonesia kelak tetap bisa terwujud untuk menciptakan generasi emas  pada 2045.



Berkenaan dengan hal tersebut, pada tanggal 11 Agustus 2020 aku mengikuti Webinar Nasional dengan tema Mencetak Ibu Millenial Pembangun Generasi Emas 2045 di Era Pandemi Covid-19, menghadirkan beberapa pembicara yaitu :
 
* Hj. Khofifah Indar Parawansa selaku Ketua Umum PP Muslimat Nu

          * Dr. Hj. Erna Yulia Soefihara sebagai  Ketua VII PP NU

* Meida Octariana, MCN, Asisten Deputi Kesehatan Gizi, KIA dan Konseling (Kemko PMK 2010-2019)

* Dr. dr. TB. Rachmat Sentika Sp. A (K) MARS Dokter Spesialis Tumbuh Kembang Anak

* dr. Ranti Hanna, Sp. A. IBLC-Ibu Milenial sekaligus dokter Anak

* Arif Hidayat Perwakilan dari Sahabat YAICI (Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia)

Diyakini jika Ibu milenial sekarang ini memiliki gaya pola asuh anak yang berbeda dibanding generasi sebelumnya. Kita ketahui generasi milenial  memiliki peran sebagai orangtua di usia yang produktif sehingga mereka disebut dengan istilah Ibu Milenial. Ada apa siy dengan ibu milenial ini?

Mereka biasanya lebih tertarik dan melek akan teknologi, sehingga dengan mudah dapat mencari informasi apapun yang ingin diketahuinya. Tapi sayangnya generasi ibu milenial ini ternyata belum bisa menuntaskan permasalahan stunting yang ada di Indonesia. 

Dimana angka stunting di Indonesia masih berada di angka 30,8%. Angka ini masih terbilang tinggi karena jika kita merujuk pada data yang ditetapkan oleh WHO yaitu berada di ambang batas 20%.


Apa siy yang menjadi tantangan bagi para Ibu milenial di tengah kemajuan teknologi ini?  Ternyata jawabannya adalah begitu banyak iklan, promosi dan cenderung gaya hidup yang tinggi sehingga ibu-ibu milenial sekarang ini lebih menyukai hal-hal yang cepat, mudah dan praktis tanpa memperhatikan kandungan atau kebutuhan dasar yang harus dipenuhi kepada anak-anak.

Salah satu penyebab anak-anak menjadi stunting, karena masih banyak para orangtua yang memberikan susu kental manis kepada anak-anak mereka. Data ini diperkuat dengan survei yang dilakukan oleh pihak YAICI pada tahun 2018, Bapak Arif mengatakan hasil dari survei tersebut sebanyak 73% masih menganggap bahwa susu kental manis adalah sumber dan mereka mengetahui hal itu karena dari turun-menurun keluarga, informasi dari iklan di TV, radio dan media massa lainnya.

Jadi meskipun termasuk ibu milenial tapi maih banyak yangtermakan isu diluar sana, sehingga masih banyak para orangtua yang memberikan susu kental manis untuk dikonsumsi kepada anak-anaknya. Lantas tugas siapa kah ini? Ini menjadi tugas seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja. 

Sudah waktunya kita membantu menyebarkan informasi kepada masyarakat luas bahwa susu kental manis bukanlah susu, fungsi dari kental manis adalah sebagai toping makanan.


Kalian bisa bayangin nggak, pada masa usia emas, banyak anak-anak yang harus mengkonsumsi minuman yang memiliki kandungan gulanya tinggi, seperti kental manis ini? Tentu saja permasalahan malnutrisi dan stunting di Indonesia masih akan tinggi. Oleh sebab itu pengetahuan mengenai 1000 HPK sangat diperlukan dan harus dimiliki oleh para Ibu Milenial.

Lantas, apa yang diperlukan oleh genarasi milenial agar dapat hidup berkualitas, apalagi di masa era pandemi ini? Ibu Meida mengatakan banyak faktor dan tantangan yang harus dihadapi oleh para ibu milenial dan para generasi emas. Adanya pandemi ini kita harus lebih banyak berdiam diri dirumah, dan ruang gerak menjadi semakin terbatas.

Pada masa pandemi ini kita dituntuk untuk meningkatkan imunitas, dengan memastikan asupan protein dan nutrisi yang cukup, membatasi penggunaan gula dan garam, karena khawatir jika mengkonsumsinya berlebihan maka dapat menyebabkan imunitas menurun,  dan pastinya harus memperbanyak konsumsi buah dan sayur.

Selain itu stop memberikan kental manis kepada anak-anak sebagai susu, Ibu Meida mengingatkan kalau kental manis hanya sebagai toping makanan saja. Jangan sampai kelak kita menyesal ya! 

Apalagi anak-anak milenial sekarang ini, lebih menyukai konsusmi asupan lemak total dan lemak jenuh, karena mereka lebih mementingkan rasa, dan tidak memperhatikan kandungan yang ada dalam makanan dan minuman tersebut. Memang siy hal ini sulit dihindari, termasuk aku pribadi.

Nah, kalau sudah seperti ini, bagaiman Bangsa Indonesia bisa terlepas dari yang namanya stunting? Dalam hal ini ada beberapa hal yang harus diperhatikan, salah satu caranya yaitu dengan stop memberikan kental manis sebagai susu kepada anak-anak.

Perlu dicatat, bahwa 60-70% kentl manis itu mengandung gula, makanya tidak boleh dikonsumsi sebagai susu. 

Tantangan Ibu Milenial di Era Pandemi

Tentunya dengan adanya pandemi ini, tugas orangtua semakin besar, terutama peran para ibu. Oleh karena itu Ibu Khofifah mengatakan bahwa untuk menciptakan generasi maju diperlukan peran dari orangtua. Apalagi kondisi di era pandemi sekarang ini, sebagai orangtua harus adaptasi akan banyak hal baru. Salah satunya yang memiliki dampak segi pendidikan.

Para orangtua harus siap menghadapi new normal di berbagai bidang kehidupan. Namun, tetap harus kita perhatikan dalam mendidik anak itu harus disesuaikan dengan zamannya. Karena banyak format yang salah dan berbeda, masih banyak para orangtua yang mendidik anak-anak mereka sama seperti zaman mereka dahulu.

Peran seorang ibu sebagai madrasah anak-anak menjadi penguat bagi keluarganya, sedangkan peran dari seorang bapak juga penting dalam mendidik anak-anak. Oleh karena itu untuk mencetak generasi emas 2045 perlu adanya kerjasama kedua orangtua dalam mendidik dan membesarkan anak-anak mereka menjadi generasi emas.

Ibu Khofifah juga mengatakan bahwa dalam masa pandemi ini hindari Ibu tidak bahagia, kenapa?

Ibu harus selalu bahagia, karena ibu menjadi suri tauladandalam mengasuh anak-anaknya di masa pandemi covid-19 ini. 

Jika Kamu ibu Milenial, maka ini Peran Kamu!

 Melek Teknologi

Ibu harus faham dan bisa membimbing, menuntun, dan memonitor anak-anak dalam menggunakan gadgetnya sekaligus. 

Pola Asuh Sesuai Zaman

Ibu bisa mengkondisikan dan mengimplentasikan pola asuh yang arif, positif, efektif, konstruktif, dan transformatif. Pahami bahwa generasi sekarang cenderung berpikir praktis, ingin kebebasan dan butuh pengakuan.

Kedekatan Emosi

Ibu dapat memanfaatkan masa pandemi ini untuk meningkatkan bonding dan kedekatan emosional dengan anak sekaligus memberikan keteladanan.

Sabar dan Terus Belajar

Mendidik anak yang bosan dirumah saja akan menjadi tantangan. Tapi hal ini juga kesempatan bagi kita seorang ibu untuk lebih kreatif , dapat memahami metode pembelajaran yang lebih efektif kepada anak-anak.

So, para ibu-ibu milenial diluar sana jangan pernah menyerah dan terus semangat mendidik anak-anak kita agar menjadai generasi Emas 2045,dan turut membantu menuntaskan program pemerintah untuk menurunkan angka stunting dengan Stop memberikan Kental Manis sebagi susu kepada anak-anak.