Monday, April 6, 2020

Jangan Mudik, Berat di Rumah Aja yaa!

Setiap pribadi kita pasti butuh yang namanya liburan, butuh yang namanya piknik, betul nggak? Aku pribadi masih ingat betul, satu tahun yang lalu aku sama teman-teman geng cewe 5 orang travelling ke 2 negara, Singapura dan Malaysia.

Travelling satu tahun lalu yang Unforgetable
Rencananya travelling ini mau backpakeran githu, tapi berhubung bawaannya banyak jadi kuputuskan saja bawa koper. Perjalanan ke luar negeri ini, adalah pengalaman pertama aku yang luar biasa serrunya. 

Jadi ingat, pernah ada yang bilang ke aku kalau kita pengen tau, temen kita itu pribadi yang asik apa enggak? Jawabannya, coba dech travelling bareng dengan mereka. Karna disinilah sisi dari seseorang akan terlihat aslinya. Ternyata hal tersebut nggak ada salahnya lho! Dalam perjalanan kemaren akhirnya aku bisa mengetahui temen-temen aku itu kaya apa, dan mereka semua emang gokil-gokil semua siy.

Nggak salah dech, aku travelling bareng sama mereka. Susah bareng, senang bareng, ketawa bareng, capek bareng, gila bareng dan pengen ngulang perjalanan ini bareng-bareng lagi sama mereka.

Tahun 2019 kemaren itu bukan cuma, diisi perjalanan travelling bareng sama teman-teman aja, tapi juga mudik ke Kuningan Jawa Barat bareng sama keluarga suami. Karna kita ke kampungnya mamah mertua aku, kalau aku pribadi nggak punya kampung soalnya asli anak betawi.

Perjalanan mudik ini, udah masuk tahun yang ke-5, dan masing-masing ada cerita dan keseruannya. Tapi, yang nggak pernah berubah yaitu bertemu dengan sanak saudara di kampung dan makan kupat tahu begitu sampai di kampung. Bukan cuma kerinduan untuk bertemu saudara saja, tapi menikmati suasana di kampung itu juga yang bikin aku kangen.

Satu hal lagi yang paling aku suka kalau pulang kampung, makan masakan Bibi yang sukses bikin selera makan aku jadi bertambah. Ahh, the best lah kalau ini mah.

Tapi tahun ini, rencana pulang kampung saat liburan Idul Fitri harus ditunda dulu. Aku dan keluarga memutuskan untuk Tidak Mudik. Why?

Jangan Mudik, Berat di Rumah Aja yaa!

Pademi Covid 19 yang sedang di alami hampir seluruh negara di muka bumi ini menjadi alasannya. Kita mungkin nggak pernah membayangkan hal ini akan terjadi, wabah yang pertama kali ditemukan di daerah Wuhan Cina, sekarang sudah menjadi virus yang menyebar luas.

Covid 19 atau Virus Corona ini sudah dideklarasikan sebagai penyakit pandemic, artinya kejadian di seluruh dunia secara global. Lantas bagaimana, penularan, gejala dan mencegah virus ini agar tidak terkena dan menyebar lebih luas lagi?


Informasi yang aku dapatkan dari Unicef Covid 19 ini menular melalui kontak langsung dengan percikan air liur, atau lendir dari orang yang terinfeksi atau benda yang terpercik. Kebayang dunk kenapa virus ini cepat sekali menularnya.

Gejala yang dialami ketika seseorang terkena virus corona ini biasanya ditandai dengan demam, batuk, dan sesak napas. Pada kasus yang parah, infeksi dapat menyebabkan pneumonia atau kesulitan bernapas.

Lebih parahnya lagi, sekarang ini kasus covid 19 ditemukan tanpa ada gejala-gejala diatas. Jadi seseorang terlihat sehat-sehat saja padahal orang tersebut positif Virus Corona. Hal ini yang terjadi sama Wali Kota Bogor Bapak Bima Arya yang terlihat sehat dan tidak bergejala, namun positif covid 19. Artinya virus ini bergerak diantara mereka yang terlihat sehat dan tidak bergejala.

Tindakan yang diambil oleh pemerintah saat ini yaitu dengan menetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sebagai upaya mencegah penyebaran wabah Covid 19. Jadi kita di rumah aja dan ini sudah masuk minggu ke-4 sejak diberlakukaknnya Kerja dari Rumah dan Sekolah dari Rumah.

Pasti kita semua sudah mengikuti berita dan informasi mengnai pandemi Covid 19 yang menjadi bencana di Indonesia dan dunia. Pasti jadi streess ya baca berita-berita tersebut. Pasti kita semua bertanya-tanya kapan wabah virus ini akan berakhir? Kapan kita bisa beraktifitas seperti sedia kala.

Sekarang ini dengan adanya PSBB, kita harusnya benar-benar mematuhi peraturan tersebut dengan Tidak Mudik dan Tidak Piknik, demi keselamatan bersama.

Kenapa kita di Rumah Aja, dan dilarang untuk #TidakMudik?

Aku gemesh siy meskipun sudah ada imbauan tentang Social Distancing, tapi masih banyak diantara kita yang wara-wiri kumpul di luar rumah, bahkan sudah ada yang mudik lebih awal.

Padahal dalam hal ini pihak Kementrian Perhubungan selalu mengajak kita untuk beraktivitas #DiRumahAja dan #TidakMudik demi melindungi seluruh keluarga, terutama keluarga di kampung halaman dari Covid 19.

#TidakMudik bisa Menyelamatkan Jutaan Nyawa

Kita sendiri juga nggak pernah tau, apa kita benar-benar terbebas dari Covid 19 ini, jangan-jangan kita sebagai Carrier, yaitu orang yang terinfeksi virus corona tapi tidak bergejala. Sekalipun merasa sakit, dan gejalanya sangat ringan. Tapi Carrier ini bisa menularkan kepada 2-3 orang. Makanya inilah pentingnya kita tetap #DiRumahAja.

Tidak Mudik, bisa Selamatkan Jutaan Nyawa

Riset dengan kita Diam di Rumah Aja, ternyata bisa selamatkan Jutaan Nyawa lho!

Peneliti menghitung bahwa jika Physical Distancing yang lebih intensif dan berskala luas diterapkam lebih awal dan berkelanjutan, maka bisa memotong 75% dari tingkat kontak antarpribadi dan kita bisa menyelamatkan 38,7 juta jiwa *

Apalagi Covid 19 ini sangat rentan terkena Covid 19. Makanya kita menunda #TidakMudik supaya kita tidak menularkan dan membahayakan orang tua yang ada di kampung. Ingat ya, virus corona ini belum ada obatnya.

Karna aku sayang sama sanak saudara di kampung halaman, makanya aku sekeluarga memutuskan untuk #TidakMudik ke kampung halaman. Jangan sampai dech kita menjadikan Virus Corona ini oleh-oleh lebaran di kampung halaman.

Sedikit menahan rindu dengan keluarga di Kampung lebih baik, daripada kita menahan rindu karna harus diisolasi gara-gara virus ini. Kita tidak mudik ini bukan karna kita nggak sayang dan nggak kangen sama saudara-saudara yang ada di kampung ya tapi justru karna kita sayang sama mereka, jadi kita putuskan terlebih dahulu virus coronanya bukan silaturahminya.



Saturday, April 4, 2020

Angka Penyakit Tidak Menular Tinggi, Perlukah Memiliki Asuransi Jiwa?

Apakah kamu pernah mengetahui seberapa sehat jantung kamu? Seberapa hebat jantung kamu? Karena jantung merupakan salah satu organ yang paling vital dan penting dalam tubuh kita. 


Keingin Saya Memiliki Asuransi Untuk Proteksi Keluarga Tercinta
Ketika jantung kita berhenti berdetak, maka sesaat kemudian semua organ tubuh yang lain akan berhenti berfungsi, dan selanjutnya pasti kamu tau apa yang akan terjadi. 

Penyakit Jantung merupakan salah satu penyakit yang tidak menular dimana penderita
untuk penyakit ini jumlahnya juga tinggi dan menjadi salah satu penyebab angka kematian tertinggi di Indonesia. 

Penyakit yang satu ini juga bukan hal yang asing bagi saya pribadi, soalnya kakak perempuan saya, sudah lebih dari 7 tahun terkena penyakit ini. Bagaimana sikap kamu ketika harus minum obat sepanjang hidup? Pernahkah hal ini terbayang olehmu? 

Kondisi inilah yang terjadi kepada kakak perempuan saya, karena penyakitnya ini beberapa kali beliau harus melakukan perawatan di rumah sakit dan pernah berada di posisi yang sangat tidak berdaya. Sehingga sampai sekarang ini, ia tak pernah lepas dari minum obat jantung.

Akibat penyakit jantung ini, sering sekali Kakak saya merasa mual dan muntah-muntah sepanjang hari. Hingga akhirnya tak banyak aktivitas yang bisa ia kerjakan, karena rasa nyeri dan sesak napas hingga membuatnya kelelahan. Bahkan tungkai dan kakinya juga mengalami bengkak.

Sedih? Sudah pasti

Kondisi ini menjadi hal biasa yang sering saya lihat, bahkan masih ingat betul di pikiran saya ketika tengah malam, Kakak harus dibawa kerumah sakit akibat sebelumnya ia mengkonsumsi roti manis. Yup, bagi seseorang yang menderita penyakit jantung sangat penting untuk menjaga pola makan, karena jika mengkonsumsi makanan yang dilarang maka akan berisiko terjadinya serangan jantung.

Salah satu makanan yang terlalu tinggi gula harus dihindari oleh mereka yang terkena penyakit jantung, inilah yang menjadi penyebab terjadinya serangan jantung pada kakak saya terakhir kali. Melihat hal ini, membuat kami sebagai keluarga merasa khawatir dan sering mendapatkan perawatan dari penyakitnya tersebut, kami tidak mau fokus dengan musibah atau kemalangan yang terjadi, tapi kami ingin fokus kepada hal-hal yang positif dari kejadian ini.


Mempersiapkan Proteksi yang Tepat untuk Keluarga
Akibat penyakit yang dideritanya ini, kami merasa perlu adanya proteksi untuk melindungi kesehatan dan masa depan, bukan hanya untuk kakak saya saja, tapi hal ini menjadikan kami lebih aware betapa perlindungan itu penting. 

Ibaratnya sedia payung sebelum hujan!

Tapi dengan begitu banyaknya asuransi yang ada di Indonesia ini, menjadi tantangan kita selanjutnya agar tidak salah pilih dalam memilih asuransi yang tepat dan sesuai dengan kondisi kita.

Asuransi Penyakit Kritis, Perlu tidak ya?

Sebenarnya penyakit kritis ini bukan artinya penyakit yang namanya “kritis” , biasanya penyakit kritis ini merujuk pada penyakit-penyakit yang dianggap dapat menyebabkan kematian dan membutuhkan uang pengobatan dalam jumlah yang besar. 

Oleh karena itu kejadian yang menimpa kakak saya ini, paling tidak membuat saya pribadi sadar kenapa kita perlu perlindungan asuransi. Namun, menentukan asuransi yang tepat bukanlah perkara yang mudah, banyak perusahaan asuransi yang menawarkan kemudahan untuk kita membeli premi mereka.

Tapi dengan perkembangan teknologi saat ini, menjadikan kita lebih cepat untuk berkomunikasi dan mencari informasi. Bersyukur saya memiliki teman yang dekat dengan dunia asuransi, dan pekerjaan yang saya geluti saat ini juga menjadikan saya mendapatkan kemudahan untuk mendapatkan
informasi dan pengalaman tentang suatu produk. 

Hingga akhirnya saya mendapatkan informasi mengenai Asuransi Flexi Critical Illness ini dari seorang teman dekat. Teman saya merekomendasikan asuransi ini karena Flexi Critical Illness, merupakan asuransi penyakit kritis yang dirancang sesuai dengan kebutuhan kita dan bisa kita atur sendiri, ini yang menjadi point perbedaan dengan asuransi lainnya. 



Karena penyakit jantung yang diderita oleh kakak saya, membuat saya pribadi merasa asuransi ini
merupakan pilihan yang tepat, karena asuransi ini kita dapat mengatur sendiri, dengan perlindungan atas 3+1 penyakit kritis yaitu stroke, jantung, kanker tahap lanjut dan kanker tahap awal dengan nilai perlindungan hingga 2 Miliar tanpa melakukan cek medis.

Nah, biasanya salah satu yang membuat kita malas untuk memiliki premi asuransi karena ribet dan banyak prosedur yang harus kita jalani. Sedangkan keunggulan Flexi Critical Ilness dibanding dengan asuransi lainnya yaitu :
  • Perlindungan untuk penyakit kritis utama yang sering terjadi di Indonesia, yaitu stroke, serangan jantung, dan kanker mulai dari kanker tahap awal.
  • 50% (lima puluh persen) dari uang pertanggungan akan dibayarkan saat terdiagnosa kanker tahap awal, membantu kita dan keluarga memiliki dana untuk melakukan pengobatan dan melawan kanker.
  • Nilai perlindungan hingga Rp. 2 miliar, tanpa perlu kita melakukan cek medis yang melelahkan tersebut, dan 100% dilakukan secara online.
  • Lebih murah dari harga segelas kopi yang diminum per hari. Premi efesien karena dihitung berdasarkan risiko setiap tahun, sehingga harga premi setiap orang akan berbeda-beda.
  • Komitmen tahunan dan otomatis diperpanjang sesuai dengan kebutuhan kita, hingga usia 85 tahun. Selain itu kita tidak perlu repot untuk mendaftar ulang setiap tahunnya.

Karena saya tidak ingin hal tak terduga terjadi dengan keluarga saya, dan sebagai bukti cinta kepada orang-orang tersayang, bukan hanya mementingkan diri sendiri saja namun juga memikirkan untuk jaminan masa depan orang-orang yang kita cintai.

Pilihan akhirnya jatuh kepada Flexi Life, yang telah menjawab kebutuhan asuransi jiwa saya. Belajar dari pembelian premi asuransi sebelumnya yang ternyata cukup merepotkan dan tidak sesuai dengan kebutuhan, jadi hal ini menjadi pelajaran dalam menentukan untuk pembelian premi asuransi saya dan keluarga. 

Ternyata pembelian asuransi ini yang memakan waktu Cuma 5 menit dan dilakukan secara online sangat memberikan kemudahan bagi kita. Jadi nggak perlu tuch kertas yang bertumpuk untuk kita mengisi data-data untuk pembelian premi. Kita dapat memilih berapa nilai uang pertanggungan yang ingin kita terima dan kita akan membayar premi sesuai dengan risiko hidup kita saat ini, dan nantinya bisa diubah sesuai dengan perubahan kebutuhan kita.

Bagaimana siy caranya?

Caranya untuk membeli premi ini juga mudah qo, untuk langkah-kangkahnya sebagai
berikut :
  •  Kamu pilih klik health
  •  Klik Cek Sekarang
  • Selanjutnya Klik ayo mulai, lalu
  • Isi data kamu yang sesuai
Beneran lho ini cuma butuh waktu 5 menit ajah untuk pembelian premi yang saya butuhkan, dan semuanya dilakukan via online.

Nah, untuk pembayaran premi asuransi ini ada beberapa metode pembayaran bisa kamu pilih, kalau saya sendiri memilih metode pembayaran dengan Transfer Virtual Account. Jadi kita cukup membayar sesuai dengan risiko yang kita inginkan dan kamu sudah dapat perlindungan tanpa harus melakukan cek medis.





So, kalau teman-teman mau mengetahui dan mempelajari lebih jauh tentang asuransi Flexi Criticall Illness by Astra Life ini, boleh lho langsung klik www.ilovelife.co.id dan jangan lupa ya masukkan kode refferal BLOGEVI54 yaa!!

Salam sehat untuk kita semua