Saturday, June 29, 2019

Yuuk! Cegah Penyakit Tidak Menular dengan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat

Halo teman-teman apa kabarnya

Suka sebel nggak siy kalau ada orang yang di dekat kita asik merokok, tanpa perduli ada orang-orang disekitarnya. Rasanya tingkat kesadaran masyarakat kita masih rendah ya! Sedih siyy..

Padahal bahaya dari rokok ini khan bukan cuma orang yang merokok saja, tapi justru orang-orang yang ada disekitarnya yang menghirup asap rokok tersebut juga jauh lebih bahaya, bahkan bisa mengakibatkan kematian.

Tapi sayang kejadian tersebut tetap tidak mengurangi jumlah perokok, minat masyarakat Indonesia terhadap rokok ini masih tetap tinggi.

Padahal saat ini terjadi transisi epidemologi, yang artinya dimana penyakit tidak menular (PTM) semakin meningkat. Yang termasuk dalam Penyakit Tidak Menular ini yaitu, hipertensi, Stroke, Jantung, Diabetes Melitus, Kanker, dan lain-lain. Hal ini disebabkan karena pola hidup yang tidak sehat.

Nah, ternyata rokok ini juga menjadi penyebab utama penyakit tidak menular. Untuk itu pada tanggal 18-19 Juni 2019 Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) mengadakan workshop bersama teman-teman bloggercrony, dalam rangka HTTS (Hari Tanpa Tembakau Sedunia).



Workshop hari pertama, seluruh acara di Hotel Royal Kuningan, Jln Kuningan Persada Kav. 2 Jakarta Selatan. Hadir Ibu dr. Cut Putri  Arianie, M.H.Kes, Direktur Pencegahan & Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM), dimana beliau berharap pesan dari para blogger dapat bantu ubah perilaku masyarakat.

Hadir juga sebagai Pemberi materi dr. Theresia Sandra Diah Ratih, MHA dan Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes.

Yuuk, Cegah Penyakit Tidak Menular dengan GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) 

Kamu tau nggak teman-teman, kalau 80% penyakit tidak menular itu bisa disembuhkan sejak dini qo, asalkan kita bisa menerapkan pola hidup sehat sehari-hari dengan GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat).

dr. Theresia menyampaikan bahwa tantangan yang dihadapi oleh Indonesia dalam membangun kesehatan masyarakatnya adalah PTM yang menjadi penyebab utama. Faktanya mengenai Penyakit Tidak Menular (PTM) ini bukan hanya penyakit degeneratif, karena banyak penderita usia muda juga.

Nyatanya hanya 30 % penderita PTM yang terdeteksi dan hanya 30 % yang berobat, sedangkan sisanya terdiagnosa setelah terjadi serangan penyakit. Karena dengan meningkatnya PTM ini ada 7 dari 10 penyebab kematian utama yang disebabkan oleh PTM dan PTM ini juga menghabiskan biaya pelayanan kesehatan yang sangat besar.

Selain rokok yang menjadi penyebab utama penyakit tidak menular, asupan gula, garam, dan lemak yang berlebihan juga menjadi faktor risiko Penyakit Tidak Menular. Terus takaran baiknya seperti apa ya? 



Takaran yang disarankan untuk asupan gula setara dengan maksimal 4 sdm peres (54 gram), sedangkan untuk konsumsi garam disarankan maksimal 1 sdt (5 gram), sedangkan untuk konsumsi lemak sebaiknya maksimal 5 sdm (72 gram). Supaya konsumsi gula, garam, dan lemak kita tetap aman, ada beberapa tips sehat yang harus kita perhatikan, yaitu :

  • Pilihlah bahan makanan yang segar, daripada bahan makanan kemasan atau bahan makanan yang diawetkan
  • Hindari makanan dengan kandungan natrium tinggi atau makanan yang diawetkan dan diasinkan. Seperti acar asinan, makanan kaleng dan yang lainnya
  • Hindari makanan yang mengandung kolesterol tinggi, seperti jeroan, udang, kepiting dan lain-lain
  • Hindari makanan atau minuman dengan pemanis buatan yang berlebihan
  • Batasi penggunaan bumbu penyedap makanan, seperti MSG (Moni Sodium Glutomat) atau yang disebut dengan vetsin. Sebagai gantinya gunakan penguat rasa yang berasal dari bahan alami (bawang merah, bawang putih, daun bawang, kunyit, ketumbar, dan yang lainnya.
  • Sedangkan jika kita mengkonsumsi makanan dalam kemasan, jangan lupa untuk memperhatikan label pada kemasan makanan tersebut dengan teliti dan seksama.
Bukan hanya menjalankan tips dalam berkonsumsi saja, tapi untuk mencegah Penyakit Tidak Menular ini supaya tidak terus meningkat ada hal lain juga yang harus kita cegah, cegah, dan cegah yaitu :
  • Tidak merokok
  • Batasi konsumsi gula, garam, dan lemak berlebihan
  • Rajin Aktivitas fisik
  • Rajin konsumsi buah dan sayur
  • Cek kesehatan secara teratur
Adanya kegiatan workshop ini bagi saya pribadi sangat besar manfaatnya, selain untuk memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia yang diperingati setiap tanggal 31 May, saya juga ingin membagikan informasi dan mengajak masyarakat, yuk sama-sama untuk berubah dan mulai dari diri sendiri, keluarga dan lingkungan untuk menjalankan pola hidup sehat.

Selain itu saya juga suka gemes kalau melihat orang yang merokok di dekat anak-anak, meskipun sering dinasehati, hingga ditegur dengan cara baik-baik, tapi tetap saja mereka masih tidak bisa lepas atau berhenti merokok. Memang bagi mereka yang sudah terbiasa merokok, bukanlah perkara yang mudah untuk berhenti.



Faktanya yang membuat mereka ketagihan karena atau sulit bagi mereka untuk berhenti merokok yaitu, ketika seseorang telah kecanduan rokok, nikotin yang terkandung dalam tembakau merangsang otak untuk melepaszat yang memberi rasa nyaman (DOPAMINE). Akibatnya seorang pecandu rokok saat tidak merokok maka mereka akan mengalami gejala putus nikotin seperti, rasa tidak nyaman, mudah marah, sulit untuk konsentrasi.



Sehingga untuk mempertahankan rasa nyaman tersebut, timbul dorongan untuk merokok kembali , dan inilah yang menjadi awal dari proses kecanduan.

Kebijakan dan Strategi Pemerintah untuk Pengendalian PTM

Dalam hal ini ada beberapa program unggulan untuk pengendalian PTM yaitu,
  1. PO SBINDU penyakit tidak menular
  2. Pandu PTM
  3. Kawasan tanpa rokok
  4. Konseling UBM
  5. Kampenya CERDIK
  6. Pembatasan konsumsi gula, garam, dan lemak
  7. IVA dan SADANIS
  8. Tajam penglihatan, dan pendengaran disbilitas 
Sedangkan untuk pengendalian konsumsi tembakau ada beberapa strategi yang dijalankan, diantaranya :
  • Monitor konsumsi produk tembakau dan pencegahannya
  • Perlindungan dari paparan asap orang lain
  • Optimalkan dukungan layanan berhenti merokok
  • Waspadakan masyarakat akan bahaya konsumsi tembakau
  • Eliminasi iklan, promosi dan sponsor produk tembakau
  • Raih kenaikan Harga Rokok melalui peningkatan cukai dan pajak rokok
Banyak yang bilang jika ingin terbebas dari rokok, masyarakat meminta untuk menutup pabrik rokok saja. Upss, tunggu dulu ya guys, faktanya untuk penutupan pabrik rokok ini tidaklah mudah, banyak hal yang harus dipertimbangkan oleh pemerintah.

Oleh karena itu, hal lain yang dilakukan oleh pemerintah untuk peningkatan gaya hidup sehat yaitu dengan melakukan perilaku CERDIK, dimana
  • Cek kondisi kesehatan secara berkala
  • Enyahkan asap rokok 
  • Rajin aktifitas fisik
  • Diet dengan gizi seimbang
  • Istirahat yang cukup
  • Kelola stress
Lanjut hari kedua workshop, bersama teman=teman bloggercrony kami melakukan visit ke 5 rumah sakit, yaitu : RS. Dharmais, Rs. Persahabatan, RSCM, Rs, Harapan Kita dan saya sendiri berkunjung ke Rumah Sakit Pusat Otak Nasional

Pengalaman Pertama Kali Mengunjungi Rumah Sakit Pusat Otak Nasional

Bagi saya yang baru pertama kali datang ke Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (rspon), jadi teringat tentang drama-drama Korea githu, korban drakor niy!

Mungkin masih banyak diantara kita yang belum banyak mendengar tentang rumah sakit ini, yupp, rspon ini yang terletak di jalan MT Haryono Jakarta, mulai beroperasi pada tanggal 1 Juli 2013 dan dilakukan grand opening pada tanggal 1 Februari 2014.



Alasan didirikan Rumah Sakit Pusat Otak Nasional ini karena hasil dari riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan setipa tahunnya selalu mengalami peningkatan. Dimana untuk penanganan pasien dengan permasalahan otak dan saraf itu tentu berbeda dengan penanganan penyakit lainnya.

Jadi, memang untuk pelayanan pasien ini diperlukan pelayanan secara komprehensif. Rumah Sakit Pusat Otak Nasional ini memiliki 3 pelayanan, yaitu pelayanan BPJS, Pelayanan Umum, dan pelayanan eksekutif. Mereka memiliki komitmen untuk mengutamakan keselamatan pasien, kemudahan akses, dan kepuasan pelanggan serta melakukan perbaikan sesuai perkembangan teknologi dan kebutuhan pelanggan.

Selain itu RSPON berharap bisa menjadi role model dalam menangani kasus-kasus neurologi di Indonesia.





Sunday, June 23, 2019

Review Film Koki Koki Cilik Cilik 2, Hiburan Segar Untuk Keluarga dan Anak yang Wajib Ditonton

Tanggal 27 Juni 2019, Film Koki Koki Cilik 2 akan tayang di Seluruh Bioskop Indonesia. Dalam menyambut libur sekolah anak-anak, film ini jadi  hiburan yang segar untuk keluarga dan anak yang wajib untuk kita saksikan.

Film garapan MNC Pictures ini merupakan lanjutan dari film koki koki kiki cilik 1, dimana para alumni cooking camp berkumpul kembali untuk reuni bersama dengan chef Grant.


Film yang dibintangi oleh sederet artis Indonesia, seperti Ringgo Agus Rahman, Kimberly Rider, Christian Sugiono, Farras Fatik dan pemain yang lainnya membawa kecerian untuk keluarga dan anak-anak.

Apa jadinya ketika Abbas dan  anak-anak alumni cooking camp lainnya melihat tempat mereka belajar masak tiba-tiba ditutup dan berantakan? Ketika mendapati chef kesayangan mereka chef Grant dengan penampilan yang berbeda.

Pertemuan Alumni Cooking Camp dengan Chef Grant

Niat hati anak-anak alumni cooking camp ingin mengunjungi tempat mereka belajar masak, namun kenyataan yang ditemui oleh 6 sahabat ini sangat berbeda dari harapan mereka.

Suasana cooking camp sangat berbeda dan hancur, tentu saja anak-anak panik, bingung dan sedih dengan apa yang mereka lihat. Hingga akhirnya mereka melihat chef Grant dengan penampilan yang jauh dari kesan seorang chef ternama.

Sungguh kaget mereka mendengar cooking camp kesayangan mereka ternyata sudah ditutup, koq bisa? Apakah anak-anak ini akan diam saja dan menerima kenyataan tersebut?a

Hadirnya Pendatang Baru di Cooking Camp

Film koki koki cilik 2 ini hadir pendatang baru Kimberly Rider berperan sebagai Adel dan Keponakannya Adit yang diperankan oleh Muhammad Adhiyat. Hadirnya orang-orang baru pasti membawa konflik baru di cooking camp.

Apa sebenarnya yang membuat Adel dan Adit datang ke cooking camp? Apakah kehadiran mereka akan membawa bencana baru atau dapat menyelamatkan cooking camp kesayangan anak-anak?

Sedangkan kehadiran seorang Chirstian Sugiono, menjadi daya tarik tersendiri dengan aktingnya yang nggak perlu diragukan lagi. Perannya yang menjadi seorang chef, jadi bikin orangtua pengen dibuatkan roti sandwich buat bekal anak-anak ke sekolah dech!!

Pesan Moral untuk Anak-Anak di Film Koki Koki Cilik 2

Namanya juga film anak-anak sudah pasti ada tingkah laku mereka yang bikin kita gemes dan tertawa. Apalagi ada salah seorang cewek alumni cooking camp dimana tingkah dan ucapannya yang sukses bikin penonton geleng-geleng kepala dan tertawa lepas.

Bukan cuma menjadi hiburan yang segar bagi keluarga dan anak-anak saja, tapi film koki koki cilik ini ada pesan moral yang bagus untuk anak-anak.


Film ini memang cukup menghibur dan dibumbui dengan konflik ringan di dalamnya. Tapi ada beberapa pesan moral yang bagus untuk kita semua lewat film koki koki cilik 2 ini.

Meskipun konflik di film ini ringan tapi kita bisa melihat kegiatan memasak di dapur yang menyenangkan dan menciptakan bonding antara orangtua dan anak-anak yang bisa kita ciptakan dirumah. Disinilah peran dan kasih sayang orangtua sangat diperlukan oleh anak-anak.

Selain itu lewat film ini, anak-anak juga diajarkan untuk terus menggapai apa yang mereka inginkan dengan tetap menjunjung indahnya persahabatan dan kebersamaan.

Dalam film koki koki cilik 2 ini juga kita bisa melihat bagaimana anak-anak dapat menemukan solusi untuk permasalahan yang mereka hadapi. 

Satu hal lagi dalam film ini mengajarkan kepada kita semua bahwa say no to bully. Pesan moral tentang sikap bully ini bisa kamu lihat di koki koki cilik 2 ini, dimana chef Grant yang sempat melakukan bully kepada salah satu temannya saat menjadi peserta cooking camp generasi pertama.

Ada proses pembelajaran yang bisa kita lihat di masa depan, dimana korban bully chef Grant ternyata menjadi seorang koki yang lebih handal dan sukses. Harapannya anak-anak akan lebih paham jika bully ini dapat terjadi pada siapapun, termasuk pada teman sendiri sehingga jelas sikap bully ini harus mereka hindari.

So, yukk ajak anak-anak, adik, keponakan, sepupu kamu untuk nonton Film Koki Koki Cilik 2 ini di Bioskop kesayang kalian, mulai tanggal 27 Juni 2019.

Kamu bisa lihat trailer Film Koki Koki Cilik 2 dibawah ini yaaa!! 



Monday, June 3, 2019

Tips Mudik Sehat dan Aman Selamat Sampai di Kampung Halaman dengan Bahagia

Sudah 4 tahun terakhir ini akhirnya saya merasakan yang namanya mudik. Maklum lahir dan besar di Jakarta biasanya ya lebarannya keliling kampung ajah. Trus cuma bisa mantau saja orang-orang yang mudik lewat layar kaca.

Hingga akhirnya setelah menikah, keseruan yang namanya mudik saya alami juga. Yupp, meskipun harus berangkat di malam hari agar tidak terjebak macet, tak mengurangi sensasi mudik. Biasanya untuk menuju ke kampung halaman mamah mertua saya, kami menggunakan kendaraan mobil pribadi. Jika di musim mudik seperti ini terkadang kami menempuh selama kurang lebih 7-8 jam di perjalanan.

Karena sebentar lagi kita akan menyambut datangnya Hari Raya Idul Fitri, so vibes mudik sudah semakin terasa. Bahkan sudah banyak yang sampai di kampung halaman mereka. 

Saat mudik biasanya banyak yang harus kita siapkan, bagaimana supaya mudik kita tetap sehat dan aman, pastinya kita harus menjaga kondisi kesehatan tubuh.

Are you ready for mudik guys??

Sebelum melakukan perjalanan mudik, ada beberapa tips agar mudik kita tetap sehat, aman dan selamat.

7 Tips Mudik Sehat dan Aman sampai di Kampung Halaman

  1. Siapkan fisik yang sehat dan prima sebelum mudik
  2. Tetap menjalankan hidup bersih, biasakan untuk mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir sebelum dan sesudah makan. Ingat buang sampah pada tempatnya, apalagi kebersihan itu khan bagian dari iman.
  3. Istirahat yang cukup, usahakan istirahat tiap 4 jam perjalanan, jangan memaksakan mengemudi kalau sudah lelah dan mengantuk.
  4. Konsumsi makanan dan minuman sehat, lebih baik membawa bekal sendiri yang tidak mudah basi. Jika ingin membeli jajanan, pilihlah makanan yang sehat dan jangan lupa lihat tanggal kadarlusa makanan dan minuman dalam kemasan.
  5. Tidak minum obat-obatan yang dapat menyebabkan kantuk baik sebelum dan selama mengemudi
  6. Manfaatkan pos kesehatan di jalur mudik, bila sakit manfaatkan pos kesehatan terdekat.
  7. Hubungi 119 jika ada kejadian kegawatdaruratan.

Informasi mengenai ini semua, saya dapatkan ketika menghadiri acara "Ngabuburit Sehat" bareng Bu Menteri Kesehatan Nila Moeloek, selasa 28 Mei 2019 yang bertempat di Parkir Inap Utara Stasiun Gambir Jakarta Pusat.


Jadi pastikan sebelum berangkat mudik, lakukan cek kesehatan, cek kendaraan, cek isi dompet juga ya!

Dalam acara ngabuburit ini hadir pula perwakilan dari Kementerian Perhubungan Bapak Djoko Sasono, beliau mengatakan Kementerian Perhubungan terus meningkatkan sarana dan prasarana untuk persiapan mudik 2019.

Bisa kita lihat dari tahun ke tahun tentu ada peningkatan pemudik yang jumlahnya lumayan banyak, oleh karena itu untuk menciptakan mudik sehat ini masyarakat bisa menggunakan dan memanfaatkan fasilitas yang sudah disiapkan oleh pemerintah.

Semua pembangunan infrastruktur tersebut dipersiapkan agar semua yang mudik dan balik dengan nyaman dan lancar.


Begitu juga halnya dengan Kementerian Kesehatan terus berupaya untuk menyediakan fasilitas kesehatan yang memadai bagi para pemudik. Hal ini terlihat dengan disediakannya sebanyak 6047 posko kesehatan yang siap melayani selama 24 jam.

Posko yang tersedia ini, nantinya akan melayani pemeriksaan keswhatan, seperti cek tekanan darah, cek gula darah dan stress dan semua pemeriksaan tersebut gratis. Jadi bagi kamu yang mudik jangan lupa untuk membawa kartu Anggota JKN/KIS untuk berjaga-jaga, soalnya layanan BPJS Kesehatan tetap bisa dimanfaatkan dalam keadaan kesehatan darurat.

Bukan hanya itu saja 6.047 posko ini terdiri dari posko kesehatan di rest area, fasilitas kesehatan (rumah sakit, puskesmas), dan posko di bandara, terminal dan pelabuhan yang siap memberikan pelayanan kesehatan di Pulau Jawa, Sumatera, Bali dan Sulawesi.

Bagi kamu yang mudik dengan menggunakan mobil pribadi, berarti kita sama niy! Mulai tanggal 30 Mei 2019 yang lalu sudah diberlakukan One Way (satu arah) sampai Brebes untuk menghindari terjadinya kemacetan. Harapannya dalam 3 jam keluar dari Jakarta sudah sampai di Cirebon.


Selain itu di acara ngabuburit ini hadir juga Mas Fitria Eri, seorang Influencer Otomotif yang membagikan tips perjalanan mudik jalur darat yang lancar dan aman.

Mad Fitria mengatakan, ternyata dari data penyebab kendaraan bermotor bukan karena kendaraannya, melainkan karena faktor manusianya, seperti mengantuk, kelelahan, sedang tidak sehat dan sebagainya.

Apalagi kecelakaan karena mengantuk ini lebih fatal daripada penyebab kecelakaan lainnya. Jadi kamu jangan coba memaksakan diri yaa, kalau sudah merasa ngantuk dan lelah lebih baik berhenti dan beristirahat.

Karena obat terbaik untuk ngantuk ya tidur, dan tips lainnya untuk mengusir rasa ngantuk yaitu dengan mengobrol dan ngemil sehat.

Masih ada tips lainnya niy guys, supaya mudik kita sehat, aman dan selamat sampai kampung halaman :
  • Disiplin dan patuhi rambu lalu lintas
  • Kendalikan kecepatan kendaraan pada kondisi jalanan rusak, bergelombang, saat hujan dan cuaca buruk
  • Kendaraan tidak melebihi muatan yang layak
  • Gunakan masker dan lindungi diri dari polusi udara
  • Jangan mengonsumsi makanan atau minuman yang diberikan  oleh orang tidak dikenal
  • Tidak buang air kecil/besar sembarangan, gunakan fasilitas toilet yang tersedia.


Mudik, ayo mudik dan persiapkan semuanya dengan baik, bagi kamu yang sedang ada di jalan hati-hati ya, semoga selamat sampai tujuan dan titip salam untuk keluarga tercinta di kampung halaman ya!!