Tuesday, April 23, 2019

4 Alasan Pentingnya Imunisasi Untuk Kesehatan Ibu dan Anak

Berbicara mengenai imunisasi, jadi ingat teman kantor dulu. Emangnya ada apa dengan teman kantor saya? Jadi, di akun sosial media teman saya ini, dia membagikan kisahnya tentang penolakan pemberian imunisasi kepada 3 anaknya. Salah satu alasan yang paling saya ingat yang dia tulis, kalau imunisasi itu haram karna ada kandungan babi di dalam vaksinnya. 

Teman saya juga memperkuat alasan dirinya tidak memberikan imunisasi kepada anak-anaknya ini, karena ketiga anaknya tumbuh sehat dan normal. Mengenai status teman saya ini, sebenarnya cukup mengganggu saya. Soalnya dia mengajak ibu-ibu yang lain untuk berbuat hal yang sama dengan dirinya, yaitu tidak memberikan imunisasi kepada anaknya. Ini khan jadi bikin resah emak-emak millenial yang baru melahirkan buah hatinya.

Melihat hal ini, bukan berarti saya hanya diam saja, tapi ketika ada teman yang bertanya saya bersama dengan orangtua lainnya memberikan informasi yang tepat dan terpercaya mengenai isu-isu imunisasi yang berkembang di masyarakat.

Ketika mendapat tentangan dari banyak pihak, akhirnya teman saya ini tidak lagi mengajak orang lain untuk melakukan penolakan terhadap imunisasi. 

Kisah teman saya ini, satu diantara banyak orangtua yang tidak memberikan imunisasi lengkap kepada anak-anaknya. Memang tidak semua memiliki alasan yang sama, tidak sedikit pula masih banyak para orangtua yang belum sadar betul pentingnya imunisasi untuk kesehatan anak-anak, bahkan kesehatan ibunya juga.

Kenapa Imunisasi Penting?

World Health Organization (WHO) mendefinisikan imunisasi sebagai proses di mana seseorang menjadi kebal atau resisten terhadap serangan kuman penyakit, baik itu bakteri, virus, jamur, parasit dan lainnya. Imunisasi atau pemberian vaksin ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit tertentu. Meskipun setiap orang pada dasarnya memiliki sistem kekebalan sejak masih dalam kandungan untuk melindungi diri dari serangan penyakit.

Tapi perlu diingat, karena sistem imun pada bayi belum bekerja secara optimal dan sekuat sistem imun orang dewasa sehingga mereka kerap kali lebih mudah terkena sakit.

Ketika pemberian vaksin diberikan kepada seorang anak maka akan membantu sistem imun anak memproduksi antibodi khusus, untuk melawan jenis-jenis penyakit tertentu. 

Lalu, bagaimana dengan bayi yang tidak pernah diimunisasi sama sekali?

Perlu dipahami oleh kita semua, bahwa dengan memberikan imunisasi kepada anak, tidak memberikan jaminan 100% efektif untuk mencegah penyakit. Namun, manfaatnya lebih besar dibandingkan dengan risikonya. Apabila anak tertular suatu penyakit, maka gejala dan pengobatannya akan jauh lebih mudah ditangani, jika dibandingkan dengan tidak diimunisasi sama sekali.

Dampak yang ditimbulkan apabila anak tidak diimunisasi bukan hanya bagi dirinya saja tapi berpotensi untuk menularkan penyakit ke anak atau orang dewasa lainnya. Selain itu penyakit ini akan terus berada di lingkungan masyarakat, dan akibatnya anak dapat meninggal dunia atau cacat dari penyakit berat yang dideritanya dan parahnya lagi anak tidak memiliki kekebalan terhadap mikroorganisme ganas (patogen).

Tentu dengan fakta seperti ini, apakah kita sebagai orangtua masih egois untuk tidak memberikan imunisasi lengkap kepada anak-anak kita!

Pengetahuan dan keyakinan saya untuk memberikan vaksin kepada buah hati saya semakin bertambah, ketika saya bersama dengan teman-teman BloggerCrony lainnya hadir di acara "Imunisasi Lengkap, Indonesia Sehat" yang diselenggarakan oleh Kementrian Kesehatan pada tanggal 15 April 2019, bertempat di Hotel Wyndham Jl. casablanca Kav 18 Rt 4 Menteng Jakarta Selatan beberapa hari lalu.

Hadir beberapa narasumber pada acara ini, yaitu :
  • drg. R. Vensya Sitohang, M.Epid, Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan, Kemenkes RI
  • Prof. Dr. Cissy Kartasasmita,Sp.A, Satuan Tugas (Satgas) Imunisasi
  • Dr.H.M. Asrorun Ni'am Soleh, M.A, Sekretaris Komisi Fatwa MUI
Permasalahan mengenai imunisasi ini bukan hanya menjadi tugas pemerintah saja, tapi seluruh lapisan masyarakat. Terutama kita sebagai orangtua perlu memiliki pengetahuan yang baik mengenai imunisasi, sehingga akan lebih yakin untuk memberikan imunisasi lengkap kepada anak-anak kita.

Apalagi kemajuan teknologi sekarang ini, inforamsi mengenai apapun mudah dan cepat kita dapatkan. Oleh karena itu dalam rangka bulan Imunisasi Dunia, melalui tulisan  ini saya ingin berbagi kepada masyarakat luas mengenai pentingnya imunisasi bagi kesehatan ibu dan anak.

Terlebih lagi, hingga saat ini sudah terbukti bahwa keberhasilan Imunisasi banyak menyelamatkan jiwa manusia dengan turunnya angka kesakitan serta membasmi penyakit menular yang terjadi di dunia, diantaranya :

- Cacar berhasil dibasmi di seluruh dunia
- Indonesia mendapat sertifikat bebas polio pada tahun 2014
- Indonesia mengeliminasi tetanus pada ibu hamil dan bayi baru lahir tahun 2016.

4 Alasan Pentingnya Imunisasi untuk Kesehatan Ibu dan Anak 

1. Menghasilkan Kekebalan (imunitas)

Jika tidak mendapat imunisasi, maka anak-anak akan lebih berisiko tertular dan mengalami sakit yang lebih parah. Namun, jika sudah mendapatkan imunisasi daya tahan tubuh mereka akan lebih kuat karena ada pertahanan khusus yang dapat mendeteksi jenis-jenis penyakit berbahaya tertentu.

Sistem kekebalan tubuh pada anak yang telah diimunisasi akan jauh lebih kuat dibandingkan dengan anak-anak yang tidak mendapatkan imunisasi sama sekali.

2. Dapat Mencegah Penyakit yang Menyebabkan Kematian dan Kecacatan Seumur Hidup

Anak yang tidak diimunisasi lengkap tidak memiliki kekebalan sempurna terhadap penyakit-penyakit berbahaya sehingga mudah tertular penyakit, menderita sakit berat, serta menderita cacat bahkan meninggal dunia. 

Selain itu, mereka juga dapat menjadi sumber penularan penyakit bagi orang lain,

3. Imunisasi Penting untuk Melindungi Orang Lain

Imunisasi berfungsi juga untuk mencegah penularan penyakit dari orang ke orang lain. Yupp, dapat dicatat bahwa imunisasi bukan hanya berpengaruh bagi kesehatan anak yang mendapatkan imunisasi, melainkan juga mempengaruhi anak-anak lain dan lingkungan disekitarnya.

4. Imunisasi adalah Hak Anak

Alasan diberikannya imunisasi pada anak salah satunya adalah untuk memenuhi Konvensi Hak Anak yang diberlakukan PBB sejak tahun 1990. Hak Konvensi ini meliputi hak keberlangsungan hidup, hak untuk berkembang, hak atas perlindungan, dan hak untuk berpartisipasi dalam kehidupan masyarakat.

Jadi, pemerintah, orangtua dan seluruh lapisan masyarakat wajib untuk mengupayakan kesehatan terbaik untuk tumbuh kembang anak-anak, dengan memberikan imunisasi lengkap kepada anak, berarti kita sebagai orangtua telah memenuhi hak anak.

Bagaimana Jika Anak Telat Imunisasi?

Jangan khawatir, jika kita lupa atau belum sempat memberikan imunisasi lengkap kepada anak, segera bawa anak-anak kita untuk diimunisasi, cukup datang ke pusat layanan kesehatan naungan pemerintah, misalnya ke rumah sakit, puskesmas, dan posyandu untuk diimunisasi.

Sebenarnya tidak ada kata terlambat untuk pemberian vaksin, lebih baik telat daripada tidak sama sekali. Segera kita berikan imunisasi anak yang telat tersebut agar anak tidak berisiko tertular penyakit.

Vaksin Imunisasi Terbukti Aman

Seperti cerita saya diatas, melihat potensi efek samping yang dapat terjadi ketika anak diberikan imunisasi masih menimbulkan keraguan dari keamanan vaksinasi. Tapi jangan sampai kita termakan isu yang beredar di luar sana, karena berbagai penilitian yang telah dilakukan menjamin vaksinasi aman, efektif dan minim risiko.

Sebelum diedarkan dan diberikan kepada anak-anak, vaksin akan terlebih dahulu melewati sejumlah tes dan uji klinis untuk menjamin cara kerja dan keamananya. Keamanan dan keberhasilan vaksin juga terus diawasi dari waktu ke waktu oleh para ilmuwan dan pakar kesehatan dari seluruh dunia.

So, buat kamu yang masih ragu untuk memberikan vaksin kepada anak, inget dech kalau manfaat imunisasi akan jauh lebih besar ketimbang dari risiko efek sampingnya.




Thursday, April 4, 2019

Lactacyd "Share Your Power" dan Jadilah Inspirasi Bagi Perempuan Lain

Jadilah Inspirasi Bagi Perempuan Lain

Sebagai seorang anak, sebagai seorang kakak, sebagai seorang adik, sebagai seorang saudara dan kita sebagai seorang perempuan pernahkah berpikir untuk menjadi inspirasi bagi perempuan yang lainnya?


Meski zaman sudah modern, namun masih banyak perempuan yang mengalami deskriminasi dalam berbagai aspek kehidupan. Perempuan masih dianggap kaum yang lemah, sehingga tak jarang budaya patriarki membuat posisi sosial perempuan lebih rendah jika dibandingkan dengan laki-laki.

Untuk merubah suatu keadaan tersebut memang tidaklah mudah, namun perubahan ke arah yang lebih baik pasti bisa terjadi apabila kita saling mendukung sesama perempuan. 

Lactacyd "Share Your Power" dan Jadilah Inspirasi Bagi Perempuan Lain

Sesungguhnya perempuan itu adalah pribadi yang kuat, memiliki kekuatan. Namun, sering sekali permasalahan yang terjadi banyak diantara perempuan yang tidak mengerti bagaimana untuk mengelola kekuatannya. 

So, dalam rangka memperingati Hari Perempuan Nasional, pada tanggal 30 Maret 2019 yang lalu, bertempat di Carrefour Lebak Bulus, Lactacyd bersama dengan PT. Sanofi mengangkat tema "Share Your Power" mengajak kaum perempuan untuk mendukung dan menjadi inspirasi bagi perempuan lainnya.


Kepercayaan diri seseorang agar dapat menginspirasi perempuan lainnya sangatlah penting. Karna perempuan yang kurang percaya diri, kerap kali mereka tidak dapat menunjukan kekuatannya.

Nah, salah satu faktor yang menjadikan perempuan memiliki kepercayaan diri yaitu dengan menjaga kebersihan daerah kewanitaannya. Tidak kelihatan bukan berarti tidak penting untuk diperhatikan. 

Jika kita merawat daerah kewanitaan kita dengan baik, tentunya kita akan merasa sehat dan percaya diri.

Tapi sayangnya masih banyak perempuan yang mengabaikan merawat daerah kewanitaan mereka. Padahal wanita sangat perlu menjaga arean kewanitaan, sebab daerah ini bagian intim dan sebagai organ reproduksi.

Tak hanya itu, infeksi atau penyakit di area kewanitaan bagian luar dapat menyebar ke dalam dan membawa dampak lebih serius. Makanya nggak heran jika banyak perempuan yang mengalami keputihan.


Dr. Riana Nirmala Wijaya selaku Medical Manager mengatakan banyak sekali keluhan dari perempuan yang datang mengalami keputihan, dan gatal-gatal.

Keputihan itu sendiri ada yang normal dan ada juga yg tidak normal yang bisa menandakan adanya infeksi seperti jamur atau bakteri dan itu berbahaya.

Tips Menjaga Kebersihan Area Kewanitaan agar Lebih Percaya Diri

Pasti hampir setiap perempuan mengalami yang namanya keputihan, nah Dr. Riana mengatakan ada beberapa tips yang harus diperhatikan, yaitu :

1. Harus membersihkan daerah kewanitaan setiap hari untuk mendapatkan hasil yang optimal jika bisa dua kali sehari.
2. Jangan membersihkan dengan sabun biasa, beesihkan dengan sabun khusus area kebersihan kewanitaan.
3. Perhatikan kebersihan celana dalam dan menggunakan celana dalam yang mudah menyerap, seperti bahan katun 
4. Menggunakan pantyliner yang harus sering diganti.

Untuk menjaga kebersihan kewanitaan ini, kita harus mengunakan sabun khusus, nah Lactacyd hadir sebagai produk khusus pembersih kewanitaan. 

Apa yang membedakan Lactacyd dengan produk lain yang sejenis?
  • Lactacyd merupakan produk kebersihan daerah kewanitaan nomor 1 di dunia menurut lembaga survei terkemuka di dunia
  • Lactacyd memenuhi semua kriteria pembersih kewanitaan, dimana PH sudah sesuai dengan area kewanitaan, mengandung formula yang lembut yang terbuat dari ekstrak susu dengan lactid acid sehingga lembut dan dapat digunakan setiap hari
  • Terbebas dari bahan-bahan pewangi/parfum yang dapat membuat iritasi area kewanitaan.
  • Secara komposisi dan kualitas Lactacyd sudah teruji secara klinis
  • Aman digunakan setiap hari untuk perempuan-perempuan di seluruh Indonesia.
Lactacyd sendiri memiliki 2 varian yang bisa dipakai sesuai kebutuhan. Ada yang ekstrak daun sirih dan ada kandungan susu. Jadi aman untuk digunakan oleh perempuan di masa puber maupun perempuan yang sudah menikah.

Jadi kita sebagai perempuan Indonesia harus memiliki power, mempunyai keinginan untuk menjadi nomer satu dan menjadi yang terdepa, bagaimana caranya yaitu harus tau untuk menjadi seseorang terdahulu.