Philips : Tantangan Orangtua Modern Dalam Memberikan Makanan Pendamping ASI

Solusi untuk Menjawab Kebutuhan Nutrisi Anak

 Halo Moms apa kabarnya?

Sebagai seorang Ibu yang juga memiliki jabatan sebagai ibu pekerja, tentulah bukan hal mudah untuk dijalani. Perlu perjuangan dan dukungan dari keluarga dan orang-orang terdekat. Yupp, saya pernah merasakan hal tersebut, ketika putri kecil saya lahir, saya berstatus masih menjadi salah satu pegawai di salah satu Bank Swasta di Jakarta.

Nestle LACTOGROW : Pentingkah Pengaruh Kebahagian Pada Masa Kanak-Kanak?




Happy Parents happy Kids #HappyGrow
  Bahagiahkanlah keluarga kita sebelum membahagiahkan orang lain

Are You happy? Ketika kita ditanyakan seperti itu, apa jawaban kalian Moms? Bisa saja kita mengatakan yes, I'm happy tapi bagaimana dengan anak-anak kita, apakah mereka bahagia?

Ini Dia, K-Link Bisnis MLM Berbasis Syariah : Halal Produknya, Halal Sistemnya dan Halal Caranya

K-Link Solusi Hidupmu
Ketika seseorang yang baru saya kenal melalui seorang teman, mengirim pesan teks ke ponsel saya. Awalnya teman yang baru saya kenal ini, menanyakan perihal event yang saya datangi. Karena beliaupun senang menghadiri suatu workshop, event yang berbau tentang parenthing.

Ngaku Anak Muda Zaman Now! Tonton Dulu Film Ini

#FilmMyGeneration
Halo movie lovers apa kabarnya?

Kalau melihat perkembangan film khususnya di Indonesia ini, sudah semakin berkembang dari masa ke masa. Menonton film memang bisa menjadi hiburan bahkan banyak yang menjadikannya sebagai hobi.

Hidup Ini Adalah Perjuangan Nak! Termasuk untuk Menciptakan Healthy Tummy Happy Baby

Evi di Acara INTERLAC
Sebelum menikah, saya sudah bilang ke pasangan akan tetap bekerja jika sudah memiliki anak. Karna saya tetap ingin memiliki penghasilan sendiri, jadi tetap seperti saat masih single dulu, bebas mau beli barang apa saja yang saya mau dan butuh.

Yuuk, Intip Keseruan Acara Peluncuran Layanan Garda Oto Digital #MakinGampang Klaimnya Banyak Bonusnya

Layanan Garda Oto Digital
Hai hai apa kabar semua, semangat dunk sekarang sudah hari jumat, yeay siap-siap menyambut weekend! Kali ini saya mau berbagi pengalaman, soalnnya bisa dikatakan bahwa pengalaman selalu lebih penting jika dibanding level pendidikan dan nilai akademis. Tentu saja pengalaman menjadi sangat berarti bagi saya, begitu juga dengan kalian khan?

Hindari Investasi Bodong dengan Cara 5 Prinsip Berikut Ini

#IbuBerbagiBijak "Investment"

Halo Moms gimana kabarnya?

Melanjutkan dari 2 sesi yang sebelumnya, kali ini tema ya diangkat oleh Ibu Berbagi Bijak bersama dengan Visa tentang Investment. Bukanlah hal yang mudah jika kita membahas tentang yang satu ini, meskipun saya sendiri pernah berkecimpung di dunia Perbankan, tapi workshop ini sangatlah menarik untuk diikuti.

Tepatnya tanggal 3 Oktober 2017, bertempat di Mendjangan Restaurant bersama Moms The Urbanmama dan Kumpulan Emak-Emak Blooger (KEB) menghadiri undangan Financial Literacy Workshop III. Dimana Workshop yang I berbicara tentang Financial Check Up, Kesempatan ke II membahas tentang Budgeting & Planning


Setibanya di lokasi, bangunan restoran jika dari luar terlihat kecil, namun ketika kita memasuki ruangan bagian dalam ternyata cukup luas dan menariknya ada swimming pool, yang pastinya langsung menjadi objek para Moms mengambil gambar untuk diabadikan dalam ponsel dan kamera mereka. Termasuk saya di dalamnya..

Maklum, Moms nggak boleh melihat tempat yang instagramable, bawaannya pengen selfie ria.. Heheheh

Seperti 2 workshop sebelumnya, Mba Prita ghozie CEO dan Financial Planner ZAP Finance, di daulat sebagai narasumber dalam pembahasan mengenai investasi ini. Menurut Moms, investasi itu perlu nggak siy? Mengapa harus Ber-Investasi? Memang nggak cukup ya dengan menabung di Bank saja?


Mba Prita Ghozie
Hmm.. banyak pertanyaan yang ada di benak saya ketika mendengar kata investasi. Jadi mulailah saya mencari tahu jawabannya. Sebenarnya investasi itu tidak wajib, tidak ada yang mewajibkan dan memaksa kita untuk berinvestasi.

Tapi karena ada alasan berikut, rasanya kita perlu untuk melakukan investasi, pertama terjadi penurunan nilai alias inflasi, tentu kita nggak mau dunk, kalau uang kita nilainya berkurang. Alasan kedua, jika kita berinvestasi maka uang yang akan bekerja untuk kita, maksudnya dari investasi tersebut selama beberapa tahun pastinya kita akan mendapatkan keuntungan yang lumayan.

Kalau sudah berbicara sesuatu yang memberikan keuntungan, rasanya sayang ya Moms kalau tidak diambil. Ngacung..!

Ketiga, kita akan selangkah lebih dekat dengan kebebasan keuangan. Tapi harus diikuti dengan langkah memilih produk investasi yang tepat dan cocok dengan karakter diri kita. Alasan terakhir, investasi akan mendekatkan kita dengan tujuan keuangan kita. 

Apa siy keinginan Moms di masa yang akan datang? Mau punya rumah bagus, mobil mewah, menunaikan ibadah haji, mau keliling dunia? Jadi nggak ada salahnya dunk kalau Moms melakukan investasi dimulai dari sekarang.

Masih bingung mau membeli investasi apa? Karena jika kita tidak memiliki rencana keuangan, tanpa adanya kemudi, makanya kita perlu dipandu untuk membeli Investasi. So, Don't worry Moms Mba Prita Ghozie memberikan kita solusinya dengan memperhatikan 5 prinsip dalam berinvestasi, sebagai berikut :

#Step 1

Pahami Tujuan dan Profil Risiko

Perlu kita cari tahu dulu tujuan Moms melakukan investasi untuk apa? Untuk pendidikan anak, untuk hari tua, untuk membeli barang-barang mewah, atau untuk yang lainnya. Setelah hal tersebut kita temukan, cari tahu profil resiko menjadi Investor.

➮ Investor Konservatif

"Enggak ahh, nggak berani. Mending investasi yang aman-aman ajah, masa sudah susah payah nyari uang trus hilang gitu ajah." Kalau jawaban Moms seperti itu, dapat digolongkan tipe yang konservatif, dimana 100% Defensif.

Tipe konservatif biasanya hampir tidak bisa menerima turunya nilai investasi. Biasanya akan langsung panik begitu mengetahui kehilangan dana yang telah kita benamkan untuk investasi.

➮ Investor Moderat

Tipe investor ini perbandingannya 60% Defensif dan 40% Agresif, jadi tipe ini sebenarnya siy juga nggak bisa nerima resiko turunnya nilai uang yang diinvestasikan, tapi masih berharap nilai investasinya akan berkembang.

Bisa dikatakan posisi tipe ini masih berada di tengah-tengah siy Moms, meskipun ngalamin risiko tapi jangan terlalu gede juga

➮ Investor Agresif

Ketika dihadapkan pada kenyataan nilai investasi sedang turun, tipe Agresif ini biasanya akan menjawab "tidak masalah qo, tenang ajah namanya juga investasi memang berisiko, tapi khan ada peluang untuk bangkit lagi."

Bisa dipastikan Moms termasuk golongan Agresif dimana 30% Defensif dan 70% Agresif.

Setelah kita sudah mengetahui profil risiko, maka kita akan lebih mudah untuk memilih investasi yang tepat. Nah, kalau Moms termasuk tipe yang mana niyy?

#Step 2

Tentukan Jangka Waktu

Pastikan tujuan dari keuangan kita untuk apa? Jika dalam jangka waktu yang pendek maka investasi dalam Tabungan yang cocok kita ambil. Sedangkan jika untuk jangka waktu yang menengah pilihlah investasi dalam bentuk rumah, properti, tanah, yang nantinya dana ini bisa kita manfaatkan untuk hari tua atau liburan.


Tentukan Jangka Waktu Keuangan
Apabila kita memikirkan untuk jangka waktu yang panjang dan bertahap, untuk masa masa pensiun maka diperlukan waktu yang panjang. Moms dalam hal ini sudah memastikan sumber dana yang kita peroleh tersebut berasal dari mana, harus sesuaikan juga dari pengeluaran keluarga kita setiap bulan.

Baca Juga : 4 Langkah Bijak Mengatur Keuangan Keluarga


#Step 3



Mengenal Ragam Investasi

Investasi apa yang aman, modalnya sedikit dan untungnya cepat? Kebanyakan dari kita pasti, maunya seperti ini. Moms, jika kita mengharapkan untung yang besar, maka risiko yang ditanggung juga besar.

Karna kita tahu ragam pilihan investasi itu banyak, ibaratnya sama seperti ketika kita ke minimarket, banyak pilihan bikin bingung, tak ada pilihan malah tambah bingung. Jadi kita harus benar-benar memilih investasi yang tepat, jangan sampai salah menanamkan dana yang kita miliki.



Ragam Investasi
Jika kita ingin mengumpulkan uang dalam jangka waktu yang pendek maka kita sebut dengan Menabung atau Save. Pilihannya kita bisa membeli logam mulia atau properti, aset dalam bentuk fisik lebih cocok untuk jangka waktu yang pendek. 

Apabila kita ingin berinvestasi untuk jangka waktu yang menengah maka itu namanya Investasi. Nah, dalam hal ini surat berharga dalam bentuk obligasi, Deposito, Saham dan Reksa dana yang bisa kita pilih.


Obligasi sendiri sebenarnya berbeda dengan deposito, jika deposito nominalnya kan segitu-gitu saja, sedangkan obligasi nilainya bisa mencuat dan bisa gemuk kembali. kalau saham sendiri pasti kita sering dengar dunk, yupp, biasanya dalam bentuk kertas yang menjadi tanda kepemilikan seseorang terhadap suatu perusahaan. Siapa niy diantara Moms yang punya saham?


Honest, saya sendiri belum memiliki tapi keinginan ada siyy..! Curcol dech


Sedangkan reksa dana itu sendiri biasanya kita ketahui merupkan wadah untuk menyimpan dana/modal dari masyarakat pemodal untuk diinvestasikan dalam portofolio Efek dan Manajer Investasi, dan jenis reksa dana pun banyak.


Tahu nggak siy Moms? Dari semua investasi tersebut mana siy yang paling menguntungkan? Ternyata Saham yang memiliki nilai paling tinggi lho!


Selain itu investasi yang bisa kita manfaatkan hasilnya untuk dana hari tua dan juga sebagai tambahan tapi bukan untuk dana pendidikan, yaitu Bisnis. Sekarang ini banyak yang ingin memiliki usaha sendiri dengan alasan tidak ingin bekerja kepada orang lain, selain itu waktu yang fleksibel dan pastinya keuntungan untuk diri sendiri.


Ada beberapa catatan, dalam usaha itu kita tidak bisa sendiri, paling tidak kita memilki partner atau rekan kerja yang bisa saling membantu dan melengkapi sekaligus yang bisa memotivasi kita disaat sedang down.


Risiko Investasi
Risiko Investasi
Moms, mengenal investasi juga harus mengenal risikonya, risiko muncul biasanya karena kita tidak tahu apa yang kita kerjakan, karena setiap jenis investasi pasti memiliki risiko, diantaranya :

1. Risiko Likuiditas, risiko ini muncul akibat kesulitan menyediakan uang tunai dalam jangka waktu tertentu.

2. Risiko volatilitas harga, dimana besarnya jarak antara fluktuasi atau naik turunya harga saham atau valas.
3. Risiko gagal bayar, biasanya bisa terjadi kepada perusahaan yang gulung tikar, akibatnya si peminjam tidak mampu untuk melaksanakan pembayaran sesuai dengan jadwal pembayaran yang telah disepakati.
4. Risiko pasar, disebakan karena menurunnya nilai suatu investasi karena pergerakan faktor-faktor pasar, akibatnya terjadi inflasi, krisis moneter, dll. 
5. Risiko Penipuan, jika berada atau pernah mengalami hal ini, maka kita harus menempatkan diri dari rasa takut dan serakah. 
Waspada!! Jangan tergiur imbal hasil yang besar dan pasti, periksa legalitas dan ijin perusahaan yang menawarkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Skema investasi harus jelas dan Moms harus hati-hati dengan yang namanya Money Game, Arisan Berantai, Tawaran Investasi Kebun, dan lainnya.

Para pelaku investasi bodong memang tak pernah jera, ada saja yang bermunculan dengan cara dan modus yang baru untuk menjerat para korbannya. Untuk itu jika kita menemukan atau menjadi korban jangan ragu untuk menghubungi OJK ke layanan konsumen di hotline 1500 655, nanti pihak OJK akan membantu mengecek keabsahan perusahaan tersebut.


#Step 4



Lakukan Investasi secara Bertahap dan Berkala

Supaya kita bisa berinvestasi, hal yang harus Moms lakukan adalah menyisihkan dana dari pendapatan setiap bulan, dan terus dilakukan secara konsisten. Saat ini jenis investasi banyak, jadi baiknya kita menanam investasi lebih dari satu jenis. Hal ini untuk mencegah jika terjadi sesuatu di investasi kita, masih ada investasi lainnya yang menjadi cadangan alias backup.

Kita juga harus bisa menggunakan time horizone atau memanfaatkan momen tertentu sebagai peluang untuk berinvestasi.

#Step 5



Reviu dan Re-Alokasi 

Jika kita telah melakukan investasi, tak ada salahnya jika kita mengevaluasinya. Apakah investasi yang kita pilih sudah cocok dengan karakter diri dan pendapatan kita? Apakah portofolio saat ini sudah sesuai dengan portofolio tujuan awal kita berinvestasi? 

Inilah mengapa kita perlu melakukan evaluasi secara periodik, agar jika ada sesuatu yang terjadi atau tidak sesuai kita bisa melakukan perubahan, supaya tingkat pengembalian dan risiko bisa dijaga dengan baik.

Moms, semoga dari penjelasan diatas dapat memberikan solusi bagi yang ingin melakukan investasi ya. Karena pada prinsipnya semua investasi pasti ada risiko dan hasilnya tidak dapat dijamin!

Pesan dari pelaku investasi adalah " Tidak menempatkan telur dalam satu keranjang alias jangan hanya berinvestasi pada satu tempat saja"
Ini rumusnya yang harus kita ingat.

So, Moms sudah punya rencana mau berinvestasi apa? Atau sudah ada yang memiliki investasi? Boleh dunk share pengalaman di kolom coment.. Ditunggu lho!!


#IbuBerbagiBijak

Spot di Swimming Pool