Lakukan 4 Langkah Bijak ini, untuk Mengatur Anggaran Rumah Tangga

14.34 Evi Fadliah 0 Comments

Langkah Bijak Mengatur Anggaran Rumah Tangga
Halo Moms apa kabarnya?

Bulan ini sudah punya list belanjaan apa saja Moms? Rasanya list belanja bulanan tak pernah absen dari pikiran dan catatan kita ya Moms. Apalagi sebagai seorang istri pastinya kita memiliki peranan yang cukup besar dalam mengatur anggaran rumah tangga. Bagaimana kita bisa mengendalikan pengeluaran dalam keluarga, agar bisa terjadi keseimbangan antara pendapatan dan pengeluaran?

Selain itu, pengendalian pengeluaran juga dapat menjaga keutuhan dan keharmonisan rumah tangga kita. Namun, hal tersebut bukanlah hal yang mudah untuk di terapkan dalam kehidupan keluarga kita. Maka dari itu kita harus pandai-pandai untuk mengelompokan kebutuhan baik kebutuhan sehari-hari, kebutuhan jangka pendek, kebutuhan jangka panjang, kebutuhan mendesak, maupun kebutuhan dana untuk simpanan.

Lalu bagaimana solusinya untuk menghadapi permasalahan ini? 

Tenang Moms, setelah Financial Check-up di sesi  pertama, kali ini Mba Prita Hapsari Ghozie, CEO & Chief Planner ZAP Finance mengajak para moms untuk membahas tentang Budgeting & Saving, pada tanggal 24 Agustus 2017 di The Hook Cafe & Restaurant Jakarta.

Mba Ptita Ghozie
Ehmm.. Budgeting rasanya PR banged ya Momss...!!

Berbicara perihal Budgeting, ternyata dari peserta yang hadir hari itu, tidak semua para Moms memegang secara full uang gaji suami, ternyata ada beberapa yang lebih suka uang bulanannya dibatasi oleh suami, karena apa? Karena mereka merasa lebih nyaman untuk dibatasi untuk menghindari hobi belanja para Moms yang kadang suka lupa diri. Setuju siy saya, jadi agar ada yang bisa mengontrol dana untuk di saving nantinya.

Saya ingat betul, Mba Prita mengatakan berapapun besar dan kecilnya Gaji yang kita terima tidak berhubungan langsung dengan Kaya, tapi Gaya Hidup. Setuju nggak Moms? Jadi pada dasarnya berapapun gaji yang kita terima akan cukup untuk memenuhi Biaya Hidup kita, tetapi tidak akan pernah cukup  memenuhi Gaya Hidup, benar nggak Moms? Ngaku dech 


Gaji Cukup untuk Biaya Hidup, Bukan Gaya Hidup
oleh karena itu, Mba Prita mengajak kita untuk mengikuti 4 tips bijak dalam melakukan anggaran rumah tangga, sebagai berikut :

1. Tentukan Prioritas

Tak jarang kita sering membelanjakan uang untuk hal yang sebenarnya tidak terlalu penting atau hanya didorong rasa MAU, bukan karna BUTUH. Sebaiknya kita membuat tabel daftar kebutuhan yang terdiri dari kolom "kebutuhan" dan "keinginan" sehingga kita bisa berpikir lebih matang benda atau hal yang perlu kita beli/tidak.


Prioritas Pengeluaran karna Butuh bukan Mau
Setiap orang pasti memiliki kebutuhan yang berbeda, oleh karena itu Mba Prita pada kesempatan ini menjelaskan ada 2 kebutuhan yang yang harus kita jalankan, yaitu :

➧ Kebutuhan saat ini : Yaitu memenuhi kebutuhan saat ini yang jatuh temponya 12 bulan kedepan. Misalnya saja, pengeluaran rumah tangga sehari-hari dan biaya sekolah  serta uang saku anak-anak.

➧ Kebutuhan masa depan : Dimana jatuh tempo kebutuhan ini diatas jangka waktu 12 bulan, misalnya saja biaya untuk hari tua, biaya untuk ibadah haji dan biaya yang lainnya.

So, Moms dari jangka waktu tersebut kita bisa membuat prioritas alokasi penghasilan sebagai berikut:

1. Zakat, Infaq, dan Shadaqoh 5% yang harus kita keluarkan kewajibannya yang harus kita dahulukan dari keperluan yang lainnya.

2. Biaya Pinjaman, biasanya sering sekali kita menemukan diluar sana banyak orang yang menggunakan barang-barang mewah padahal boleh ngutang, duch mau bergaya tapi qo ngutang yaa, jangan sampai ya Moms. Jadi lebih baik apabila kita memiliki hutang, sebaiknya kita bayarkan terlebih dahulu kewajiban hutang kita tersebut, rasanya hidup akan lebih bahagiah jika tidak memiliki hutang.

3. Tabungan dan Investasi masa depan, ubah kebiasaan dan pola pikir, segera setelah menerima gaji sisihkan terlebih dahulu dan untuk tabungan yang sesuai dengan tujuan dan cita-cita finansial keluarga kita. Mba Prita juga menyarankan, sebaiknya kita memiliki rekening terpisah untuk tabungan dan kebutuhan sehari-hari. Selain menabung kita juga harus memikirkan untuk melakukan investasi yang tepat.

4. Persiapkan masa sulit, Moms disini pentingnya kita menyiapkan dana darurat yaa.

5. Biaya hidup, tetap bersikap obyektif dalam memenuhi keperluan pengeluaran.

6. Anak dan Pendidikan, prioritaskan untuk biaya pendidikan anak, dan kebutuhan pertumbahan anak

7. Gaya Hidup

Setelah kita mengalokasikan keperluan mana yang harus diprioritaskan terlebih dahulu dan pastinya Gaya Hidup menjadi pilihan yang terakhir, yang harus kita penuhi setelah keperluan dari no. 1-6 sesuai dengan keperluan rumah tangga kita.

Upss, ini baru 1 tips, kita beranjak ke tips yang selanjutnya ya Moms

2. Alokasi Dana 

Untuk tips yang ini Mba Prita mengajak para moms untuk langsung praktek, dengan memberikan kita soal dalam membuat anggaran rumah tangga dengan bijak, ini niy Moms soal yang harus kita selesaikan dalam waktu 5 menit dan hasilnya harus tepat lho Moms!

Soal Mengalokasikan Dana dengan Ideal
Moms Mau tahu alokasi dana yang ideal itu seperti apa?

Berikut alokasi dana yang ideal untuk keluarga :

1. Sedekah 5%
2. Cicilan Utang 30%
3. Dana Darurat 10%
4. Biaya Hidup 30%
5. Investasi 15%
6. Gaya Hidup 10%

Pada kesempatan itu Mba Prita mengatakan, dalam memenuhi present consumption atau kebutuhan rutin harus menjadi prioritas kita, kemudian baru kita dapat memenuhi Future Spending alias Tabung Dulu, Beli Kemudian. Jadi Moms jika kita membeli barang dengan cara dicicil maka hal tersebut adalah salah "tambah Mba Prita"

Maksudnya disini kebiasaan dari kita biasanya membeli barang dengan cara dicicil, apabila tidak dengan cara tersebut kemungkinan tidak akan pernah punya barang yang kita mau. Padahal yang benar adalah jika barang yang kita beli dengan dicicil sifatnya harus dapat menambahkan penghasilan pendapatan keluarga kita. Misalnya membeli kendaraan mobil, meskipun kita membelinya dengan cara dicicil tapi kita bisa memanfaatkannya untuk disewakan. Apabila barang yang kita cicil tidak bersifat produktif, maka lebih baik ditabung terlebih dahulu. 


3. Meraih Mimpi

Talk Only, Do Nothing

Terkadang dalam hidup ini, kita memiliki banyak keinginan dan mimpi tanpa melakukan atau mencoba mewujudkannya, jadi unless itu semua. Setiap orang berhak untuk memiliki mimpi yang setinggi-tingginya, nantinya wishlist tersebut bisa dilakukan sendiri atau bisa kita lakukan bersama pasangan lho Moms.

Apabila kita memiliki mimpi, jangan takut untuk mencetaknya kemudian ditempel, supaya hal tersebut bisa menjadikan motivasi kita untuk meraih mimpi-mimpi tersebut. Ehmm siapa diantara Moms yang melakukan hal tersebut, hayoo ngacung? 

Our Dream
Langkah-langkah agar kita bisa mewujudkan mimpi-mimpi kita tersebut, yaitu :

Our Plan
Setelah kita mantap dengan mimpi kita tersebut, kita juga harus memantapkan untuk mewujudkannya. Mulai dari membuat perencanaan baik jangka pendek, jangka menengah, maupun jangka panjang dan tak lupa kita catat sumber alokasi dananya dari mana saja and than... REACH YOUR GOAL Moms.

4. Tentukan Anggaran Bulanan dan Musiman

Prinsip Matching mengenai anggaran sudah saya jelaskan sebelumnya di financial check up kemarin ya Moms. Dimana pengeluaran bulanan itu sumber dananya dari gaji bulanan yang kita terima, sedangkan untuk pengeluaran lainnya & investasi tahunan sumber dananya berasal dari Bonus, THR, dan Tunjangan lain.

Membuat anggaran berkala memang penting kita lakukan, tetapi akan lebih baik pula jika kita juga fokus untuk membuat anggran musiman, apalagi pada bulan-bulan tertentu yang biasanya akan memangkas pendapatan cukup besar. Misalnya saja kebutuhan untuk hari raya idul fitri, atau hari raya besar keagamaan yang lain yang pastinya dana yng dibutuhkan cukup besar.

Adanya gambaran seperti itu, akan membuat kita bisa lebih bernafas lega meskipun harus memiliki pengeluaran ekstra di bulan-bulan tertentu. Setelah kita mengetahui kebutuhan musiman apa saja yang akan memakan dana besar, kita bisa memecahnya lagi menjadi lebih rinci lho Moms. Dana musiman ini misalnya untuk mudik serta berlebaran bersama di kampung halaman, atau dana kebutuhan untuk liburan bersama yang sudah direncanakan. 


Cheklist Kegitan Bulanan Anggaran Rumah Tangga kita
Diluar dari itu kita bisa mengontrol hal-hal yang pasti dengan baik, kita tinggal mengatur kas seperti apa yang kita inginkan. Untuk itu kita bisa mengalokasikan pos investasi dari Gaji Rutin berupa 5% dana rumah, 10% dana pendidikan dan 10% dana pensiun. Sedangkan untuk alokasi pos investasi dari penghasilan bonus dapat kita gunakan untuk dana liburan dan kebutuhan belanja atau gaya hidup kita.

Untuk lebih memudahkan Moms bisa lho membuat tabel dan checklist kegiatan bulanan kita sebagai berikut :

1. Buat rencana pengeluaran, sebelum kita terima gaji
2. Terima gaji
3. Membagi uang sesuai pos rekening 
4. Bayar cicilan, cicilan rumah, kendaraan dll.
5. Bayar tagihan-tagihan bulanan, tagihan listrik, telepon, televisi berbayar, uang sekolah dan sebagainya
6. Transfer otomatis ke rekening dana darurat
7. Transfer otomatis ke rekening investasi
8. Ambil uang tunai perminggu di ATM
9. Mengisi uang elektronik
10. Hiburan-hiburan

Nah, Moms perlu kita lakukan pula untuk memudahkan kita dalam mengalokasikan dana, sebaiknya membagi rekening paling tidak menjadi 3 bagian :

1. Rekening untuk biaya hidup sehari-hari atau bulanan (ambil uang bulanan setiap minggu di ATM)
2. Rekening untuk dana darurat (Baiknya tidak bisa diambil atau tidak ada ATMnya)
3. Rekening untuk Tabungan dan Investasi (biasanya kita ambil untuk jangka waktu tertentu)

Biasanya untuk teorinya memang mudah ya Moms, tapi praktiknya yang susah. Tapi kalau tidak dimulai, bagaimana kita bisa mengetahui kondisi keuangan keluarga kita. Biasanya segala sesuatu itu akan mudah jika kita mulai dengan niat, prinsip yang kuat dan karena terbiasa.

Semua ini pastinya demi keuangan keluarga kita yang lebih baik ya Moms, untuk masa depan keluarga kita kelak pula. Yuuk, kita mulai lakukan 4 langkah bijak diatas, atau Moms punya tips dan trik langkah bijak lainnya, boleh lho berbagi di kolom komentar.


0 komentar:

Terima kasih sudah mampir di Blog saya, dan memberikan coment mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.