Berzakat Itu Kalcer! Cara Dompet Dhuafa Sambut Ramadan 1447 H

Betul, narasi "Berzakat Itu Kalcer" (Culture) menjadi trend yang sangat kuat sekarang ini. Khususnya beberapa hari lagi menjelang Ramadan 1447H. Dimana istilah ini menggambarkan pergeseran paradigma, yang menyatakan kalau zakat itu bukan lagi dipandang sebagai kewajiban kaku yang memberatkan, tetapi justru menjadi bagian dari gaya hidup (lifestyle) modern khususnya bagi generasi milenial seperti saya dan gen z.

Kampanye Dompet Dhuafa "Berzakat Itu Kalcer"

Kenapa siy Kalcer bisa dianggap sebagai Lifestyle (gaya hidup) oleh sebagian umat muslim? Karena sekarang ini zakat bukan hanya sekedar kewajiban ritual tahunan semata, tapi juga sebagai bagian dari kesadaran sosial, kebersihan jiwa, dan keberkahan harta yang diterapkan dalam keseharian. Apalagi pergeseran ini didukung oleh kemudahan teknologi dan lembaga amil yang aktif.

Jadi, kenapa berzakat itu Kalcer? Alasannya sebagai berikut :
  • Zakat sebagai bagian dari gaya hidup (lifestyle) yang dikemas sedemikian rupa sehingga terasa lebih ringan dan relevan dengan kehidupan anak muda, dan menjadikannya sebuah budaya berbagi yang keren
  • Digitalisasi zakat yang praktis, nggak bisa dipungkiri kemajuan dan kemudahan teknologi memiliki pengaruh yang besar, dimana penggunaan teknologi seperti aplikasi, QRIS, E-wallet, internet banking, dan platform crowdfunding membuat zakat dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja. Hal ini lah yang meningkatkan efisiensi dan transparansi, sehingga berzakat menjadi pengalaman yang mudah dan cepat
  • Tren di Media Sosial, semakin banyak berbagi konten di story atau di media sosial yang menciptakan tren positif, dan ajakan berbuat kebaikan secara kolektif 
  • Didominasi oleh generasi millenial dan gen z, data menunjukkan bahwa tren berzakat saat ini didominasi oleh generasi muda (usia 25-44 tahun), mencapai 70% dari total pengumpulan zakat pada beberapa lembaga
  • Penyempurna Ibadah yang Membudaya: Zakat Fitrah di bulan Ramadan dianggap sebagai penyempurna puasa yang sudah mendarah daging (budaya), dan sekarang disempurnakan lagi dengan kemudahan teknologi. 
Dengan menjadikan zakat sebagai "kalcer", diharapkan kesadaran berzakat meningkat karena dilakukan dengan senang hati, bukan semata-mata karena rasa terpaksa. 
Oleh karena itu in this economy Dompet Dhuafa untuk menyambut Ramadan 1447H nanti, sudah memiliki beberapa program dan kolaborasi. 

Semangat kampenya Dompet Dhuafa dipaparkan dalam konferensi pers Ramadan 1447H "Berzakat Itu Kalcer" di TOP Golf Fatmawati, Jakarta Selatan, Rabu 11 Februari 2026.

Kampanye Dompet Dhuafa Berzakat Itu Kalcer

Ibu Sulistiqamah sebagai ketua Ramadan 1447H Dompet Dhuafa menjelaskan bahwa Ramadan itu bukan ibadah personal tapi momen kebersamaan. Apalagi di tengah situasi ekonomi seperti sekarang ini yang berat dan kesenjangan sosial semakin tinggi. 

Oleh karena itu Dompet Dhuafa hadir sebagai jembatan kebaikan dan ingin mengajak publik untuk menjadikan kebaikan, dalam hal ini Berzakat sebagai bagian dari budaya berbagi yang bersama-sama dilakukan dengan senang hati, ringan dan bukan sekedar kewajiban. Tapi, memang karena itu "Kalcer" masyarakat Indonesia.

Kata Kalcer dipakai untuk menunjukan bahwa kebaikan itu sudah menjadi lifestyle atau gata hidup publik untuk menjadikan kebaikan sebagai bagian dari budaya bersama, yang relevan, modern, dan natural yang dilakukan oleh generasi sekarang ini. 

Dengan program yang relevan, dan pengelolaan yang baik, donasi dari masyarakat dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi para mustahik.

Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf merupakan program reguler yang ada di Dompet Dhuafa yang terus bergulir, sedangkan program unggulan untuk menyambut Ramadan 1447H Dompet Dhuafa sudah memiliki beberapa program diantaranya, Tebar Zakat Fitrah, Recovery Sumatra, Borong Dagangan Saudaramu, Mudik Kalcer, Yatim Remember (Ramadan Meriah Penuh Berkah), dan Ber-ojol (Bantu Rawat Kendaraan Ojek Online) di wilayah Jabodetabek sebanyak 1447 unit motor ojol akan mendapatkan perawatan tanpa biaya dengan menggandeng 20 bengkel kecil sebagai mitra pelaksana.

Program Ber-ojol (Bantu Rawat Kendaraan Ojek Online)

Program bantu ojol ini, ditujukan bagi pengemudi yang penghasilannya dibawah 3 juta perbulan, dan nantinya juga akan dilibatkan dalam program Tebar Zakat Fitrah. Dimana setiap penerima (pengemudi ojol) akan memperoleh dua paket zakat, yakni satu untuk diri sendiri dan satu lagi untuk dibagikan kepada tetangga atau kerabat yang membutuhkan.

Ahmad Juwaini sebagai Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika menyampaikan berzakat itu awalnya kewajiban, tapi bisa menjadi kebiasaan, bahkan akhirnya menjadi sebagai kebutuhan sehingga menjadi tren Kalcer. Selain itu juga zakat ini bukan hanya sebagai suatu kegiatan religius umat muslim tapi zakat ini sebagai gerakan kemanusiaan yang terus berkelanjutan, bukan hanya ada saat bulan Ramadan aja.

Keberhasilan donasi di Dompet Dhuafa setiap tahunnya terus tumbuh tercatat pada tahun 2025 lalu sebanyak kurang lebih 3 juta jiwa lebih penerima manfaat, dan harapannya tahun 2026 jumlahnya akan lebih. 

Lantas, berapa target dana yang harus terkumpul di bulan Ramadan ini? Dompet Dhuafa sebagai pelopor lembaga filantropi Islam Modern di Indonesia, menargetkan pengumpulan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di bulan Ramadan 1447H ini sebanyak 156 Miliar Rupiah yang nantinya akan dibagikan kepada 750 ribu penerima manfaat.

Zakat Lebih Mudah dan Praktis

Sekarang itu dengan kemajuan teknologi, kita jadi semakin dimudahkan dan praktis, begitu juga halnya dengan berbagi. Oleh karena itu Dompet Dhuafa berkolaborasi dengan Maybank untuk meningkatkan transparansi dan kemudahan transaksi. Adanya teknologi perbankan dapat membantu akuntabilitas sehingga para muzaki akan merasa lebih nyaman untuk menyalurkan infak mereka.

Yes, sebenarnya masyarakat kita banyak yang ingin menyalurkan zakat, sedekah atau infak, tapi terkadang mereka bingung harus menyalurkan kemana. Mereka mau berdonasi tapi nggak mau ribet, hal ini juga terjadi pada diri saya sendiri, yang ingin berzakat, ataupun bersedekah tapi bingung mau ngasih ke Masjid atau Mushola terdekat, tapi harus memberikan ke siapa. 

Kendala hal seperti ini, akhirnya niat baik untuk zakat atau bersedekah jadi tertunda. Nah, untungnya saya sudah mengetahui Dompet Dhuafa yang memang sering melakukan kampanye kebaikan di berbagai platform menjadikan saya tertarik untuk mendonasikan atau memulai zakat dan sedekah rutin melalui aplikasi Dompet Dhuafa.

Transformasi yang dilakukan Dompet Dhuafa salah satunya dengan melakukan kolaborasi dengan maybank, ini menunjukkan bahwa nilai kebaikan bisa beriringan dengan perkembangan digital. Sehingga dampaknya sudah pasti aktivitas berzakat dan bersedekah jadi lebih mudah diakses dan praktis. Otomatis dunk ini menjadi semangat untuk menjadikan Berzakat itu Kalcer.

Akhirnya saya mencoba untuk mulai sedekah rutin melalui Dompet Dhuafa dengan mudah secara online melalui M2U ID Web, dan sebelumnya kita melakukan pembukaan Tabungan U iB via M2U ID App yang nantinya akan menjadi sumber dana sedekah kita.

So, dengan menghubungkan Maybank Tabungan/Tabungan iB (Syariah) langsung di Aplikasi Dompet Dhuafa, ini memberikan kita kemudahan untuk bersedekah, zakat dan lainnya. Cukup satu kali aja kita menghubungkan, dan nantinya kita bisa transaksi langsung dari rekening & sedekah, alhasil kita jadi lebih praktis tanpa ribet kalau mau melakukan sedekah.

  • Tidak perlu isi saldo di aplikasi Dompet Dhuafa 
  • Sedekah langsung dari Maybank Tabungan/Tabungan iB (syariah)
  • Praktis dan hemat waktu

Yuk, mulai dari diri sendiri, mulai dari sekarang, mari jadikan kebaikan itu budaya hidup, bukan sekedar kewajiban! Ramadan ini stay tuned program kebaikan bersama Dompet Dhuafa..



Tidak ada komentar

Terima kasih sudah mampir di Blog saya, semoga bermanfaat.
Tunggu kunjungan balik saya di Blog kalian.

Salam hangat