Tertunda Dua Tahun, Akhirnya Film Merindu Cahaya de Amstel Tayang di Bioskop

Pandemi yang terjadi sejak tahun 2020 mengakibatkan industri perfilman ikut ambruk. Akhirnya banyak film yang tertunda, namun seiring keadaan semakin membaik, industri film Indonesia juga ikut bangkit. Saya pun juga sudah memberanikan diri untuk menonton film di bioskop, untuk bulan ini saya sudah 2 kali datang ke bioskop.


Kalian gimana, Sudah nonton film apa niy di bioskop? Meskipun pandemi belum berakhir dan kapasitas bangku penonton di bioskop juga belum sepenuhnya full, tapi lumayan ya bisa sedikit menghilangkan rasa bosan kita karena sering stay at home. Setidaknya tipis-tipis kita bisa menghabiskan weekend bareng keluarga nonton film di bioskop.





Akibat banyak bioskop yang harus ditutup, dampaknya jadwal tayang film juga harus mundur, salah satunya adalah film Merindu Cahaya de Amstel harus menunda penayangannya hingga 2 tahun lamanya.


Film yang dibintangi oleh Amanda Rawles dan Bryan Domani ini sudah melakukan syuting sejak 2 tahun yang lalu, akhirnya setelah menanti penantian yang tidak sebentar film Merindu Cahaya de Amstel siap menyapa pencinta film Indonesia di layar bioskop mulai tanggal 20 Januari 2022.


Obat Rindu

Yup akhirnya rasa kangen saya untuk nonton film Indonesia terobati lewat film Merindu Cahaya de Amstel ini. Emang ya hidup itu akan membuat perjalanan hidup kita akan lebih indah dan berwarna kalau diselimuti oleh cinta. Film ini diangkat dari novel karya Arumi E, ada yang sudah baca novelnya?


Novel karya Mbak Arumi ini karya keduanya yang diangkat menjadi film, dan kebetulan yang menjadi tokoh utamanya adalah seorang gadis cantik Belanda yang sedang belajar Bahasa Indonesia. Tokoh Marien Veenhoven yang diperankan oleh Amanda Rawles berhasil mencuri perhatian saya.


Why?


Cerita Film


Sosok Khadija seorang gadis belanda yang memutuskan untuk menjadi mualaf memulai perjalanan hidupnya yang baru dan tanpa disengaja bertemu dengan Nico (Bryan Domani) seorang fotografer dan jurnalis ketika sedang memotret secara random, kameranya tak sengaja menangkap sosok Khadija "wanita bercahaya di tengah lalu lalang orang-orang".





Dalam usahanya untuk meminta izin kepada Khadija agar fotonya bisa di publish ke media, membuat seorang Nico menjadi tertarik untuk lebih mengenalnya. Sehingga sedikit banyak Nico mulai mempelajari tentang Islam. Di satu sisi Khadija bertemu dengan Mala di sebuah bus daerah sekitar Amstel, Mala adalah seorang mahasiswi asal Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Belanda.


Karena insiden di bus tersebut, akhirnya Khadija mulai menjalin persahabatan dengan Mala dan membawa kisah persahabatan mereka menjadi kisah cinta segitiga antara Khadija, Nico dan Mala. Bagaimanakah kelanjutan kisah mereka?


Selain tiga sosok diatas, banyak cast lainnya yang menjadikan film ini lebih menarik dan hidup, karena cerita dan penokohan dari masing-masing pemain juga sangat cocok. Kalau Cappadocia adalah dreamnya Kinan, de Amstel Amsterdam menjadi My dream. Soalnya sepanjang film ini mata kita memang dimanjakan oleh pemandangan indah kota Amsterdam. Nggak berenti sampai disitu ajah, ada sosok Ridwan Remin yang steal the show, dia adalah sahabat Nico yang sukses membuat kita tertawa dengan banyolan dan hebatnya pesan yang disampaikan oleh sosoknya juga ngena banged lho!





Kalian pasti akan merasakan hal yang sama seperti saya, ketika banyak diantara kita mendapatkan masukan dari orang lain baik itu orang yang kita kenal atau tidak, pasti kita tidak suka jika peyampainnya sperti seorang guru agama yang sedang menceramahi kita.


Bisa Diterima


Yes, para cast yang bermain dalam film Merindu Cahaya de Amstel ini juga sangat berhati-hati dalam dialog yang disampaikan selama produksi. Karena mereka sadar melalui film ini membawa pesan yang penting, yang bisa diterima dan bisa menginspirasi banyak orang. 


Film yang ringan, namun banyak pesan spiritual yang mudah dicerna dan down to earth juga siy! Adem banged dech kalau kita lihat film ini. Jadi yuk, ajak teman, keluarga dan sahabat kalian ke bioskop buat nonton Film Merindu Cahaya de Amstel ini mulai tanggal 20 Januari 2022 di bioskop yang deket rumah kalian ajah.




Trus jangan lupa ya, supaya bioskopnya buka terus kita harus jaga protokol kesehatan, ini siy udah harga mati, nggak bisa ditawar lagi. Prokes ketat wajib ya guys!




Tidak ada komentar

Terima kasih sudah mampir di Blog saya, semoga bermanfaat.
Tunggu kunjungan balik saya di Blog kalian.

Salam hangat