Friday, May 24, 2019

Waspadai Hipertensi, Penyakit yang Paling Banyak Diderita Masyarakat

Halo teman-teman apa kabarnya

Kamu tau nggak kalau bulan Mei itu diperingati sebagai Hari Hipertensi Sedunia? Jika penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler) merupakan masalah kesehatan utama di negera berkembang. Maka hipertensi merupakan salah satu penyakit kardiovaskuler yang paling umum dan paling banyak diderita masyarakat dan menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia setiap tahunnya.

Source : Glitzmedia.co

Semakin berkembangnya zaman, penyakit hipertensi semakin meningkat dan saat ini menjadi masalah utama, tidak hanya di Indonesia saja tapi juga di dunia. Nah, beberapa hari yang lalu tepatnya tanggal 17 Mei 2019 aku bersama dengan teman-teman Blogger Crony hadir di acara Media Briefing Hari Hipertensi Sedunia yang bertempat PR lantai 3 Gedung Prof, Sujudi Kementrian KesehatanRI, Jakarta Selatan.

Kamu pastinya sudah tidak asing lagi mendengar penyakit hipertensi ini dunk! Begitu pula dengan aku, penyakit hipertensi ini diderita oleh mamah mertua. Alhasil setiap hari beliau harus mengkonsumsi obat untuk mengontrol tekanan darahnya agar tidak tinggi.

Waspadai Hipertensi, Penyakit yang Paling Banyak Diderita Masyarakat

Hipertensi atau Tekanan Darah Tinggi adalah suatu keadaan dimana tekanan darah sistolik diatas 140 mmHg dan atau tekanan darah diastolik diatas 90mmHg. Data dari World Health Organization (WHO) pada tahun 2011 ada sebanyak 1 milyar orang di dunia yang menderita hipertensi. Woww jumlah yang banyak ya guys!!

Dua pertiga dari penderita hipertensi itu diantaranya berada di negara berkembang yang berpenghasilan rendah sedang. Fakta lainnya penyakit hipertensi ini telah mengakibatkan kematian sekitar 8 juta orang setiap tahun, dimana 1,5 juta kematian terjadi di Asia Tenggara. 

Bahkan prevalensi hipertensi akan terus meningkat tajam yang diprediksikan pada tahun 2025 nanti sekitar 29% orang dewasa di seluruh dunia akan menderita hipertensi. Sedangkan berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 prevalensi hipertensi di dunia dengan umur 18 tahun keatas sebesar 25,8%.

Sebenarnya apa siy yang menyebabkan terjadinya hipertensi ini?

Ternyata berdasarkan penyebabnya, hipertensi ini terbagi menjadi 2 kelompok yaitu :

1. Hipertensi essensial atau primer yang tidak diketahui penyebabnya (90%)
2. Hipertensi sekunder yang penyebabnya dapat ditentukan (10%), antara lain kelainan pembuluh darah ginjal, gangguan kelenjar tiroid (hipertiroid), penyakit kelenjar adrenal (hiperaldosteronisme) dal lain-lain.

Hipertensi ini sering juga disebut sebagai The Silent Killer, kenapa? Soalnya penyakit ini sering tanpa keluhan, jadi sang penderita tidak tahu kalau dirinya mengidap hipertensi, akan tetapi dikemudian hari penderita penyakit ini sudah mendapati dirinya terdapat penyakit penyulit atau komplikasi dari hipertensi.

Karena pada kenyataanya hasil dari Riskesdas tahun 2013 dan studi di Puskesmas diketahui hanya sepertiga penderita hipertensi (36,8%) yang terdiagnosis oleh tenaga kesehatan dan hanya 0,7% yang minum obat.

Selain itu ternyata pria memiliki risiko 2-3 kali lebih besar menderita hipertensi dibanding perempuan. Nantinya setelah kamu terkena penyakit hipertensi ini nggak akan bisa sembuh lho! Tapi jangan khawatir hipertensi ini bisa dikendalikan qo. Bagaimana caranya?

Pengendalian Hipertensi

Bagi kamu atau anggota keluarga yang menderita hipertensi pasti harus menjaga pola hidupnya, karna kalau salah makan saja bisa menyebabkan tekanan darah jadi tinggi.


Jadi kamu harus kenali, biasanya bagi penderita hipertensi pasti selalu dinasehati untuk :

  • Tidak menambahkan garam di meja makan dan sebaiknya menghindari makanan asin, makanan cepat saji, makanan kaleng dan bumbu penyedap makanan/vetsin
  • Selalu mengukur gula darah, tekanan darah dan periksa urin secara teratur
  • Hindari mengkonsumsi alkohol yang berlebihan
  • Harus banyak bergerak atau melakukan aktifitas fisik
  • Hindri stress
Kebanyakan hipertensi itu terjadi pada kelompok umur 31-44 tahun, sebesar 31,6%, usia 45-54 tahun sebesar 45,3%, sedangkan untuk usia 55-64 tahun sebanyak 55,2%

Makanya penting bagi kita untuk selalu menjalankan pola hidup sehat untuk mencegah dan mengontrol hipertensi yaitu dengan cara berikut ini :

  • Meningkatkan promosi kesehatan melalui KIE dalam pengendalian Hipertensi dengan perilaku CERDIK dan PATUH
  • Meningkatkan pencegahan dan pengendalian hipertensi berbasis masyarakat dengan "Self Awareness" melalui pengukuran tekanan darah secara rutin
  • Penguatan pelayanan kesehatan khususnya hipertensi
  • Pemberdayaan masyarakat dalam deteksi dini dan monitoring faktir risiko hipertensi melalui Posbindu PTM yang diselenggarakan di masyarakat, di tempat kerja dan institusi.

Menghadapi permasalahan ini, pemerintah sudah melakukan berbagai upaya, seperti : meningkatkan alses ke fasilitas kesehatan tingkat pertama (fktp), optimalisasi sistem rujukan, dan peningkatan mutu pelayanan kesehatan.

Pastinya pemerintah tidak dapat bekerja sendiri untuk menekan jumlah penderita hipertensi ini, oleh karena itu peran dari seluruh lapisan masyarakat sangat diperlukan.

Marilah sama-sama kita mulai menjalankan pola hidup sehat, dimulai dari diri sendiri, keluarga, kerabat, tetangga dan lingkungan.



No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir di Blog saya, semoga bermanfaat.
Tunggu kunjungan balik saya di Blog kalian.

Salam hangat