Wednesday, February 20, 2019

Musim Hujan Tiba, Waspada Demam Berdarah! Lakukan 4 hal berikut ini

Kejadian penyakit demam berdarah di Indonesia 
setiap tahun terus mengalami peningkatan. 
Jumlah penderita akan terus meningkat pesat 
terutama pada musim penghujan tiba 
dan paska banjir melanda.

Halo teman-teman apa kabarnya?

Musim pancaroba biasanya mempengaruhi daya tahan tubuh kita, selain batuk dan flu yang sering diderita banyak orang ketika musim pancaroba tiba, penyakit deman berdarah dengue (DBD) juga yang paling sering ditemukan. Wabah demam berdarah dengue (DBD) selalu menjadi momok setiap tahunnya.




Terjadinya penyakit demam berdarah dengue disebabkan oleh virus Dengue yang menyerang sel-sel darah. Virus ini ditularkan oleh nyamuk aedes aegypti dan aedes albopictus yang hidup di daerah beriklim tropis dengan suhu lembab.

Terlebih lagi Indonesia termasuk negara yang beriklim tropis, yang merupakan tempat hidup favorit bagi nyamuk. Tentu saja permasalahan penyakit DBD ini bisa mengakibatkan kematian jika tidak segera ditangani. Faktanya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) terus bertambah. Secara nasional, jumlah kasus hingga tanggal 3 Februari 2019 sebanyak 16.692 kasus dengan 169 orang meninggal dunia.

Kasus terbanyak berada di wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, NTT, dan Kupang. Khususnya anak-anak seringkali menjadi sasaran dari gigitan nyamuk yang menyebatkan penyakit DBD. Kadang hujan turun yang deras, meninggalkan beberapa genangan air yang menjadi sarang nyamuk aedes aegypti pembawa virus dengue penyebab Deman Berdarah Dengue (DBD).

Nyamuk Aedes Aegypti Pembawa Virus dengue penyakit Deman Berdarah

Nyamuk betina jika menghinggap dirumah kita lalu bertelur, kamu tau nggak berapa banyak telurnya? Dimana sekali bertelur nyamuk betina menghasilkan 100-150 butir telur dan mereka akan berubah menjadi dewasa dalam waktu 12-14 hari.

Hebatnya si telur aedes aegypti ini tetap bertahan meskipun tanpa air selama  6 bulan. Jadi ketika musim hujan telah berlalu bukan berarti kita terbebas dari yang namanya DBD, pada musim kering telur tersebut tetap bertahan dan pada musim hujan mereka akan menetas yang mengakibatkan jumlah nyamuk di musim hujan semakin banyak.


Nyamuk juga memiliki jam kantor untuk mengigit kita lho Healthies!

Bukan hanya kita saja yang punya jam kantor, tapi nyamuk aedes ini juga punya jam kantor untuk menggigit kita, pada pagi dan sore hari. Dalam sehari nyamuk menggigit kita sebanyak 2 kali, Puncaknya ada pada jam 9 pagi-11 siang dan jam 3 sampai jam 5 sore.

Kamu tau nggak berapa lama umur dari seekor nyamuk? Umur nyamuk dewasa  2-3 bulan, selama 2-3 bulan ini virus dengue hidup di sekitar kita. 


dr. Siti Nadia Tarmizi,M.Epid  Dir P2PTVZ dan dr. Gia Pratama

Informasi mengenai hal ini saya dapatkan ketika tanggal 7 Februari 2019 hadir di acara Meet Up Healthies Kementerian Kesehatan, bertempat di Kantorkuu Coworking & Office  Space Agro Plaza Kuningan Jakarta. Hadir sebagai pembicara dr. Siti Nadia Tarmizi,M.Epid  Dir P2PTVZ dan dr. Gia Pratama 

Menurut Ibu Nadia seseorang terkena virus dengue pertama kali digigit healthies tidak langsung merasa demam tinggi, kita akan merasa biasa-biasa saja sampai tergantung daya tahan tubuh kita dalam 2-3 hari kita baru merasakan demam bahkan ada yang sampai 5 hari. Namun karena di dalam tubuh kita sudah terdapat virus, pada saat kita digigit lagi nyamuk aedes aegypti virus tersebut akan berpindah ke nyamuk yang lainnya.

Kenapa pada Musim Hujan Jumlah Penderita Demam Berdarah Meningkat?

Karena telur telah menetas setelah selama 6 bulan sebelum musim hujan tiba. Bisa dibayangkan jika 1 nyamuk bertelur sebanyak 100-150 telur, berapa jumlah dari populasi nyamuk aedes aegypti?

Ada beberapa tempat yang menjadi sarang nyamuk, yang harus kita perhatikan yaitu :

1. Bak kamar mandi/toilet
2. Tempat penampungan air
3. Air jebakan semut (kaki meja)
4. Air Pembuangan kulkas
5. Tempat minum burung (yang jarang diganti)
6. Pot Bunga
7. Dispenser air minum (wadah limpahan airnya)
8. Barang bekas di sekitar rumah (ban, kaleng, bathok/tempurung kelapa, botol, gelas air mineral, potongan bambu, tempat semua yang bisa menampung air)



Bukan hanya diluar rumah saja tapi di dalam rumah juga berpotensi besar terdapat jentik-jentik nyamuk. Apalagi pada musim hujan seperti ini, nyamuknya banyak tempat perindukan nyamuknya banyak sehingga akan memperbanyak jumlah nyamuk disekitar rumah kita.



Selain itu, sebaiknya jangan menggantung pakaian di dalam rumah ya guys! Soalnya bisa jadi menjadi tempat istirahat nyamuk lho.

Musim Hujan Tiba, Waspada Demam Berdarah!

Nyamuk aedes aegypti yang merupakan pembawa virus dari pentakit Demam Berdarah. Cara penyebarannya melalui nyamuk yang mengigit seseorang yang sudah terinfeksi virus demam berdarah. Virus ini akan terbawa dalam kelenjar ludah si nyamuk, kemudian nyamuk tersebut akan menggigit orang yang sehat.

Belakangan ini hujan yang turun hampir setiap hari, seperti siklus yang terus berulang, demam berdarah juga mengintip untuk waspada. Karena penyakit ini juga menyerang anak-anak hingga orang dewasa, oleh karena itu harus dilakukan pencegahan sejak dini dimulai dari rumah sendiri dan lingkungan sekitar.

Selain itu hampir seluruh wilayah Indonesia berpotensi adanya DBD, terutama di musim hujan yang banyak genangan air yang membuat jentik-jentik nyamuk berkembang, jadi kita harus tetap waspada dan mencegah DBD dengan melakukan gerakan 3M+ yaitu,
  • Menutup semua tampungan air atau sumber air
  • Menguras bak mandi
  • Mendaur ulang barang bekas
Plus kita dapat memelihara ikan pemakan jentik, menaburkan larvasida untuk tempat yang tidak mungkin dilakukan pengurasan air atau mengeringkan air, menggunakan obat nyamuk, menanam tanaman pengusir nyamuk, menggunakan kelambu dan mengatur cahaya serta ventilasi di rumah.



Beberapa Jenis Tanaman untuk Mengusir Nyamuk

So, healthies kita perlu waspada apabila gejala-gejala awal DBD menyerang diri kita atau keluarga terdekat kita, cirinya yaitu :

- Demam tinggi mendadak berlangsung sepanjang hari
- Nyeri kepala
- Nyeri saat menggerakan bola mata dan nyeri punggung, terkadang disertai adanya tanda-tanda pendarahan.

Apabila tersa deman dan gejala-gejala diatas telah dirasakan, sebaiknya segera memeriksakan diri ke Puskesmas atau rumah sakit terdekat. Biasanya DBD menyerang pembuluh darah yang menyebabkan indikator trombosit turun drastis. Nah, inilah kasus yang sering terjadi, dimana kasus meninggalnya seseorang karena mengalami shock pembuluh darah.

Lakukan Pencegahan Demam Berdarah,dengan 4 Hal berikut ini!

Untuk #CegahDBD, lingkungan kita harus bersih dan sehat, so kita bosa kok mencegah DBD dengan cara yang mudah dan efektif, dengan melakukan 4 hal berikut ini :


  • Lakukan pemberantasan sarang nyamuk di rumah masing-masing dan lingkungan sekitar
  • Lakukan gerakan PSN dan 3 M Plus minimal 1 minggu sekali
  • Guna Larvitrap
  • Aktifkan kembali Gerakan satu rumah satu jumantik sebagai pemantau jentik
Healthies! Demam Berdarah tidak dapat dianggap sebagai penyakit yang ringan, penyakit ini dapat menyebabkan kematian. Maka tindakan pencegahan dan selalu waspada terhadap penyakit ini dapat melindungi orang-orang yang kita sayangi.


All Narasumber dan BCC Squad



1 comment:

  1. Selain menanam tanaman anti nyamuk kalau dirumah nih bisa bikin Larvitrap ya kak, mudah banget bikinnya tapi gak tau deh kalau beli yang sudah jadi gitu ada atau enggak.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah mampir di Blog saya, semoga bermanfaat.
Tunggu kunjungan balik saya di Blog kalian.

Salam hangat