Tuesday, January 8, 2019

Ini Cara Kemnaker Dorong Peningkatan Kualitas SDM Indonesia

Berbicara mengenai kualitas SDM Indonesia sudah menjadi permasalahan umum. Rendahnya kualitas SDM Indonesia ada di semua sektor, baik di sektor pemerintah maupun di sektor swasta. Oleh karena itu permasalahan ini perlu mendapat dukungan dari semua pihak, tak bisa ditangani sendiri oleh pemerintah.



Lantas, bagaimana kita harus menyiapkan diri? Kementerian Ketanagakerjaan sejak tahun 2018 lalu terus memberikan perhatian pada peningkatan kualitas SDM dan perbaikan kualifikasi tenaga kerja Indonesia agar menjadi tenaga yang terlatih dan terampil sehingga mampu terserap di semua industri.

Jadi ingat setelah lulus kuliah dan memasuki dunia kerja di bidang pelayanan, saat itu posisinya saya tidak dibekali dengan keahlian yang cukup untuk bekerja di dunia perbankan. Apa yang terjadi? Seminggu berada di dunia baru ini, kerap membuat saya menangis setelah pulang kerja, dan hal ini berlangsung kurang lebih selama 1 minggu lebih.

Apa yang menyebabkan saya menangis? Saat itu saya tidak siap untuk berhadapan dengan para nasabah yang berasal dari latar belakang yang berbeda.  Salah memberikan informasi dan bersikap kurang ramah sedikit saja, bisa berakibat fatal bagi saya. Belum lagi harus terus update dengan produk-produk dan peraturan-peraturan perusahaan yang jumlahnya tidak sedikit.

Saya masih ingat betul, pernah saya salah memberikan informasi produk kepada nasabah, ternyata nasabah tersebut memiliki jabatan yang penting di salah satu Bank Swasta. Alhasil orang tersebut langsung melayangkan complaint kepada atasan saya.

Tapi bukan atasan namanya jika tidak memberikan dukungan dan semangat kepada bawahannya. Sejak kejadian tersebut, saya semakin rajin untuk terus update informasi mengenai produk yang ada di Bank tempat saya bekerja. Saya terus mengasah keterampilan dan pengetahuan saya. Perusahaan juga turut andil untuk terus mendukung dan memfasilitasi karyawannya untuk meningkatkan skill mereka menjadi lebih baik.

Begitu juga dengan Kemnaker, yang menaruh perhatian khusus untuk mendorong peningkatan kualitas SDM di Indonesia. Dimana untuk meningkatkan kualitas SDM ini Kemnaker meminta agar semua pihak ikut berinvestasi.

Tantangan yang dihadapi Kemnaker Terkait Kualitas SDM Indonesia

Seperti di tahun-tahun sebelumnya, pada tahun 2018 Kemnaker juga masih menghadapi tantangan yang sama. Terutama menghadapi tantangan kemiskinan, kesenjangan sosial dan tantangan pengangguran. Tantangan lain yang dihadapi pada tahun 2018 lalu adalah pemerintah menghadapi tantangan hubungan industrial mengenai digitalisasi yang berpengaruh pada sejumlah sektor dan sejumlah profesi.

Sekitar 63% tenaga kerja di Indonesia merupakan lulusan sekolah menengah pertama atau lebih rendah. Kondisi ini berdampak terhadap produktivitas dan daya saing tenaga kerja yang relatif rendah.

Selain itu ketidakcocokan antara kebutuhan pasar ketenagakerjaan dengan keterampilan pekerja yang berujung pada sulitnya perusahaan atau industri untuk memperkerjakan tenaga kerja yang berkualitas tinggi, akibatnya banyak posisi terisi oleh pekerja dengan kemampuan di bawah kualifikasi.

Kalau sumber daya alam akan habis dieksploitasi, yang nantinya akan berdampak pada permasalahan lingkungan. Tidak demikian dengan sumber daya manusia yang tidak terbatas dan terus dinamis.

Di lain sisi, pemerintah juga meghadapi beberapa tantangan yang harus diatasi, yaitu yang terkait permasalahan perbaikan produktivitas tenaga kerja dan perluasan kesempatan kerja. Bukan rahasia lagi jika jumlah pengangguran di Indonesia jumlahnya tidak sedikit. Apakah kamu tau berapa jumlah tenaga kerja yang di PHK pada tahun 2018 lalu?


Ruang Parkir Kementerian Ketenagakerjaan yang disulap menjadi Innovation Room

Bapak Khairul Anwar, Sekjen Kemnaker yang Menyampaikan Terobosan Kemnaker
untuk Meningkatkan Kualitas SDM Indonesia

Jawaban ini, saya dapatkan langsung saat hadir di acara Jumpa Pers Akhir Tahun 2018, yang bertempat di Innovation Room lantai M, Gedung Parkir Kementrian Ketenagakerjaan, tanggal 28 Desember 2018. Pada kesemptan itu hadir Bapak Khairul Anwar Sekjen Kemnaker yang memberikan jawaban kepada awak media dan Blogger yang hadir.

Selama ini kita dibuat penasaran berapa angka pasti jumlah tenaga kerja yang di PHK? Ternyata berdasarkan data yang ada di pihak Kemnaker setiap tahunnya terus mengalami penurunan. Pada tahun 2018, totalnya kurang lebih mencapai 3.362 orang, dimana pada tahun sebelumnya mencapai sekitar 9.700 orang.

Alhamdulillah jumlah tersebut sudah menurun, meskipun jumlah yang di PHK terbilang angkanya masih banyak. Bukan berarti pemerintah berhenti sampai disini saja. Untuk menghadapi tantangan tersebut ada beberapa hal yang menjadi perhatian pemerintah untuk meningkatkan kualitas SDM masyarakat Indonesia agar menjadi tenaga yang terlatih dan terampil.

Kemnaker Dorong Peningkatan Kualitas SDM Indonesia, dengan cara berikut!

Untuk menjadikan SDM Indonesia yang berkualitas, sehingga mampu terserap semuanya di berbagai industri, pihak Kemnaker terus melakukan beberapa terobosan. Dengan begitu, jika pemerintah ingin membangun SDM ini menjadi tanggung jawab bersama, yaitu menjadi tanggung jawab pemerintah, menjadi tanggung jawab dunia usaha, masyarakat dan serikat pekerja.

Semua pihak harus melakukan investasi untuk meningkatkan kualitas SDM, agar mereka memiliki daya saing yang baik, Kemnaker melakukan beberapa cara, diantaranya sebagai berikut :
  • Kemnaker Genjot Pelatihan Vokasi Melalui Balai Latihan Kerja (BLK)
Apa itu Vokasi? Jadii, vokasi itu merupakan pelatihan kelak untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan kualifikasi dan keahlian, dimana nantinya lulusan yang ada sesuai dengan kebutuhan industri.

Hal ini dilakukan setelah adanya arahan dari Presiden Jokowi bahwa tahun 2019 adalah prioritas pembangunan kualitas SDM. Prioritas pembangunan SDM ini dilakukan dalam rangka untuk menyelamatkan bonus demografi yang puncaknya akan terjadi  pada tahun 2025-2030. 

Untuk menghadapi persaingan global ini, Indonesia harus menyiapkan tenaga-tenaga kerja yang terampil dan kompoten sesuai dengan lapangan pekerjaan yang tersedia. Oleh karena itu perancangan program vokasi ini meliputi beberapa hal, seperti standar pelatihan, penyelenggaraan pelatihan kerja dan pemagangan.

Selain itu Kemnaker terkait masifikasi pelatihan kerja dibingkainya melalui kebijakan triple skilling, yaitu skilling, up-skilling, dan re-skilling, kamu tahu nggak apa perbedaannya? 

Oke, saya akan jelaskan, jadi skilling itu untuk para angkatan kerja yang ingin mendapatkan skill. Nah, biasanya siy ini dibutuhkan oleh fresh graduated atau mereka yang belum pernah bekerja.

Terus melakukan Up-skilling dan re-skilling agar Dapat Bersaing di Dunia

Up-skilling itu untuk pekerja yang ingin meningkatkan skill, jadi meskipun bagi mereka yang sudah mendapatkan pekerjaan, harus terus mengasah skillnya agar menjadi lebih baik lagi. Sedangkan untuk re-skilling untuk para pekerja yang ingin mendapatkan keterampilan baru. 

Ketiga kebijakan ini dianggap penting untuk memastikan bahwa Indonesia dapat memenuhi kebutuhan tenaga kerja terampil untuk saat ini dan di masa yang akan datang.
Makanya, saat ini masyarakat Indonesia dapat mengikuti pelatihan di BLK tanpa dipungut biaya serta tanpa pembatasan maksimal usia dan jenjang pendidikan.

Kenapa Kemnaker qo getol banged ya untuk melakukan pelatihan ini? Alasannya karena saat ini kita telah masuk revolusi industri 4.0. Makanya kualitas SDM Indonesia itu menjadi penting. Jelas Kemnaker juga tidak mau kalah dari SDM Bangsa lain, ya tidak jauh-jauh dari negara tetangga seperti Singapur dan Malaysia.

  • Kemnaker Dukung Program Pemagangan dan Sertifikasi
Melihat fakta yang ada bahwa jumlah angkatan kerja Indonesia masih didominasi oleh lulusan SD-SMP yang mencapai hingga 60%, Kemnaker mendorong peningkatan kualitas SDM melalui program pemagangan.

Dimana Kemnaker telah bekerjasama dengan 107 lembaga Pengirim Pemagangan Luar Negeri. Sedangkan pemagangan dalam negeri, pelaksanaan tersebar di 32 provinsi, setidaknya dengan melibatkan sedikitnya 7 kawasan industri.

Pada tahun 2018 untuk pemagangan sejak 2015-Oktober 2018 mencapai 149.064 orang, secara akumulasi jumlahnya naik menjadi 360.864. Program pemagangan ini dilakukan sebagai acuan baik untuk pihak pengguna tenaga kerja maupun pencari kerja itu sendiri.

Setelah mendapat pelatihan, kemudian mendapatkan kesempatan untuk magang, berikutnya adalah sertifikasi tenaga kera, ini penting karena bisa menjadi suatu quality control dari SDM.

  • Kemnaker Mengoptimalkan Informasi Pasar Kerja di Indonesia
Perlunya transparasi mengenai pasar kerja di Indonesia, menjadi salah satu faktor untuk mendukung kualitas SDM di Indonesia. Harapannya dengan adanya transparasi ini dapat memberikan informasi mengenai pekerjaan ataupun jumlah tenaga kerja yang tersedia untuk pelaku industri.


Aplikasi Berbasis Online untuk Para Pencari Kerja yang sedang dikembangkan oleh Pihak Kemnaker
untuk Mendorong Kualitas SDM Indonesia menjadi Lebih Baik

Bahkan untuk mendukung hal tersebut saat ini dan kedepannya Kemnaker sudah menyiapkan aplikasi yang dapat mengakses mengenai informasi lowongan kerja di mana saja, kapan saja, dan pastinya aplikasi ini dapat diakses oleh seluruh masyarakat Indonesia. 

Harapannya dengan menggunakan sistem layanan yang berbasis online ini, informasi pasar kerja di Indonesia semakin optimal.

Bahkan Kemnaker juga sudah mengagendakan antarlitas kementrian untuk menyampaikan informasi pasar kerja yang riil, untuk mereka para pencari kerja agar lebih terarah.

Akhirnya semua terobosan yang dilakukan oleh pemerintah tersebut akan terwujud jika mendapatkan dukungan dari seluruh pihak, supaya di tahun 2019 ini menjadi era pembangunan kualitas SDM Indonesia.



17 comments:

  1. pemerintah makin care dengan kebutuhan masyarakat ya
    kualitas sdm juga semakin meningkat

    ReplyDelete
  2. Semoga semakin banyak lowongan pekerjaan dan semakin ditingkatkan lagi kualitas SDM nya.

    ReplyDelete
  3. Good job, brrti pemerintah pedi dng kita yah

    ReplyDelete
  4. Keren terobosan Kemnaker ini. Tentunya akan jadi salah satu solusi bagi masalah ketenagakerjaan di Indonesia. Untuk pelatihan vokasi kakakku saat ini ikut di BLK Kediri, Mbak

    ReplyDelete
  5. Jadi TKI (buruh) saja banyak pelatihan dan tuntutannya, masa iya pekerja profesional gak punya kemampuan, ya kan...

    Tapi memang, di kampung saya saja banyak pegawaichang dalam praktik pekerjaan ternyata gak punya kemampuan. Entah dulu diangkat jadi pegawainya lewat mana tuh...

    ReplyDelete
  6. Pemerintah sekarang selalu proaktif dengan masyarakat yaa mbaak

    Semoga semakin meningkat kualitas SDM di Indonesia melalui program2 dari Kemnakertrans

    ReplyDelete
  7. Iya sekarang permasalahn kita di gap antara tenaga kerja yang tersedia dan kebutuhan yang harus diisi. Karena berlimpahnya tenaga kerja ternyata tidak bisa memenuhi syarat dari lowongan yang ada. Semoga gap seperti ini terus diperkecil ya. Selain kementrian SDM, saya rasa, Kemennas juga harus terlibat. Merancang kurikulum dengan mengikuti perkembangan zaman

    ReplyDelete
  8. Tantangan KEMENKER di tahun2 kedepan adalah menghadapi bocah2 ga bisa komputer padahal udah jaman millenial ini 😌😌, suamiku cerita loh, masak anak2 yg magang di kantornya SMA bun.. dan itu di Jakarta amit2 pd ga bisa ngetik, di JAKARTA bun ini..miris nggak sih, kalah sama kami yg dulu sekolah di pelosok tahun 98 tp udah dikenalkan komputer 😝😝 dan bisa ngetik 12 jari

    ReplyDelete
  9. Kemenaker aktif kok bikin kegeiatan dan pelatihan supaya SDM kita membaik

    ReplyDelete
  10. Masyarakat harus mengoptimalkan fungsi BLK nih, karena seprtinya banyak yang belum tahu. Padahal sering ada lowongan penerimaan peserta pelatihan. Enak lho dapet uang saku juga, selain ilmu pastinya

    ReplyDelete
  11. Bener deh ini kita harus selalu upgrade skill yaa biar selalu fresh dan makin banyak pengalaman.
    Semoga SDM di negara kita semakin berkualitas semua

    ReplyDelete
  12. seneng banget pemerintah memfasilitasi sdm untuk bisa membaktikan karyanya demi kemajuan bangsa :)

    ReplyDelete
  13. bahkan di dunia kerja semacam PNS yg kata orang paling aman dna nyaman sekarang tetap harusa da upaya dr pns tsb untuk meingkatkan kualitas dan kinerja kalau tdk ingin tergerus, meskipun mungkin tdk sampai dipecat namun kemungkin stuck karir sangat besar jika tdk mengembangkan diri.
    apalagi di dunia swasta dan freelancer pengembangan kapsitas diri sangat2 penting

    ReplyDelete
  14. Terkait link and match antara pendidikan tinggi dan dunia korporasi memang perlu kepedulian semua pihak supaya bisa sinkron. Syukurlah kalau Kemnaker sekarang makin peduli.

    Tapi yang perlu diingat sebenarnya sejak mahasiswa, melatih diri untuk memiliki kemampuan soft skill seperti menghadapi orang lain dari berbagai latar belakang itu perlu juga dilatih, di antaranya melalui kegiatan kemahasiswaan. Jangan sampai begitu lulus cepat kaget karena belum pernah latihan sebelumnya. Kadang-kadang dunia pendidikan tinggi tidak peduli dengan kegiatan yang bisa melatih soft skill mahasiswanya.

    ReplyDelete
  15. Tuntutan di dunia kerja memang semakin tinggi. Persaingan dengan SDM asing juga nggak main-main lagi di era globalisasi ini. Mau nggak memang SDM kita harus terus upgrade skill, inovatif sehingga punya nilai juang sendiri. Bersyukur pemerintah terus menjembatani program-program seperti ini.

    ReplyDelete
  16. Bagian pelayanan juga harus punya skill khusus untuk melayani pelanggan dengan berbagai karakter, Untung atasannya baik ya, Mbak. Meskipun pernah melakukan kesalahan, tetapi bawahannya tetap disupport.

    Terobosan kemnaker sudah bagus. Tetapi, memang pelaksanaannya butuh kerjasama dan juga dukungan dari banyak pihak. Semoga SDM kita bisa semain bersaing dengan negara lain

    ReplyDelete
  17. Senangnya kalau pemerintah kian care dengan penduduknya. Setuju sekali pelatihan2 makin digalakkan. Salut,!

    ReplyDelete

Terima kasih sudah mampir di Blog saya, semoga bermanfaat.
Tunggu kunjungan balik saya di Blog kalian.

Salam hangat