Friday, December 14, 2018

3 Tips Mengatasi Sembelit pada Anak Tanpa "Drama"

Mengalami sembelit atau susah BAB pasti rasanya tidak enak dan nggak nyaman. Apalagi hal tersebut terjadi sama anak-anak. Sudah pasti sebagai seorang ibu kita akan khawatir dan sedih jika melihat anak-anak kesakitan ya moms.

Anak yang mengalami sembelit atau konstipasi akan merasakan kesakitan setiap kali ke kamar mandi, dan masalah pun tidak berhenti hanya sampai disini saja. Sembelit pada anak-anak bukan hanya menimbulkan trauma bagi anaknya saja, melainkan juga bagi orangtuanya.



Lalu, sebenarnya apa saja yang menyebabkan terjadinya sembelit? Untuk menghindari supaya anak kita tidak mengalami kembali yang namanya sembelit, untuk itu yuk kita cari tahu mom bagaimana cara menghindarkan sembelit pada anak.

Sembelit atau konstipasi merupakan masalah pencernaan yang sering kita jumpai pada anak-anak. Biasanya ditandai dengan sulit buang air besar, kurang dari 3 kali dalam seminggu.

Penyebab sembelit pada anak 

Pola makan yang kurang sehat

Sering mengkonsumsi makanan cepat saji yang rendah serat, dan kurangnya makan sayuran dan buah secara teratur. Karena kedua makanan tersebut sumber makanan yang mengandung serat untuk melancarkan proses pencernaan.

Kurang Minum

Kebiasaan anak yang malas minum juga bisa menjadi pemicunya,usus menjadi su;it dan menyebabkan sembelit pada anak. Padahal setidaknya anak-anak membutuhkan 3-4 gelas air setiap harinya

Malas ke toilet

Kalau anak-anak sudah asik bermain kerap kali mereka menunda-nunda untuk BAB, hal tersebut akan membuat feses semakin keras dan sulit untuk dikeluarkan.

Stress

Stress bukan hanya terjadi pada orang dewasa saja, tapi juga bisa terjadi pada anak-anak, dimana kerap kali mereka merasa cemas terhadap sesuatu. Hal tersebut ternyata dapat mempengaruhi fungsi dari usus, yang menyebabkan terjadinya sembelit.

So, Moms pasti sepakat dunk kalau lebih baik mecegah daripada harus mengobati. Berikut beberapa tips untuk mengatasi sembelit pada anak.

3 Tips Mengatasi Sembelit pada Anak Tanpa Drama

1. Makan buah dan sayur

Banyak cara anak-anak untuk menolak makan sayuran dan buah, namun banyak cara juga untuk kita memberikannya pada menu makannya setiap hari. Banyak buah yang bermanfaat untuk mengobati masalah sembelit, seperti alpukat, pepaya, pir, plum. Kita bisa memberikannya dengan memotong kecil-kecil agar mudah untuk dimakan atau bisa juga dibuat menjadi minuman jus.

Disamping itu, untuk mengatasi sembelit pada anak, kita juga harus memperhatikan asupan sayurannya, dan sebaiknya hindari makanan padat. Selait itu, membiasakan anak-anak banyak minum air putih.

2. Bergerak Aktif

Ketika sembelit menyerang anak-anak, salah satu yang menjadi penyebabnya adalah karena mereka keasyikan bermain sampai malas untuk ke belakang. Kita boleh membiarkan mereka bermain, tapi kita juga harus mengajarkan kepada mereka untuk toilet training sejak mereka berusia dua tahun. Untuk hal ini sebagai orangtua kita harus telaten, karena siklus ini harus dilakukan secara rutin.

Selain mengajak mereka aktif bergerak, kita juga bisa mengajak anak-anak untuk berolahraga. tak perlu jauh-jauh, kita bisa mengajak mereka jalan santai atau berlari di sekitar taman dekat rumah.

3. Memberikan Probiotik

Ternyata probiotik ini berperan untuk gangguan saluran cerna, dimana probiotik ini adalah suatu organisme hidup, apabila diberikan pada jumlah yang adekuat akan memberikan manfaat pada kesehatan.




Dalam pemberian probiotik ini ada beberapa ketentuan WHO yang harus kita ketahui, dan informasi mengenai ini saya dapatkan ketika mengunjungi Indonesia Maternity, Baby and Kids Expo 2018 di Hall B JCC Senayan, Jakarta Selatan.

Dr. Intan Diana Sari menjelaskan apabila terjadi ketidakseimbangan mikrobiota di saluran cerna akibat jumlah bakteri baik yang terlalu sedikit dibandingkan dengan pertumbuhan bakteri jahat yang berlebihan maka akan menimbulkan diare, konstipasi, kembung, bersendawa, makanan tidak tercerna sempurna dan penurunan berat badan. 

Jadi pemberian probiotik itu ada syaratnya, yaitu sebagai berikut :
  • Berasal dari manusia
  • Tidak bersifat patogen
  • Tahan terhadap asam lambung dan cairan empedu
  • Mampu menempel pada dinding usus
  • Menghasilkan zat antimikroba, dan meningkatkan sistem imunitas tubuh
  • Tahan terhadap proses produksi dalam pembuatan sediaan
  • Stabil secara genetik
Moms, jadi cara kerja probiotik itu menempel pada dinding usus, kompetisi nutrisi dengan bakteri patogen, lalu berkolonisasi (berkembangbiak) di saluran cerna, kemudian merusak reseptor yang ada pada bakteri patogen sehingga meningkatkan imunitas hingga 80% sistem imun di usus.

Ada beberapa jenis produk probiotik di Indonesia, salah satunya adalah INTERLAC yang diproduksi oleh BioGaia yang bekerjasama dengan PT. Interbat

INTERLAC, solusi tepat mengatasi sembelit pada anak tanpa drama

INTERLAC adalah produk impor dari BioGaia, perusahaan Swedia yang dikenal sebagai World Leader in Probiotics. INTERLAC ini satu-satunya produk probiotik di Indonesia yang mengandung probitik Lactobacillus reuteri Protectics.




Lactobacillus reuteri Protectics itu sendiri adalah salah satu probiotik yang paling banyak diteliti di dunia, dengan efikasi dan keamanan yang teruji klinis untuk segala usia. Sampai akhir 2016, INTERLAC sudah teruji klinis pada lebih dari 12.754 pasien di 152 uji klinis dan menjadi pilihan lebih dari 90 negara.

Dari hasil uji tersebut INTERLAC terbukti aman tanpa efek samping dan bisa digunakan untuk segala usia, termasuk bayi prematur, bayi baru lahir, bayi dan anak-anak, dan remaja. Karena INTERLAC mengandung lactose, jadi aman untuk bayi sejak hari pertama kelahiran, termasuk bayi yang lactose-intolerant.



Varian INTERLAC tersedia dalam sedian lengkap, yaitu :
1. INTERLAC DROPS adalah satu-satunya probiotik dengan sedian oral drops di Indonesia dan cocok terutama untuk bayi baru lahir hingga berusia 1 tahun.
2. INTERLAC SACHET, cocok diberikan untuk bayi dan anak usia 1-5 tahun dengan melarutkan sedikit air tawar.
3. INTERLAC TABLET KUNYAH STRAWBERY, cocok untuk anak usia 6-12 tahun
4. INTERLAC TABLET KUNYAH LEMON, cocok untuk usia anak 6-12 tahun dan dewasa

Rekomendasi pemakaian untuk diberikan kepada anak sebagai berikut :
  • Diare : 5 hari premakaian
  • Konstipasi : 2 minggu pemakaian
  • Gumoh : 4 minggu pemakaian
  • Kolik : 3 minggu pemakaian
Untuk produk INTERLAC ini dapat dibeli secara offline di Guardian, Viva Health, baby shops dan secara online di Mothercare.co.id, JD.ID dan Orami.



Kamu juga bisa lho untuk info lebih lanjut bisa langsung kepoin akun sosial INTERLAC :
Website : www.interlac-probiotics.com
Instagram : @interlacprobiotics
Facebook : interlacprobiotics


No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir di Blog saya, semoga bermanfaat.
Tunggu kunjungan balik saya di Blog kalian.

Salam hangat