Friday, November 16, 2018

Etika Naik Kendaraan Umum yang Harus Kamu Tahu dan Patuhi

Berbicara mengenai etika naik kendaraan umum, pasti kamu sering mendengar cerita yang berkaitan dengan tingkah laku penumpangnya. Mulai dari berebut tempat duduk, makan dan minum seenaknya, sampai pelecehan seksual. 

Pelayanan transpotasi umum di Indonesia memang masih jauh dari kata memuaskan, tapi kalau menurut saya pribadi sih, sebenarnya beberapa tahun belakangan, sudah banyak kemajuan di sektor ini, khususnya di Jakarta. Pasti perubahannya sangat terasa bagi para pengguna setia? Dimana rute Transjakarta sudah ditambahkan, begitu juga dengan layanan Transjabodetabek yang saat ini sudah menjangkau kota-kota satelit di sekitar ibu kota.


Ditambah lagi pembangunan MRT dan LRT yang sedang berjalan sekarang, belum lagi ojek dan taksi berbasis online menambah alasan kita untuk menggunakan transportasi umum. Tapi, perlu diketahui bagi kita yang berpergian menggunakan transportasi umum, sebaiknya harus tahu dan patuhi peraturan yang telah dibuat.

Saya pribadi akhir-akhir ini lebih sering menggunakan bus Transjakarta, karena kebetulan sekali sudah ada rute baru yang melintasi dekat dengan tempat tinggal saya. Jadi makin mudah untuk saya pribadi menjangkau ke tempat-tempat yang ingin saya kunjungi. 

Nah, bagi kamu yang sering naik bus Transjakarta pasti sudah sering melihat ada beberapa tempat duduk yang di atasnya terdapat sticker bergambar orang hamil, orang membawa balita, lansia dan disabilitas. 

Jadiii, tempat duduk tersebut adalah tempat duduk prioritas (TDP) sebagai bentuk dari pelayanan kenyamanan transportasi umum yang dapat dinikmati oleh orang-orang yang diprioritaskan sesuai dengan sticker yang ditempel tersebut. Sehingga mereka juga dapat menikmati kenyamanan dan tidak merasa risih atau khawatir saat berada dalam kendaraan umum.

Tapi yang menyedihkan, kenyataanya TDP tersebut sering disalahgunakan, tak sedikit penumpang anak muda yang kehilangan rasa hormat dan empati mereka terhadap penumpang prioritas tersebut. Alasannya sederhana, karena letak tempat duduknya yang dekat dengan pintu dan warna yang berbeda sehingga mencolok saat dilihat. Makanya nggak heran siy kalau bangku tersebut sering menjadi rebutan, kaya kursi parlemen ajah ya banyak jadi rebutan. Hehehe

Ada juga kejadian yang biasanya saya jumpai, banyak diantara penumpang, ya mungkin karena mereka terlalu lelah atau pura-pura tidur, sehingga mereka cuek saat ada penumpang orang tua, ibu yang membawa anak, atau ibu hamil. 

Semoga kalian nggak ada yang seperti itu ya guys!!

Padahal  para petugas sudah sering sekali mengingatkan peraturan yang ada di dalam bus, dimana tempat duduk prioritas digunakan oleh mereka yang semestinya. Sedih juga siy, meskipun sudah diingatkan tapi masih saja diantara mereka yang kehilangan empatinya dan lebih mementingkan ego pribadi. Ibaratnya peringatan petugas ibarat hembusan angin yang berlalu saja. Kaya mantan lewat dicuekin aja!!

Sebenarnya boleh-boleh saja kita duduk dibangku prioritas tersebut, asalkan kita harus melihat situasi dan kondisi sekitar. Jika di dalam bus sedang tak banyak penumpang, petugas pasti tak akan melarang kita untuk duduk di bangku prioritas, namun jika kondisinya sudah ramai dengan penumpang, ya sewajarnya kita dengan senang hati memberikan tempat duduk kita kepada yang lebih berhak.

Yakin dech pasti perasaan kita akan jauh lebih senang, saat kita bisa memberi sesuatu kepada orang lain tanpa pamrih. Ibaratnya seperti versi Pahlawan masa kini, memberikan sesuatu yang berharga dan bermanfaat kepada orang lain tanpa mengharapkan imbalan. Cakep nggak tuch!!

Kalau kamu sering wara-wiri melihat berita di media sosial, pasti tahu tentang kejadian di dalam KRL jurusan Tangerang, dimana seorang penumpang hampir dipukul oleh seorang bapak (yang fisiknya terlihat belum lansia), hanya karena meminta dirinya untuk berdiri dan memberikan tempat duduk prioritas yang didudukinya untuk diberikan kepada ibu-ibu yang sedang hamil muda.

Hal yang mengejutkan saat itu sang bapak sangat marah ketika dibangunkan karena merasa dirinya dalam keadaan lelah. Huffttt
Siapapun kita saat seharian full beraktifitas pasti akan merasa lelah, namun ini bukanlah sesuatu yang bisa kita jadikan alasan agar dapat menempati tempat duduk prioritas. Bagaimanapun rasa lelah yang kita rasakan, harus tetap mengutamakan hak orang lain. Noted!

Kamu pasti sering mengalami hal tersebut khan, apalagi saat di jam-jam sibuk pasti kita sering berdesak-desakan dengan penumpang lainnya, bukan hanya dalam kendaraan bahkan saat kita sedang mengantri untuk menunggu bus atau kereta datang. Kondisi ini sesuatu yang lumrah kita temui saat menggunakan transportasi umum, tapi perlu diketahui, bahwa kondisi ini tidak terjadi hanya di Jakarta dan kota-kota besar Indonesia saja, melainkan kota-kota besar yang transportasinya sudah maju seperti Tokyo, Singapura dan New York masih mengalami padatnya penumpang saat jam-jam tertentu.

Meskipun demikian, kendaraan umum saat ini menjadi pilihan mutlak yang tak dapat ditolak oleh warga Jabodetabek yang terus mengalami peningkatan. Sumber utama yang menjadi kemacetan di ibu kota kita adalah jumlah kendaraan pribadi yang semakin banyak dan ini masih menjadi PR besar.




Tapi lihat, langkah yang dilakukan oleh pemerintah melalui badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), setiap tahunnya selalu ada penambahan jalan, infrastruktur secara berkala juga mulai dibenahi. Pada akhirnya banyak masyarakat yang mulai beralih menggunakan kendaraan umum. Ini sebagai upaya Kementrian Perhubungan untuk mengurangi tingkat kemacetan.

Guys! Yuuk, kita ikut berkontribusi membenahi kemacetan ini, karena berapa pun besarnya usaha pemerintah, tak akan berhasil tanpa adanya dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia. 

Meskipun naik kendaraan umum tak senyaman saat kita menaiki kendaraan pribadi (apalagi pakai supir pribadi) tapi banyak manfaat yang bisa kita dapatkan saat menggunakan fasilitas transportasi umum. Mulai dari mengurangi kemacetan, mengurangi polusi udara dan membuat hidup kita semakin berkualitas.

Kalau kamu berpikir bahwa kemapanan itu diukur dengan mengendarai mobil pribadi, tapi saat ini zaman sudah berubah lho, kini sejatinya "mapan" adalah mereka yang mau naik kendaraan umum.

Tentu saja di dalam kendaraan umum kita harus tetap menjaga tata krama dan etika. Jangan sampai cerita "rebutan" kursi prioritas seperti yang saya gambarkan diatas viral di media sosial. Lebih baik kita memviralkan aksi heroik  yang bisa dicontoh oleh banyak orang.

Bagaimanapun, kendaraan umum sejatinya adalah milik kita bersama, sehingga kenyamanannya juga harus menjadi tanggung jawab bersama. 
So, guys Ayo Naik Bus!


No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir di Blog saya, semoga bermanfaat.
Tunggu kunjungan balik saya di Blog kalian.

Salam hangat