Tuesday, September 4, 2018

Bijak Mengelola Keuangan Keluarga, Untuk Masa Depan yang Lebih Baik

Banyak yang bilang keretakan rumah tangga, karna disebabkan oleh masalah ekonomi.. Yaa, memang siy jika membicarakan hal tentang uang bisa dibilang sensitif. So, nggak heran masalah ekonomi sering dijadikan alasan penyebab hubungan antara suami istri menjadi tidak harmonis.


Me and Novitania berdiskusi cara
 membeli barang dengan bijak
Setiap orang pasti mengharapkan memiliki rumah tangga yang sejahtera, mapan dan berkecukupan. Bukan hanya untuk saat ini, tapi di masa yang akan datang. Begitu juga yang saya harapkan dalam rumah tangga kami. Apalagi, saat ini kami sedang menantikan kelahiran anak kedua, tentu pengeluaran akan bertambah. Karena suami sudah menugaskan saya untuk mengelola keuangan keluarga, demi masa depan yang lebih baik.

Tentu saja hal ini tidaklah mudah bagi saya, sebagai seorang ibu mengelola keuangan keluarga itu sangatlah penting, agar bisa mencapai keuangam keluarga yang ideal. Pada hari Rabu, 8 Agustus 2018 di gedung Nyi Ageng  Serang, Jakarta. Saat ini tajuk yang diangkat adalah “Bijak Kelola Keuangan, Kunci Keluarga dan Masa Depan Sejahtera”.



Workshop #IbuBerbagiBijak ini merupakan yang kedua kalinya diadakan atas kerjasama antara Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan PT. Visa Worldwide Indonesia di tahun 2017 lalu, yang berfokus pada manajemen keuangan keluarga. Nah, di tahun keduanya ini, di 2018 Visa ingin menjangkau kalangan yang lebih luas. Salah satunya adalah bekerja sama dengan Dharma Wanita DKI Jakarta, agar semakin banyak kaum perempuan yang melek terhadap literasi keuangan sehingga masyarakat semakin sejahtera.

Cara Mengelola Keuangan Keluarga 

Mengelola keuangan ternyata tak semudah yang terlihat, makanya ini menjadi hal yang sangat penting dalam berumah tangga. Apakah kondisi keuangan keluarga kita sudah sehat? Ini hal pertama yang harus kita ketahui. Jadi bukan hanya tubuh saja yang perlu medical check-up, tapi keuangan rumah tangga kita juga perlu lho Bunda!

Workshop #IbuBerbagiBijak ini menghadirkan 2 narasumber, yaitu : Mba Prita Hapsari Ghozie yang merupakan Financial Educator dan Mompreneur Jenahara Nasution seorang desainer yang berfokus pada pakaian muslim.


Mba Prita Ghozie dan Jenahara
Mba Prita mengatakan, untuk mencapai keuangan yang ideal ada 3 hal yang perlu diperhatikan :

Financial Check Up
Mengelola Arus Kas
Merencanakan Keuangan

Financial Check Up

Kenapa kita harus melakukan financial check up? Apa yang menjadi patokan kalau keuangan keluarga kita sehat? Mba Prita menjelaskan lebih lanjut lagi, bahwa keuangan yang sehat itu dapat diukur dari berbagai aspek :

1. Cek apakah kita punya Utang

Hayoo.. Ngacung siapa yang nggak suka nyicil? Apalagi jika ada cicilan 0% dengan jangka waktu 12 bulan, ini pasti menggoda sekali. Tapi yakin selanjutnya kita nggak akan tergoda lagi untuk mencicil barang yang lain. Sebaiknya kita lebih bijak dalam mengambil pinjaman atau mencicil suatu barang, jangan sampai cicilan utang tersebut lebih dari 30%  total penghasilan kita.

2. Apakah Biaya Hidup Kita < Pemasukan?

Jangan sampai kita mengalami yang namanya gali lobang tutup lobang, yaitu mengambil pinjaman lain untuk menutupi pinjaman yang lainnya. Jika hal tersebut telah terjadi, maka kita akan pusing dibuatnya. Apabila hal ini sudah terjadi sebaiknya selesaikan dahulu hutang yang satu, kemudian selesaikan hutang yang lainnya.

3. Apakah kita memiliki Dana Darurat?

Dana darurat ini penting untuk keuangan rumah tangga kita,  paling tidak 3x pengeluaran rutin bulanan dalam bentuk kas.

Apalagi bagi kita yang telah memiliki anak, maka dana darurat yang harus disiapkan sebesar 12x pengeluaran bulanan. Hal ini bertujuan agar sesuatu hal yang tidak diinginkan terjadi dalam kehidupan, tidak sampai mengorbankan hak anak, jangan sampai anak-anak putus sekolah karena kita tidak memiliki dana darurat.

4. Apakah kita memiliki Tabungan?

Tabungan yang kita miliki sebaiknya frekuensi uang masuk harus lebih banyak dibandingkan dengan frekuensi uang keluar. Ehmm.. Langsung ngecek rekening pribadi, perasaan dana yang masuk sekali, tapi yang keluar qo berkali-kali ya! Hehehe

Era digital saat ini, sebagai menteri keuangan dalam rumah tangga sebaiknya memiliki Dompet Digital, apalagi bagi kita yang shoping holic via online, harus bisa membagi rekening menjadi beberapa pos. Jangan sampai dana untuk belanja online diambil dari dana tabungan yang lain. 

Langkah selanjutnya setelah kita mengetahui kondisi keuangan keluarga dengan cara pengelolaan yang tepat, selanjutnya kita harus mengetahui bagaimana mengelola arus kas.

Mengelola Arus Kas

Ungkapan semakin besar pendapatan kita maka akan semakin besar pula pengeluaran kita, ungkapan tersebut rasanya tak sepenuhnya salah, karena jika kita memiliki pendapatan yang bertambah maka rasa keinginan kita menjadi lebih besar dari rasa Kebutuhan. Oleh karena itu dalam mengelola arus kas, ada beberapa pos yang sebaiknya kita lakukan :

Zakat (termasuk didalamnya sedekah, infaq, sumbangan atau bantuan kepada orang lain yang membutuhkan)
Insurance (Pentingnya memiliki asuransi kesehatan/jiwa/kendaraan dll)
Present Konsums atau keperluan sekarang/rutin sehari-hari
Future Spending, misalnya dana untuk mudik, liburan bersama keluarga, sebaiknya kita mengumpulkan/menabung lebih dulu jangan ngutang.
Investasi, baiknya untuk jangka panjang

Merencanakan Keuangan

Untuk perencanaan keuangan, sebaiknya kita mengetahui apa yang menjadi kebutuhan dan mimpi-mimpi yang ingin diwujudkan dalam keluarga dan harus mengetahui bagaimana cara untuk mencapainya.

Ada beberapa cara untuk mewujudkan perencanaan  keuangan, untuk menambah penghasilan rumah tangga kita :

Bekerja secara aktif, bisa bekerja kepada orang lain, orangtua atau kerja sendiri
Menjadi Investor, memiliki kontrakan, kos-kosan, memberikan modal untuk usaha teman.
Menjadi Womenpreneur, menjadi pengusaha dengan mengaktualisasikan kemampuan diri dan minat, serta bakat yang kita miliki.

Memang menjadi seorang ibu sekaligus memiliki usaha sendiri bukanlah hal yang mudah, banyak sekali hal yang harus kita ketahui dan jalani. Rasa gagal pasti akan menghantui, tapi lebih baik berusaha terlebih dahulu daripada tidak pernah mencoba, No Pain, No Gain.

5 Tips mengelola Keuangan untuk Pebisnis

Memiliki usaha sendiri memang bukanlah hal yang mudah, dalam hal ini ada beberapa tantangan yang akan kita hadapi, yaitu :

Memulai Usaha Apa? 

Enaknya usaha apa ya, jangan sampai kita terjebak dalam usaha yang musiman, contohnya beberapa waktu lalu ramai bermunculan usaha batu akik, namun saat ini usaha tersebut sudah banyak yang meninggalkannya.

Membangun usaha, bisa dimulai dari hobi atau kesukaan kita, yang sudah menemukan pasar yang tepat. Namun, perlu diingat usaha yang kita bangun ini meskipun berawal dari hobi, jangan dijadikan sebagai mengisi waktu luang saja, tapi jadikan sebagai income/menambah pemasukan keluarga.

Mengetahui Untung Rugi

Jika kita memiliki usaha, sebaiknya memisahkan antara keuangan pribadi dan usaha/bisnis, agar kita dapat mengetahui besar pemasukan dan pengeluaran yang ada, dengan cara memiliki rekening tabungan yang dipisahkan. 

Jika kita sudah dapat memisahkan, maka kita akan lebih mudah untuk mengetahui berapa keuntungan dan kerugian dari usaha/bisnis yang kita jalani. Sebagai contoh saja, apabila kita memiliki usaha membuat kue, maka biaya untuk listrik, air, gas dan yang lainnya harus kita perhitungkan.

Mengerjakan Sendiri atau Bermitra?

Ini juga harus diperhitungkan, saat ingin berbisnis modal yang kita miliki baiknya sudah kita petakan masing-masing. Karena nantinya akan memudahkan kita dalam menjalani bisnis yang akan kita bangun. Jika sebagai pemula, ada baiknya kita jalan sendiri. Bila sudah berjalan dan maju, dan ada hal-hal diluar pengetahuan kita, maka tak ada salahnya kita bermitra.

Jika semua hal diatas tersebut sudah matang ada dalam rencana kita, maka langkah selanjutnya kita bisa mengikuti 5 tips Mengelola Keuangan Pebisnis dari Mba Prita :

1. Punya Rencana Pengeluaran

Rencana pengeluaran ini sebaiknya kita pisahkan dari pengeluran rutin rumah tangga, dan dirinci dengan baik. Setiap keuntungan yang kita dapatkan sebaiknya dalam bentuk kas, kemudian baru dimasukan dalam pendapatan keluarga.

2. NO Utang Konsumtif

Utang konsumtif disini yaitu, jangan sampai kita berhutang suatu barang yang tidak memberikan manfaat bagi bisnis yang kita miliki. Apabila kita ingin berhutang untuk menambah modal usaha, maka hal ini masih diperbolehkan dan disebut utang produktif. 

3. Tabung dan Investasi

Menyisihkan dana untuk ditabung dan investasi dari usaha yang kita jalankan itu harus. Meskipun keuntungannya belum banyak, namun hal ini perlu kita lakukan untuk pengembangan usaha/bisnis kita.

4. Dana Darurat

Dana darurat usaha sebaiknya dipisahkan dengan dana darurat rumah tangga, agar dengan adanya dana darurat dalam bentuk kas dapat menjaga keberlangsungan bisnis kita jika terjadi hal-hal/krisis yang tidak kita inginkan.

5. Asuransi Jiwa dan Kesehatan

Dalam setiap usaha yang kita jalankan, tak selamanya akan mendatangkan keuntungan yang besar, pasti akan ada waktu pasang surutnya. Sebagai orang yang memiliki usaha sendiri maka memiliki asuransi jiwa dan kesehatan sangat penting.

Tips yang diberikan oleh Mba Prita ini sangat membantu bagi kita yang ingin menjadi Mompreneur. Alangkah lebih bijaknya semua ilmu tersebut sudah kita dapatkan di awal. Sehingga akan memudahkan kita untuk melangkah kedepannya.

Perjalanan Jenahara dalam Mengelola Bisnisnya

Jenahara yang kita kenal anak dari seorang perancang Ida Royani, memulai bisnisnya pada tahun 2004, pada saat itu masyarakat dan anak-anak muda belum banyak yang menggunakan hijab. Hingga pada tahun 2011 ada banyak komunitas hijaber yang terus berkembang hingga saat ini. Sehingga saat itu Jehan panggilan akrab dari Jenahara, memiliki keyakinan bahwa usaha yang dirintisnya akan berkembang.

Ketika memulai bisnis, kondisi Jehan saat itu sedang hamil anak kedua, sempat ada keraguan dalam dirinya apakah, ia akan mampu untuk menjalani usaha pribadi, sekaligus mengurus anak dan rumah tangganya. Tentu saja dalam memulai karirnya sebagai mompreneur, Jehan terlebih dahulu meminta izin kepada suaminya, karena baginya restu dan dukungan dari sang suami sangatlah penting. 

Saat ini ketika usahanya telah sukses, salah satu yang menjadi motivasi bagi dirinya adalah anak-anaknya. Meskipun saat ini dirinya memiliki kesibukan diluar rumah, menjadikan waktu kebersamaan beliau bersama anak dan keluarganya menjadi terbatas. 

Jenahara harus pintar-pintar membagi waktunya antara bisnis dan rumah tangganya. Namun, kesuksessan yang telah ia capai selama kurang lebih  8 tahun terakhir ini, beliau ingin melakukan perjalanan keliling dunia bersama anak-anaknya sebagai bentuk quality time antara orangtua dan anak.

Setiap kali Jehan merasa letih dan penat, hal inilah yang menjadi penyemangat bagi dirinya, untuk terus dapat berkarya dengan baik. Dalam workshop bersama #IbuBerbagiBijak ini Jenahara juga memberikan tipsnya sebagai seorang Mompreneur, karena beliau tau memiliki usaha sendiri tidak selalu terus berada di atas, sehingga beliau melakukan tips berikut ini :

Memisahkan rekening bisnis dengan rekening pribadi
Harus memiliki target dan planning
Sering melakukkan financial check up
Memiliki motivasi yang kuat dan support system 
Dalam berbisnis kita akan menemukan banyak hambatan dan tantangan yang harus kita hadapi.



Bagaimana bunda, sudah mantap untuk memiliki usaha/bisnis sendiri? Sebenarnya mengelola keuangan keluarga dan menjadi mompreneur bisa kita lakukan dalam waktu yang bersamaan, asal dengan niat yang kuat dan konsisten. 

Yuk, bunda kita periksa keuangan keluarga, sudah aman apa belum? 

13 comments:

  1. Bijak mengelola keuangan bagi womenprenuer terkadang di lema untuk itulah perlu adanya konsisten.

    Jangan belanja pakai modal.

    ReplyDelete
  2. Nah, skill seperti ini yang fundamental dan perlu diketahui dan dikuasai suami istri.. Salahsatu tips keharmonisan keluarga, mantap

    ReplyDelete
  3. Mengelola keuangan selalu saya saved dan baca2 ulang. Saya tahu saya tidak mendapatkan pendidikan sampai itu karenanya senang banget kalau ada blogger share artikel tentang pengelolaan keuangan. Saya ikut menyerap ilmunya :)

    ReplyDelete
  4. duh jenahara cantik sekali deh.
    etapi iya juga yaa mbak. mengelola keuangan itu yaa gampang gampang susah apalagi kalo sudah keuangan dalam eumah tangga kan. musti pintar pintar dan bijak, itulah kenapa acara seperti ini sangat membantu para wanita khususnya ibu ibu rumah tangga yaa

    ReplyDelete
  5. Mengelola arus kas dan merencanakan keuangan, kadang-kadang saya rajin catet, tapi kebanyakan malesnya, hahaha.. Padahal itu penting juga yah

    ReplyDelete
  6. lengkaaap beuttt ini cara2nya mba evi... aku bookmark yaa.. aku kadang suka lupa mengelola keuangan.. apalagi sendirian ga da yang ingetin wkwkkwk

    ReplyDelete
  7. Perempuan harus pintar mengelola keuangan, terutama dalam rumah tangga. Tiga penjelasan Prita Ghozie, yakni Financial Check Up, Mengelola Arus Kas, dan Merencanakan Keuangan bermanfaat sekali untuk itu. Satu hal yang tidak boleh lupa adalah pandai mencari sumber penghasilan sehingga lebih mudah untuk melakukan tiga aspek yang dijelaskan.

    ReplyDelete
  8. Kepengen punya usaha untuk nambah penghasilan keluarga deh.. Tapi masih bingung usaha apa yang bisa di jalani.

    ReplyDelete
  9. cantik ya jenahara.. semangatnya tinggi sekali dalam berbisnis walau sedang hamil.. hebat! inspiratif banget ya..

    ReplyDelete
  10. Seru ya workshopnya. Ibu2 emang harus bantuin suami menjaga finansial keluarga. Salah satunya dengan usaha. Jd planning nih mau usaha tapi msh mikir jg biar mateng rencananya hehe

    ReplyDelete
  11. Seorang ibu atau wanita memang harus bijak dalam mengelola keuangan agar stabil ekonomi keluarga

    ReplyDelete
  12. Aku belum rapih nih catatan keuangan . Masih suka nyampur. Palingab aku nekat itu harus ada tabungan tiap bulan

    ReplyDelete
  13. Udah banyak baca artikel setipe ini tapi tetep suka. Tetep di pantengin juga. Haha. Kalo ilmunya aplikatif suka bacanya. Makasih mba infonya. Btw, jadi pengen bikin usaha akutu. Kalo ada kiat lebih lanjut yg buat pengusaha pemula, boleh lah mba d share2. Hehe

    ReplyDelete

Terima kasih sudah mampir di Blog saya, semoga bermanfaat.
Tunggu kunjungan balik saya di Blog kalian.

Salam hangat