Wednesday, May 2, 2018

Neng Koala : Cerita Inspiratif mahasiswi Indonesia di Australia

Hei ladys??

Kodrat sebagai seorang ibu memang anugerah yang tak ternilai. Banyak cerita inspiratif yang menjadi bukti nyata bahwa, seorang wanita bisa menjadi perempuan yang hebat dengan menyandang banyak gelar di belakangnya.


Menjadi seorang ibu dan mahasiswi di saat yang bersamaan pastinya bukan hal yang mudah, yang namanya depresi dan stress pasti akan sangat rentan kita rasakan. Karena kita harus mengurus anak, di satu sisi kita juga harus fokus belajar.

Sebagai seorang Ibu dari satu putri, kerap kali terjadi untuk pertama kalinya orang akan salah menyebut atau menuliskan nama saya. Kesalahan yang sering terjadi menyebut nama lengkap saya dengan sebutan Evi Fadhilah, seharusnya Evi Fadliah

For the first time is oke, but for the next saya akan mengoreksinya. Hehehe
Keputusan saya untuk resign dari salah satu bank swasta di Jakarta dan sepenuhnya menjadi full time mother, merupakan keputusan yang tepat.


Karna disinilah perjalanan hidup baru saya, mulai dari mengurus putri kecil kami hingga belajar dan terjun menjadi seorang blogger. Yupp, dunia menulis yang tak pernah saya pikirkan ini sebelumnya, sekarang menjadi kegiatan saya untuk mengisi waktu luang, bertemu dengan orang baru, sharing ilmu dan pengalaman kerap terjadi di dunia blogger.

Bersyukur saya bertemu banyak dengan orang baik yang mau berbagi pengalamannya serta ilmunya di dunia blogger. Awalnya profesi ini saya anggap untuk mengisi waktu luang, dan hobi saya yang suka menulis setelah resign dari kerja kantoran.

Tapi nasib berkata lain, justru dari dunia bloggerlah saya mendapatkan banyak manfaat, disamping materi pastinya, di dunia ini pula yang membawa saya terbang ke kota Semarang dan sering menghadiri acara yang sarat akan informasi baru, seperti kesempatan saya sekarang ini bisa menghadiri acara peluncuran buku Neng Koala dan mendengarkan langsung kisah-kisah inspiratif dari perempuan-perempuan hebat yang menempuh pendidikan mereka ke jenjang yang lebih tinggi di Negara Tetangga.

Setelah membaca bukunya, kisah dari Neng Koala yang memaksimalkan dan mengatur waktu untuk menyelesaikan study mereka di negara tetangga sekaligus mengurus keluarga. Semua kisah ini bisa kita temukan di buku Neng Koala yang penuh dengan inspirasi.

Buku kisah nyata ini ditulis oleh 34 wanita yang pernah menempuh studi S2, S3, kursus singkat maupun program pertukaran di Australia.

Why, Neng Koala?

Begitu pertama kali yang ada di benak saya ketika menerima undangan untuk hadir di acara "Bedah dan Acara Peluncuran Buku Neng Koala"
Pada hari Rabu, 25 April 2018 yang bertempat di Perpustakaan Binus Kampus Anggrek, Jakarta.

Pada hari itu hadir sebagai perwakilan, 5 orang penulis Neng Koala yang menjadi pembicara. Ada Mba Indah Erniawati, Adhityani 'Dhitri' Putri, Siti Fuadillah Alchumaira, Cucu Saidah dan sang Founder Mba Melati.

                        5 Perwakilan dari Penulis 
                              Buku Neng Koala

Ketika saya tiba di lokasi nuansa pink begitu kental terasa, mulai dari cover buku, kaos dan atribut lainnya. Ehmm I Love pink colour


Nama Neng Koala sendiri sebenernaya simple, salah satu ikon Australia adalah Koala, sedangkan Neng, rasanya lebih enak di dengar ketimbang sebutan Mbak atau Miss.

Buku Neng Koala ini sendiri pada awalnya dimulai dari sebuah blog pada tahun 2012. Ternyata antusias mahasiswi-mahasiswi yang melanjutkan pendidikan mereka di Australia begitu besar dalam berbagi pengalaman mereka dalam sebuah tulisan.

Hingga akhirnya, dari ratusan penulis tersebut terpilihlah 34 tulisan di dalam buku ini dengan berbagai macam latar belakang. Mereka membagikan kisahnya, mulai dari menyakinkan keluarga tentang pilihannya, berburu beasiswa, menjalani kehidupan di Negeri Kanguru, hingga mereka kembali ke Negeri Tercinta Indonesia.

Membagikan kisah perjuangan mereka masing-masing dalam menggapai mimpi dan cita-cita mereka untuk meraih pendidikan yang lebih tinggi di luar negeri. Menariknya setiap penulis menceritakan dari sudut yang berbeda dan memiliki benang merah yang berbeda, karena latar belakang yang berbeda juga: lajang, menikah, bertunangan, dan membawa keluarga turut serta ke Australia.

Meskipun motivasi mereka berbeda-beda namun, memiliki tujuan yang sama yaitu meraih mimpi mereka.

So, Ladies prepare your self!! Get ready to be inspired

Inilah Neng Koala!!

Mrs. Laura Ralph perwakilan dari Dubes Australia mengatakan, bahwa saat ini ada sekitar 20 ribu mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Australia.

Kenapa memilih Australia? 20 persen warga Indonesia yang belajar di luar negeri memilih Australia sebagai tempat menuntut ilmu. Hal tersebut juga dikarenakan keseimbangan hubungan yang baik antarwarga yang luar biasa antara dua negara ini.

Selain itu Australia memiliki 7 universitas dalam daftar dari 100 universitas terbaik di dunia, dimana lokasinya berada di kota yang paling nyaman untuk ditinggali di dunia. Jadi wajar saja, jika banyak pelajar Indonesia yang memilih untuk melanjutkan study mereka ke Australia.

Australia juga merupakan salah satu negara yang ramah kepada disabilitas jika dibandingkan di Indonesia. Ini yang menjadi kisah Mba Cucu, yang juga aktivis disabilitas. Diskriminasi yang diterimanya ganda, ditambah pasanganya juga menyandang disabilitas.


Namun beliau tak putus asa untuk meraih cita-citanya. Bahkan ia bersama dengan suaminya bisa melakukan traveling ke 4 kota di Australia. Ini kisah yang dari seorang Mba Cucu selama berada di Australia.

Nah, kalian jangan kaget juga ya sama budaya yang ada di Australia, beberapa gambaran dari para Neng Koala yaitu :

🔹️Disiplin
🔹️Tepat waktu
🔹️Menjaga kebersihan
🔹️Membiasakan untuk sarapan dan makan malam bersama
🔹️Berpikiran terbuka

Tentu bukan hal yang mudah untuk menempuh pendidikan di negara orang dan jauh dari keluarga. Oleh karena itu ada beberapa Tips dari Neng Koala, bagi kalian para mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri :
  • Jujur jadi diri sendiri, jangan bergantung pada orang lain
  • Fokus
  • Berteman dengan orang-orang yang pernah dan akan menempuh pendidikan di luar negeri
  • Carilah informasi tentang beasiswa sebanyak mungkin, salah satunya dengan datang ke pameran beasiswa, surfing di internet
  • Tes IELTS sampai lolos dan terus bergaul bersama penerima beasiswa, supaya semangatnya tetap terjaga.

Setelah membaca buku Neng Koala ini, penuh dengan cerita yang menginspirasi dan pengalaman yang membawa perubahan dalam kehidupan. Saya terbawa suasana dan seakan ikut terlibat sebagai sesama wanita yang mempunyai cita-cita untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.

Model cerita yang disampaikan dalan buku ini menyenangkan sekali, jauh dari kesan bacaan akademik. Rasanya itu seperti kita sedang membaca surat dari sahabat sesama perempuan.

Dari buku ini saya juga dapat merasakan semangat para wanita baik dari Indonesia bagian timur, tengah hingga barat. Meskipun jauh dari ibu kota, tapi perjuangan yang telah mereka lakukan menjadi cambuk tersendiri buat saya, untuk terus berjuang mencapai pendidikan yang lebih tinggi.

Tak malu saya akui, saat membaca beberapa kisah dalam buku ini, saya meneteskan air mata karena begitu menyentuh hati ini dan membangkitkan keinginan saya untuk dapat menuntut ilmu di negeri Kanguru.

To be honest, negara Australia menjadi salah satu impian saya sejak duduk di bangku SD. Semoga dengan membaca buku ini banyak yang terinspirasi dan terus menggapai mimpinya untuk meraih pendidikan  yang lebih tinggi. Like My Self!!


Ingat..!  Gagal siapa takut, sah ajah qo! Malah dianjurkan, supaya bisa kembali menjadi pribadi yang kuat. Nah, dalam buku Neng Koala ini kita bisa menemukan bukti sukses kuliah di Australia setelah mengalami 6 kali kegagalan. Wow.. Sungguh luar biasalah

Yukk buruan beli buku Neng Koala di toko Gramedia terdekat dan resapi cerita dari para perempuan hebat yang haus ilmu serta perjuangannya yang mewarisi semangat RA. Kartini dalam mencapai pendidikan yang setinggi-tingginya.





1 comment:

  1. Semoga indonesia terus bebenah diri agar semakin banyak penumpang disabilitas menikmati fasilitas di indonesia, dan semoga ada penyandang disabilitas dari luat negri datang untuk menuntut ilmu

    ReplyDelete

Terima kasih sudah mampir di Blog saya, semoga bermanfaat.
Tunggu kunjungan balik saya di Blog kalian.

Salam hangat