Kemenkes Kerjasama dengan Eat Menyelenggarakan Asia Pacific Food Forum

23.25 Evi Fadliah 3 Comments

Forum Pangan Asia Pasifik 2017

Halo semuanya?

Buat kalian mana yang lebih sulit, olahraga atau menjaga pola makan? Sebagian teman yang saya tanyakan, hampir kebanyakan dari mereka menjawab lebih sulit menjaga pola makan yang sehat daripada olahraga. Ngacung..!

Itu juga yang menjadi jawaban sekaligus tantangan untuk saya pribadi, kalau lagi rajin olahraganya CFD di hari weekend, tapi paling tidak jalan sehat di taman dekat rumah. Yaa at least fisik aktif bergeraklah.

Apalagi kalian tau dunk, beberapa hari terakhir ini kita sering melihat iklan di televisi tentang pesan dari Kementrian Kesehatan mengingatkan kepada masyarakat untuk ciptakan Gerakan Hidup Sehat (GERMAS).

Just for reminder ajah ke teman-teman, bahwa dalam GERMAS itu hanya lakukan tiga hal berikut : 1). Melakukan aktifitas fisisk 30 menit per hari, 2). Mengonsumsi buah dan sayur setiap hari, 3). Memeriksakan kesehatan secara rutin, minimal 6 bulan sekali sebagai upaya deteksi dini penyakit.

3 Gerakan Masyarakat Sehat
Tiga kegiatan tersebut tidak membutuhkan biaya yang besar dan dapat dimulai dari diri sendiri dan keluarga mulai saat ini juga. Balik lagi ke permasalahan pola makan yang sangat erat kaitannya dengan permasalahan pangan. Biasanya kalau bahas masalah pangan selalu terbayang makanan yang terbuang, betul nggak?

Masih banyak yang beranggapan makan apa saja yang penting kenyang dan enak, sehingga permasalahan nutrisi sering kali diabaikan. Apalagi kita melihat pesatnya pembangunan di Asia Pasifik yang berdampak pada ketahanan pangan.

Indonesia sebagai salah satu negara terpadat di dunia, selain itu Indonesia bersama-sama dengan negara-negara di Asia Pasifik selain berjuang memerangi kekurangan gizi bagi penduduk, mengatasi polusi udara, meningkatnya emisi rumah kaca. oleh karena itu mewujudkan sistem pangan berkelanjutan menjadi kebutuhan yang tidak dapat dihindarkan.

Tentu saja pemerintah Indonesia dalam hal ini Kementrian Kesehatan, lebih melihat kepada dampak penyediaan pangan tersebut dari sisi kesehatan. Why? Karena pangan itu selain faktor ekonomi juga berkenaan dengan faktor kesehatan, tanggung jawab dari sisi kesehatan cukup berat.

Pada tanggal 26 Oktober 2017 bertempat di Ruang kaca Lt.2 gedung dr. Adhyatma Kementrian Kesehatan Jakarta, mengundang para blogger sehubungan diadakannya pelaksanaan EAT Asia Pacific Food Forum (APFF), dimana Indonesia pada tahun ini berkesampatan menjadi tuan rumah.

Asia Pacific Food Forum (APFF)

Merupakan kegiatan dalam Asia Pacific Food Forum yang terdiri dari pidato kunci, Eat Talks, diskusi panel, Competence Forum dan lokakarya. Melalui forum ini, para pemangku kepentingan dari sektor pemerintah, industri dan swasta akan mempercepat aksi, mendukung kolaborasi ilmiah, memfasilitasi persebaran informasi terkait praktik baik yang telah berhasil dilaksanakan, serta merancang solusi untuk mengatasi tantangan krusialterkait sistem pangan di kawasan regional.

APFF
Mengapa kegiatan ini dilaksanakan?

Diperkirakan pada tahun 2050 dunia akan menghadapi tantangan mendasar terkait dengan keberlanjutan penyediaan makanan sehat bagi sekitar 9 miliar penduduk. 

Apalagi saat ini, terutama di daerah Ibu Kota Jakarta kita sudah jarang sekali menemui lahan yang ditanami oleh tumbuhan. Hampir yang kita temukan adalah bangunan rumah dan gedung. Tak ayal hal tersebut menjadikan kita sulit untuk menciptakan lingkungan hijau di area perumahan penduduk.

Forum ini telah diselenggarakan di tingkat global sebanyak empat kali, bertempat di Stockholm dan di Indonesia merupakan yang pertama di kawasan Asia Pasifik.

Dalam hal ini Kementrian Kesehatan bekerja sama dengan EAT untuk penyelenggaran pertemuan APFF di Jakarta yang telah berlangsung pada tanggal 30-31 Oktober 2017 lalu.

EAT sendiri merupakan sebuah forum global yang dibentuk pada bulan Mei 2016 dengan tujuan mewadahi diskusi para ahli dan pengambil kebijakan untuk bersama-sama memberikan rekomendasi tentang reformasi sistem pangan global yang mampu memberikan makanan sehat kepada jumlah penduduk yang jumlahnya terus bertambah.

Eat memiliki sebuah Advisory Board (Dewan Penasehat) yang berperan dalam memberikan pengawasan riset dan kegiatan EAT memberikan masukan dan saran bagi pengembangan EAT. 

Melihat Penyelenggaraan Acara Forum Pangan Asia Pasifik

Pada kesempatan ini Wakil Presiden Jusuf Kalla membuka Forum Pangan Asia Pasifik atau Eat Asia Pacific Food Forum di Hotel Shangri-La Jakarta Pusat pada tanggal 30 Oktober 2017.

Dalam pidatonya Wapres Kalla mengatakan Banyak tantangan khusus untuk meningkatkan produktivitas pangan, antara lain ada masalah luasan wilayah atau lahan serta besarnya jumlah penduduk, yang menekan sektor pertanian.

Berbicara forum Asia Pasifik, menurut Jk berarti kita berbicara tentang kepentingan empat miliar orang. Jika semua bisa makan tiga kali sehari, maka kita berbicara tentang 12 miliar piring per hari.  

Dalam Forum Pangan Asia Pasifik ini, mempertemukan seluruh pemangku kepentingan dibidang kesehatan, lingkungan hidup, 500 pimpinan negara, perusahaan multinasional, akademisi, masyarakat sipil dan media di kawasan Asia Pasifik.

Menanti Gebrakan Aksi APFF

Penyelenggaraan APFF pada tanggal 31 Oktober 2017resmi ditutup oleh Menkes Nila Moeloek. Acara ini ternyata mendapat apresiasi positif yang berdatangan dari berbagai pihak. 'Indonesia berinisiatif untuk menjadi negara pertama yang mengambil langkah awal dalam membangun dialog dan kerjasama antara pemangku kepentingan di kawasan Asia Pasifik.

harapannya melalui forum ini, Indonesia memiliki ide tentang pembahasan pangan ini menjadi sebuah langkah awal menuju perubahan besar bagi Indonesia. 

Selanjutnya setelah diadakannya forum ini peserta competence forum akan mengaplikasikannya dalam ranah regional sebagai acuan sitem pangan pada masa mendatang bagi Indonesia maupun negara-negara peserta forum Pangan Asia Pasifik.

Serta adanya tindak lanjut dari masing-masing negara dengan melakukan aksi nyata.



3 komentar:

  1. Olahraga dan menjaga pola makan? Kalau sudah komit ingin hidup sehat bugar tidak ada yang sulit pastinya *eh :) Akupun juga masih berupaya untuk konsen menjalani GERMAS, sejatinya hidup sehat memang harus diupayakan ya!

    Hsidrnya APFF ini semoga menjadi penyemangat pelaku2 bisnis sehat&go green untuk mendukung perbaikan status gizi masyarakat Indonesia.

    BalasHapus
  2. oo ini liputan acara kemaren ya... hem. kalo aku di jakarta keknya bakalan ikutan ini juga deh. (ngarep)

    kemenkes banyak acara ya kak.. dan suka menarik gt....

    BalasHapus
  3. Lebih susah olah raga sih, haha... Memang tiap pagi dibiasakan jalan kaki 30 menit, tapi karena pagi sering hujan jadi banyak bolosnya deh. BTW walau kurang paham banget adanya Eat Asia Pasifik Forum ini, tapi mudah2an forumnya bisa menolong daerah atau negara lain yg kekurangan pangan juga ya. Makanya ketika kita Alhamdulillah dikasih rezeki bisa makan 3x sehari dg layak, bersyukurlah. Jangan diumpat makanannya sebagai penyebab gagal diet. Duh sedih baca tulisan2 kayak gini.

    BalasHapus

Terima kasih sudah mampir di Blog saya, dan memberikan coment mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.