Memiliki Anak yang Berkualitas, Why Not? Jadilah Ibu yang Cerdas

02.25 Evi Fadliah 10 Comments

All Blogers #SaveGenerasiEmas2045
Halo Moms apa kabarnya?

Jadi orangtua sekarang ini kita jangan hanya melek akan teknologi saja yahh, tapi juga harus melek terhadap nutrisi anak. Terkadang teorinya memang mudah kita dapatkan dari berbagai sumber di media sosial, tapi kebenaran akan berita tersebut belum tentu dapat dipertanggung jawabkan.


Misalnya saja niy, saat ini banyak informasi yang kita dapatkan bahwa Susu Kental Manis (SKM) itu aman, namun di media yang lain mengatakan kalau SKM itu bukanlah susu yang aman untuk diberikan kepada anak-anak. Duhhh, bingung yah, jadi yang benar yang mana dunk? Berita mana yang harus kita percaya niy?

Siapa diantara Moms yang merasakan kegalauan seperti saya?

Saya sendiri mengenal SKM sejak masih kecil, inget betul Ibu saya memberikan SKM itu untuk topingan pada makanan atau minuman saja. Paling sering buat topingan roti bakar dan puding, ini beneran tambah enak jadinya. Sekarang saat saya menjadi New Moms konsumsi tentang SKM muncul dipermukaan dan memberikan banyak pernyataan yang berbeda.

Prof. Dodik Briawan, Nutritionist dari SEAFEST center IPB
Bagusnya keresahan saya, tentang berita ini tidak berlangsung lama, karena saya mendapatkan penjelasan dan informasi langsung dari orang-orang yang memang ahli dibidangnya. Informasi tentang kepastian mengenai SKM ini, disampaikan oleh Prof. Dodik Briawan, Nutritionist dari SEAFEST center IPB.

Beliau mengatakan bahwa penggunaan SKM bukanlah susu yang boleh diberikan secara rutin kepada anak, tetapi lebih tepat digunakan sebagai toping makanan dan minuman. Mengenai hal ini beliau sampaikan ketika menjadi narasumber di Blogger Meeting, selasa 19 September 2017 di Balai Sarwono Jl. Madrasah Raya No. 14 Cilandak Timur Jakarta Selatan.

Kontribusi Susu terhadap kebutuhan Gizi anak, di jelaskan oleh Prof. Dodik pada tabel dibawah ini;

Kontribusi Susu Terhadap Gizi Anak
Sejarah SKM

Jadi Moms, harus kita ketahui, bahwa sejarah SKM ini pertama kali diproduksi di negara Amerika pada abad ke-18, karena sifatnya yang tahan lama, banyak digunakan sebagai bekal tentara Amerika yang sedang terlibat perang saudara.

Cara pembuatan SKM ini yaitu dengan cara menguapkan sebagian air dari susu segar (50%) kemudian ditambah dengan gula 45-50%. Di negara asalnya Amerika SKM sudah dianggap pada tahap declining artinya potensi pasarnya tidak berkembang bahkan cenderung turun.

Namun, justru konsumsi SKM di Indonesia masih tinggi dan bisa dikatakan terus meningkat. Apa penyebabnya? Penyebabnya adalah kurangnya pengetahuan orangtua akan penggunaan SKM, harga SKM yang lebih murah jika dibandingkan dengan harga susu lain, kemudian kemudahan penyajiannya dan diperburuk lagi oleh informasi menyesatkan dari sejumlah iklan SKM yang memperlihatkan SKM sebagai susu pertumbuhan atau susu keluarga. 

Perihal SKM ini pun sudah menjadi perhatian khusus oleh pihak YLKI, hadir pula sebagai narasumber Natalya Kurniawati sebagai perwakilan dari Staff Bidang Penelitian YLKI, yang menyatakan bahwa Susu Kental Manis memang aman untuk digunakan, namun bukan sebagai susu yang harus diberikan kepada anak-anak setiap hari. 

Meskipun beberapa produsen SKM sudah mengkategorikan produk SKMnya menjadi krimer kental manis, tapi pada kemasannya masih tergambar bahwa produk tersebut dikonsumsi sebagai minuman susu.

Nah, Moms tugas kita niy..!

Biasanya khan, setiap kemasan makanan dan minuman yang kita beli pasti ada informasi yang diberikan, begitu pula mengenai penggunaan SKM ini sudah sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomer 76/MEN.KES/PER/XII/75 tentang ketentuan Peredaran dan Penandaan Susu Kental Manis.

Pada pasal 2, susu kental manis hanya diperkenankan diedarkan dengan maksud untuk digunakan sebagai makanan atau minuman bagi anak-anak atau orang dewasa. Pasal 3 menyatakan, bahwa dilarang mengedarkan susu kental manis dengan maksud untuk digunakan sebagai makanan atau minuman bagi bayi.

#SKMBukanSusuUntukAnak
Jadi, seharusnya dalam peraturan ini ditekankan bahwa SKM diperkenankan diedarkan dengan maksud untuk digunakan sebagai campuran makanan atau minuman bagi anak atau orang dewasa dan dilarang digunakan sebagai makanan atau minuman bayi dan yang paling penting SKM bukan merupakan pengganti ASI.

Tau nggak siy Moms, apa dampaknya jika SKM diberikan sebagai minuman susu untuk anak-anak?

➮ Dapat Memicu Obesitas 

Karena SKM mengandung kadar gula dan lemak yang tinggi, kelebihan gula dan lemak pada anak akan berdampak negatif bagi kesehatan anak. 

➮ Resiko Penyakit Diabetes Sejak Dini

Selain gula dan lemak jenuh yang jahat untuk tubuh, dalam SKM adanya pengawet yang apabila diminum secara rutin akan berpengaruh buruk dan bisa menyebabkan diabetes sejak dini.

➮ Menyebabkan Kerusakan Ginjal

Jika sudah terkena diabetes, maka pembuluh darah kecil dalam ginjal bisa terluka sehingga fungsi penyaringannya menjadi terganggu, hingga menyebabkan terjadi gagal ginjal. Karena funsi ginjal sendiri untuk menyaring dan membuang limbah dalam darah dan kemudian mengembalikan darah yang telah dibersihkan kembali ke seluruh tubuh.

➮ menyebabkan Karies Gigi

Karena kandungan gula yang ada dalam SKM cukup tinggi, menyebabkan aktifitas jasad renik yang mengakibatkan terjadinya karies gigi.

So, sudah jelas dunk Moms dari informasi diatas, apa masih mau menjadikan SKM sebagai susu untuk dikonsumsi setiap hari kepada anak-anak kita? Sebelum terlambat, lebih baik menggantinya dengan susu murni atau susu bubuk sesuai usia anak. 

Ups, pembahasan tentang Blogger Meeting ini, nggak sampai disini aja lho, baca sampai selesai ya Moms..!

Kita juga mendapatkan materi tentang "Ibu Cerdas Anak Berkualitas" keren yah! Materi ini disampaikan oleh DR.IR. Dwi Hastuti, MSC. Kepala Divisi Perkembangan Anak.

Dr.Ir. Dwi Hastuti, MSC.
Kepala Divisi Perkembangan Anak
Dr. Dwi menjelaskan karena pikiran manusia dibangun dari pengalaman, jadi sudah sepantasnya kita memberikan pengalaman yang baik kepada anak. Why?
Soalnya, ada beberapa alasan sebagai berikut :

Alasan Memberikan Pengalaman yang Baik
Kepada Anak
Biasanya Moms, berada di kubu yang sering memberikan imbalan kepada anak atau tidak? Kalau saya sendiri siy, termasuk yang suka memberikan pujian ketika si  kecil mendapatkan prestasi. Karena dengan cara seperti itu, si kecil akan merasa dihargai.

Bentuk prestasi yang diraih oleh anak bukan saat menjadi juara umum atau meraih nilai tertinggi saat lomba dan di sekolah saja ya Moms. Tetapi prestasi bisa berupa hal positif yang berhasil dilakukan anak, misalnya saat si kecil membereskan mainannya sendiri, saat si kecil mau berbagi makanan atau mainan kepada orang lain, saat si kecil menghabiskan makanannya. 

Begitu sebaliknya, ketika anak melakukan kesalahan sebaiknya kita tidak memarahi anak ketika kita sedang marah dan menghadapi masalah. Biasanya  jika kondisi kita sedang emosi yang terjadi nanti, secara tidak sadar kita akan membentak anak atau mengeluarkan kata-kata tidak terkontrol, jangan sampai menghukumnya dengan memukul.

Jika sudah begitu, setelah kita selesai marah akan timbul rasa penyesalan, karena telah berlebihan dalam memarahi anak. Hayoo ngacung siapa diantara Moms yang pernah merasakan hal itu?

Khawatir, nantinya hukuman yang diberikan akan dipersepsi berbeda oleh anak-anak kita. Akibatnya anak akan lebih membangkang dan menjadikannya anak yang tidak percaya diri. Duchh jangan sampai hal-hal tersebut terjadi pada anak kita ya Moms.

Lalu, what should we do?

pastikan jangan sampai bertentangan pendapat dengan pasangan, karena jika salah satu ada yang membela anak, nantinya akan merasa terlindungi dari kesalahan yang telah dia perbuat.

Usahakan kita memberikan pemahaman, bahwa yang kita marahi bukanlah dirinya, melainkan perbuatannya. Karena perbuatannya salah maka sebagai orangtua kita menasehati dan menegurnya dengan cara yang dapat dipahami oleh anak. Sehingga si anak kelak akan memahami bahwa yang telah dilakukannya tidak baik. Dengan begitu anak merasa disayang, dan diperhatikan oleh kita orangtuanya.

Faktanya :

➮ Orangtua ingin anak sempurna, cepat bisa, padahal terkadang anak belajar dari kesalahan.

➮ Orangtua ingin anak meniru yang baik, padahal disekitarnya tidak ada model, tiada penjelesan dan konsekuensi.

➮ Orangtua ingin anak baik, padahal contoh keburukan ada disekitar anak (televisi, game, lingkungan, sekolah, teman, dll)

Jika Moms ingin memiliki anak yang berkualitas, tentunya tanggung jawab kita sebagai orangtua cukup besar pada perkembangan anak dan juga pertumbuhannya

Untuk mendukung perkembangan otak anak secara optimal terutama di periode emasnya, dibutuhkan kelengkapan gizi dan nutrisi yang tepat. Selain itu menciptakan suasana yang menyenangkan saat makan juga menjadi hal yang penting.

Banyak orangtua yang menganggap bahkan menyepelekan moment saat memberi makan pada anak. Harusnya banyak hal penting yang bisa kita ajarkan kepada anak saat makan, diantaranya :

1. Mengajarkan anak cara makan

Jangan membiasakan menggendong anak saat memberikan makan ya Moms, biasakan anak untuk duduk bersama kita di ruang makan, supaya anak juga menjadi disiplin dan mengajarkan anak untuk memulai makan diawali dengan berdoa.

2. Mengajak bercerita dan mendengarkan

Bukan berarti saat kita memberikan makan, kita hanya melakukan aktivitas mengunyah saja, tapi kita bisa lho moms mengajarkan si kecil dengan menjelaskan makanan pada anak. Mengenalkan jenis-jenis makanan yang kita berikan, selain itu, hal tersebut dapat menambah kosakata si kecil.

3. Belajar menghargai makanan

Ketika anak tidak ingin makan, upayakan kita tidak memaksa anak untuk menghabiskan makanannya. Berilah pengertian yang tepat agar si kecil mau memulai menghargai makanan yang telah dihidangkan, memberikan penjelasan kepada anak, bahwa kita telah memasak makanan tersebut untuk si kecil dengan penuh rasa kasih sayang.

Lalu bisa juga dengan menceritakan, bahwa nasi dan sayuran yang dimakan ditanam oleh petani. Mengajarkan anak juga untuk mengambil makanan sesuai dengan porsinya, agar anak juga belajar bertanggung jawab untuk menghabiskan makanan yang telah diambilnya.

4. Belajar mengenalkan makanan yang bergizi

Makanan yang kita hidangkan kepada anak, upayakan bervariasi dan memiliki kandungan yang bergizi. Sehingga si kecil juga tidak akan merasa bosan dengan menu makanan yang itu-itu saja, kita juga bisa menceritakan kandungan gizi dari hidangan makanan yang kita berikan kepada anak.

5. Memberikan pujian saat menghabiskan makanan

Boleh banget lho Moms kita memberikan penghargaan kepada anak saat dia telah menghabiskan makanannya. Hal ini supaya anak merasa diperhatikan dan tambah semangat untuk menghabiskan makanannya. 

Terbukti jika kita memberikan pengalaman yang diingat oleh anak, pengalaman yang menyenangkan, berguna, akan meningkatkan motivasi internal dan menjadikan anak-anak lebih rileks. Dengan memberikan pengalaman yang asyik, maka akan diulangi. 

Jadi ketika kita telah memberikan moment yang menyenangkan saat makan kepada anak, maka saat jam makan anak-anak tiba kita tidak akan merasakan kesulitan.

Bagaimana menurut Moms yang sedang membaca tulisan ini? Apakah memiliki saran mengenai cara menciptakan suasana makan yang menyenangkan dengan si kecil? Boleh lho comentnya..

Satu hal lagi, mulai sekarang Stop memberikan SKM sebagai susu yang dikonsumsi setiap hari untuk anak-anak ya Moms. Healthy Kids, Happy Moms.


10 komentar:

  1. Nah..kan masih banyak yg salah tanggap mengenai fungsi SKM ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tugas kita bersama niy Mba, supaya masyarakat banyak yang lebih aware tentang penggunaan susu SKM.

      Hapus
  2. Jadi ibu di zaman milenial hrs cerdas dong. Hrs bisa membedakan mana susu dan mana yg utk toping. Tentang SKM ini harus terus diedukasikan ke masyarakat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Adanya kemajuan teknologi, supaya para Ibu2 di luar sana lebih bijak dalam mencari informasi yang tepat ya Mak..

      Hapus
  3. Berawal dari ibu yang cerdas agar anak tumbuh menjadi generasi emas. Terimakasih atas informasinya ya bun.

    BalasHapus
    Balasan
    1. happy Kids, Happy Moms.. Jadi orangtua harus terus belajar supaya bisa memberikan yang terbaik untuk anak-anak kita kelak ya Mba..

      Kembali kasih

      Hapus
  4. Di Indonesia kenapa Laris manis Tanjung kumpul, duit habis dagangan ngumpul.


    Skm Laris banget Di Indonesia Tapi di luar negri, tidak.

    Ya sudahlah besok besok Pakai buat juice aja

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alasannya karena banyak hal Mpo, semoga saja dengan adanya informasi yang lebih luas semakin banyak masyarakat yang menggunakan SKM ini sebagai topping makanan dan minuman.

      Hapus
  5. Jadi orang tua itu Masya Allah ya mba, orang tua punya peran sangat penting bagi anaknya .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar sekali Mba Amel, tugas dan tanggung jawabnya besar. Jadi kita harus terus belajar agar generasi anak2 penerus kita nanti bisa menjadi generasi emas Indonesia. Aamin

      Hapus

Terima kasih sudah mampir di Blog saya, dan memberikan coment mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.