Atasi Problem Kemacetan, Adhi Karya Gencarkan Proyek LRT City

23.05 Evi Fadliah 1 Comments


LRT City Booth di JCC Senayan Jakarta
Untuk permasalahan moda transportasi jika dibandingkan dengan negara tetangga, Indonesia bisa dikatakan tertinggal. Namun mengenai permasalahan ini, pemerintah Indonesia tidak mau diam saja dan pastinya pemerintah memiliki rencana untuk mengejar ketertinggalan tersebut. Apalagi kota Jakarta sudah terkenal dengan macetnya, oleh karena itu diperlukannya moda transportasi yang dapat mengatasi hal tersebut.

Jika kita menalaah lebih jauh, jumlah pengguna angkutan umum khususnya di DKI Jakarta hingga kini dari seluruh pelaku perjalanan, baru 24% yang menggunakan atau memanfaatkan angkutan umum. Selebihnya masyarakat masih memilih untuk menggunakan kendaraan pribadi, hal ini dapat kita lihat dari waktu ke waktu. Sehingga tak heran apabila kemacetan lalu lintas di Ibu Kota bagai tidak mengenal waktu. Tak menutup, hal ini turut dipicu oleh moda transportasi dimana pengguna angkutan umum masih dibawah angka 50%.

hal lain yang sampai saat ini belum dilakukan oleh pemerintah kota Jakarta dalam upaya mengurangi kemacetan yaitu belum terintegrasinya antara pemukiman tempat tinggal penduduk dengan jalur kendaraan seperti stasiun kereta maupun halte kendaraan umum. Pada kenyataannya, jika kita lihat selama ini pembangunan permukiman, perkantoran, lokasi bisnis maupun sekolah dan jaringan transportasi dilakukan sendiri-sendiri.

Apabila, jika kondisinya pembangunan tempat tinggal, pusat perkantoran, sekolah ditata dekat dengan stasiun atau halte, tidak menutup kemungkinan masyarakat akan memiliki kesempatan untuk menikmati penggunaan angkutan massal. Mungkinkah hal ini akan terwujud? Karena pembatasan penggunaan kendaraan pribadi belum bisa dilakukan secara maksimal, selama kualitas angkutan umum masih rendah.

About ADHI


PT. Adhi Karya Tbk Dok. Pt Adhi Karya
Untuk menjawab tantangan tersebut, PT. Adhi Karya Tbk memiliki jawaban untuk mengatasi permasalahan kemacetan di Ibu Kota. PT. adhi Karya berdiri pada tanggal 11 Maret 1960 yang merupakan cikal bakal dari perusahaan milik negara Belanda. Berdasarkan pengesahan Menteri Kehakiman Republik Indonesia, pada tanggal 1 Juni 1974, ADHI berubah menjadi Perseroan Terbatas, dan hal ini menjadi pemacu pembangunan infrastruktur di Indonesia. Hingga pada tahun 2004 ADHi telah menjadi perusahaan kontruksi pertama yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta.

Hingga kini ADHI telah menunjukan kemampuannya sebagai perushaan kontruksi terkemuka di Asia Tenggara melalui daya saing dan pengalaman yang dibuktikan pada keberhasilan proyek kontruksi yang sudah dijalankan. Keberhasilan usaha yang sudah diraih ADHI bukan berarti tanpa dukungan dan peran serta masyarakat, oleh karena itu ADHI sangat berperan aktif dalam mengembangkan program CSR serta Program Kemitraan & Bina Lingkungan Perseroan. 

Sebagai salah satu BUMN Konstruksi terkemuka di Indonesia, ADHI senantiasa memberikan yang terbaik dalam setiap pembangunan proyek sehingga dapat dipercaya menjadi bagian dari pertumbuhan infrastuktur di Indonesia hingga saat ini. Salah satu bukti ADHI sangat dekat dengan masyarakat yaitu dengan mengadakan acara Blogger Gathering di Booth PT. Adhi Karya (Persero) Tbk Departement TOD Indonesia Properti Expo 2017 di JCC Senayan Jakarta, pada tanggal 14 Agustus 2017 yang lalu.

Booth PT. Adhi Karya (Persero) Tbk Departement TOD Indonesia
Properti Expo 2017 di JCC Senayan Jakarta
Mengangkat tema talkshow "Bersama LRT City, Quality Time untuk Hidup Lebih Bahagia" menghadirkan pembicara Psikolog, Tika Bisono, Lifestyle Blogger Mba Nuniek Tirta dan hadir pula Mas Setya Adji Permana sebagai Project Manager Eastern Green. Termotivasi dengan misi penyedian rumah terjangkau bagi masyarakat menengah dan bawah, sebagai holding BUMN Perumahan, PT. Adhi Karya Tbk serius menggarap kawasan hunian terpadu. 

Perusahaan yang berpelat merah ini, melalui departemen Transit Oriented Development (TOD), telah menyiapkan enam proyek hunian yang dilengkapi dengan properti komersial, dan hotel bertajuk LRT City. Proyek LRT City ini terintegrasi dengan moda transportasi massal yaitu Light Rail Transit (LRT) atau kereta ringan. Upss, LRT ini apa ya? Apakah sama dengan MRT? Yupp, ini yang ada dipikiran saya juga, apa siy manfaat dari LRT?

Apa itu LRT?


LRT City
LRT, atau kereta api ringan yang dibangun di Jakarta dan akan menghubungkan Ibu Kota dan kota-kota satelit seperti Bekasi dan Bogor. Karena kita ketahui bahwa arus kemacetan kendaraan yang masuk ke Jakarta paling banyak berasal dari dua kota ini. LRT merupkan moda transportasi massal berbasis rel yang ramah lingkungan. Secara kassat mata, LRT tidak berbeda jauh dengan kereta perkotaan lainnya, baik itu Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line atau pun Mass Rapid Transit (MRT) yang saat ini juga sedang dalam tahapan pembangunan. 

Ketiga transportasi ini sama-sama digerakan oleh aliran listrik dari bagian atas. Pembangunan LRT ini dilakukan secara elevated atau jalur layang di atas tanah ruang milik jalan tol dan no-tol. Hal ini memungkinkan pembebasan lahan seminimal mungkin sekaligus mengoptimalkan lahan yang telah dimiliki oleh pemerintah.

Sejak Kapan Proyek LRT ini dijalankan?


Future LRT City

Future LRT City
Berdasarkan payung hukum yang pertama adalah Perpres No. 98 tahun 2015 tentang Percepatan penyelenggaraan Kereta Ringan/Light rail Transit (LRT) terintegrasi di Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi. Yang kedua, Perpres No. 99 tahun 2015 tentang Perecepatan Penyelenggaraan Perkeretapian Umum di DKI Jakarta.

Pastinya untuk pembangunan LRT ini memerlukan waktu yang tidak sebentar, sehingga pembangunan tahap pertama dilakukan 2 rute LRT dengan total panjang 83,6 kilometer, Dimana tahap pertama ini akan meliputi lintas layanan Cibubur-Cawang, Bekasi Timur-Cawang, dan Cawang-Dukuh Atas. Lintas layanan ini akan disambungkan melalui 18 stasiun yang meliputi panjang 42,1 km. Pembangunan tahap pertama ini direncanakan akan selesai pada tahun 2018.

Sedangkan tahap kedua akan melintasi Cibubur-Bogor, Dukuh Atas-Palmerah-Senayan, dan Palmerah-Grogol dengan panjang 41,5 km. Diharapkan tahap kedua ini yang telah dibangun sejak kuartal akhir tahun 2016 juga akan selesai pada tahun 2018. Semoga saja kedua tahap pembangunan ini dapat selesai sesuai dengan rencana.

Kelebihan dari LRT untuk warga Jakarta dan sekitarnya


Gambaran LRT City
Dilihat dari jumlah angkut penumpang LRT ini diperkirakan dapat mengangkut sebanyak 24 ribu penumpang per jam per arah per setiap harinya. Hal ini dapat memungkinkan karena dalam satu rangkaian LRT terdiri dari 3 unit gerbong dengan jumlah total sebanyak 60 set. Sehingga jika dilihat kapasitas LRT ini hampir sama dengan daya angkut KRL yang setiap rangkaian keretanya (terdiri dari 8-10 kereta) yang sanggup mengangkut 2.000 penumpang. LRT sendiri digadang-gadangkan mampu mengangkut sebanyak 465 ribu penumpang setiap harinya.

Sedangkan untuk perlintasannya sendiri ada tujuh koridor LRT yang ditargetkan akan dibangun. Dua koridor yang akan dibangun terlebih dahulu dan ditargetkan sudah bisa beroperasi paling lambat tahun 2018. Karena yang digunakan adalah jalur layang sehingga tidak akan bersinggungan dengan jalan raya (perlintasan bidang). Tidak adanya perlintasan bidang ini akan membuat kedatangan rangkaian kereta bisa dilakukan sesering mungkin. Diperkirakan kecepatan dari KRL ini mencapai 60-80 kilometer per jamnya, dengan demikian waktu tempuh masyarakat yang berasal dari Bekasi atau Cibubur menuju pusat kota Jakarta hanya akan ditempuh kurang lebih 30 menit saja.

Diharapkan dari segi harganya sendiri, pemerintah mengupayakan agar harga tiketnya dapat terjangkau untuk masyarakat Indonesia. Hal ini supaya masyarakat tidak terbebani dengan harga tiket yang tinggi dan dapat dinikmati oleh semua golongan.

Progres pembangunan LRT saat ini

Pihak PT. Adhi Karya Tbk, menargetkan untuk proyek LRT ini yang sudah dikerjakan sejak tahun 2015, diharapkan akan selesai pada tahun 2019 mendatang. Sejauh ini progres pembangunannya sendiri sudah mencapai 17%, dalam penyelesaian pembangunan LRT ini dalam perihal pendanaan pihak Adhi tidak sendiri, melainkan pemerintah juga ikut fokus untuk membantu mencari dana dalam penyelesaian proyek ini. Pihak Adhi juga menegaskan, sejauh ini pihak mereka juga gencar mencari dana dari perbankan.

Psikolog Tika Bisono
Pada kesempatan hari itu Psikolog Tika Bisono menjelaskan tentang dampak dari kemacetan terhadap individu menjadikan kita beradaptasi dengan keadaan tersebut, namun terlambat sampai dirumah bukanlah hal yang harus diadaptasi. Sudah dapat dipastikan dampak psikologis akibat dari kemacetan ini menyebabkan kita menjadi stress, merasa kelelahan mulai dari penglihatan, fisik, mental serta saraf. Oleh karena itu melihat habit ini Mba Tika merasa setiap individu wajib memiliki quality time bersama keluarga. Kita juga harus mempunyai komitmen dengan menciptakan kenyamana keluarga dengan menginvestasikan : Waktu, Energi, Spirit dan pastinya hati yang tulus.

Sebenarnya family time dan juga me time menjadi dambaan setiap orang, dan salah satu cara untuk menjaga keharmonisan rumah tangga yaitu anak-anak diajak untuk terlibat dalam mengambil keputusan. Jadi pada dasarnya keputusan itu bukan hanya milik orang tua saja ya..! Senada dengan hal tersebut Mba Nuniek Tirta seorang lifestyle blogger juga memiliki caranya sendiri untuk memiliki quality time baik untuk dirinya sendiri maupun untuk orang-orang yang ada disekitarnya.

Lifestyle Blogger Mba Nuniek Tirta
Biasanya Mba Nuniek, pada saat beliau butuh me time akan fokus dan bener-benar bebas dari gadget. Mba Nuniek juga menambahkan untuk menjaga keharmonisan rumah tangganya, dengan mengingatkan kepada semua yang hadir saat itu jangan pernah kita mengharapkan untuk pasangan kita dapat berubah sesuai dengan yang kita mau, melainkan kita saling mengisi dan memahami satu sama lain setiap kekurangan dan kelebihan yang dimiliki oleh pasangan kita.

Pastinya untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik, dapat dimulai dari lingkungan rumah tangga yang baik. Diharapkan warga Indonesia khususnya di kota-kota besar memiliki quality time bersama keluarga yang lebih banyak, bukanya menghabiskan sebagian besar waktunya di jalanan. Oleh karena itu PT. Adhi Karya Tbk mencoba membangun kehidupan masyarakat urban menjadi lebih baik dengan mengintegrasikan rumah hunian dan LRT dalam satu konsep.

Harapan dengan adanya pembangunan kawasan dengan konsep Transit Oriented Depelovment (TOD) ini bisa menjadi solusi akan kemacetan. Kawasan TOD ini nantinya akan menguntungkan masyarakat baik dari segi hunian maupun komersial, yang dilengkapi dalam satu kawasan dengan sistem transportasi massal. Mas Setya Adji Permana sebagai Project Manager Eastern Green juga mengatakan bahwa konsep TOD dinilai paling tepat untuk solusi jangka panjang dalam mengatasi kemacetan di Ibu Kota dan memberikan hunian yang baik untuk masyarakat.

Mas Setya Adji Permana sebagai
Project Manager Eastern Green
Lalu, lokasi mana saja yang akan dibangun LRT City oleh pihak PT. Adhi Karya? Menjawab hal ini pihak Adhi Karya mengatakan memiliki beberapa lahan yang berlokasi di titik nol kilometer stasiun LRT Jabodetabek, dan hal ini yang menjadi fokus untuk dikembangkan menjadi tempat kawasan hunian yang komersial.  Saat ini ada beberapa proyek yang sedang dibangun LRT City menempati area seluas 50 hektar. Masing-masing di Ciracas (Urban Signature) seluas 11,5 hektar, LRT City Bekasi (Eastern Green) seluas 16,9 hektar, LRT Sentul (Royal Sentul Park) seluas 14,8 hektar, LRT City Jaticempaka (Gateaway Park) seluas 5,1 hektar, dan LRT City MT Haryono

Miniatur Apertemen LRT City

Miniatur Apertemen LRT City

Stasiun LRT City
LRT City Ciracas (Urban Signature)

LRT City Ciracas ini dibangun diatas areal tanah seluas 11,5 hektar nantinya akan dibangun apertemen, perkantoran, hotel, rumah sakit, sekolah, pusat perbelanjaan dan tempat ibadah, dengan total investasi sebesar Rp. 3,2 triliun. Mengusung konsep pendekatan pengembangan kota yang bersifat kompak, mengadopsi properti multi fungsi (Mixed Use) yang berintegrasi dan terkoneksi secara langsung dengan sistem transportasi massal LRT.

Selain itu, untuk pengembangan LRT City ini akan membangun infrastruktur bagi pejalan kaki dan bersepeda menuju sekitar wilayah LRT City Ciracas. Hal ini dalam upaya memudahkan bagi penghuni kawasan LRT City dan warga sekitarnya dalam melakukan kegiatan sehari-hari. PT. Adhi Karya Tbk gencar mengejar target  pembangunan LRT tahap pertama Cawang-Cibubur sepanjang 14,5 kilometer yang memiliki 5 stasiun pemberhentian yaitu Cawang, taman Mini, Kampung Rambutan, Ciracas dan Cibubur.

LRT City Bekasi (Eastern Green)

Berlokasi di JL. H.M Joyomartono Kel. Margahayu Kec. Bekasi Timur Kota Bekasi Jawa Barat, merupakan jenis kawasan Mixed Use (Apertemen, Mall & Ruko) yang pembangunannya sejak bulan Oktober 2016 diharapkan akan selesai pada desember 2019. Nantinya diluas areal seluas 16,9 hektar ini pastinya akan terkoneksi dengan stasiun LRT Bekasi Timur, yang memiliki keamanan 24 jam.

Pada hunian ini akan dibangun 2 tower apertemen, dimana tower 1 terdiri dari 40 unit dan tower 2 terdiri dari 36 unit. Pastinya akan banyak keuntungan yang ditawarkan dari hunian LRT City Eastern Green Bekasi ini diantaranya : kualitas bangunan yang baik, kawasan yang asri, harga jual yang sangat kompetitif, lokasi sangat strategis dan kawasan bebas banjir. Tidak luput pula terdapat fasilitas yang diberikan seperti : sarana pendidikan, sarana peribadahan, mini market, perbankan dan kantor perumahan.

LRT City Sentul (Royal Sentul Park) Bogor

Dikembangkan oleh PT. Adhi karya Tbk, sedang mengerjakan proyek ini diatas lahan seluas 14,8 hektar akan dibangun 12 tower apertemen yang terdiri dari 33 lantai. Rencananya kawasan hunian ini akan terhubung dengan 20 LRT stasiun se Jabodetabek dan Bandara Soeta. Fasilitas yang ditawarkan tidak jauh berbeda dengan kawasan LRT City lainnya, Royal Sentul Park Bogor akan dilengkapi dengan fasilitas antara lain : Mall, Green Connectivity, Swimming Pool, Buterfly Garden, Playground, Family Park, Sport Facility, Jogging Track, Culinary Street dan masih banyak yang lainnya.

LRT City Jaticempaka (Gateaway Park)

Kawasan Hunian ini akan dibangun diatas lahan seluas 5,1 hektar yang akan terkoneksi langsung dengan LRT karena dibangun dipinggir jalan tol Jakarta-Cikampek. Apertemen ini dilengkapi dengan fasilitas Mall, Kolam Renang, Commercial Area, Jogging Track, Parking Loot, dan Akses sekurity. Pembangunan apertemen di Jati Cempaka ini mulai dibangun pada bulan Oktober 2017 dan akan selesai pada tahun 2019.

LRT City MT Haryono

Saat ini pekerjaan kontruksi sudah memasuki di kawasan jalan MT. Haryono, ini merupakan bagian dari pekerjaan lintasan kedua dengan rute Cawang-Dukuh Atas dan struktur bangunan sudah terlihat jelas berdiri di sepanjang pinggiran tol Jogorawi.

Diharapkan dengan dibangunnya LRT City ini dapat memberikan kehidupan dan peradaban baru bagi masyarakat kaum urban di Jakarta. Sehingga bagi mereka yang bekerja di luar dan di pusat kota dapat cepat sampai ke tempat tinggal mereka sehingga quality time bersama keluarga dapat terwujud. So dengan adanya proyek ini, selamat tinggal dengan berangkat pagi-pagi, karena rumah hunian berada di titik nol stasiun LRT, jadi kita tinggal jalan kaki atau naik sepeda saja.

Mari kita ciptakan kualitas dan kuantitas waktu bersama keluarga dengan memangkas waktu tempuh di jalan.

All Blogger




 *Dari Berbagai Sumber yang Terpercaya












































1 komentar:

  1. Asik ke bekasi dan bogor gak pakai lama dan macet. Semoga ada transpotasi baru bikin warga Jakarta makin senang naik transpotasi umum. Semoga harga tiket murah

    BalasHapus

Terima kasih sudah mampir di Blog saya, dan memberikan coment mohon untuk tidak meninggalkan link hidup.